Pelanggaran Berat, Tiga ASN Gianyar Diberhentikan dari Jabatannya

Gianyar, gianyardaily.com Pemerintah Kabupaten Gianyar mengambil langkah tegas dengan memberhentikan tiga aparatur sipil negara (ASN) akibat pelanggaran disiplin berat. Sanksi ini dijatuhkan setelah masing-masing terbukti melakukan pelanggaran serius, mulai dari kasus narkotika hingga ketidakhadiran tanpa keterangan.

Warga Melaya Dikejutkan Penemuan Paus di Pantai Anyar Sari

Jembrana, gianyardaily.com Seekor paus ditemukan dalam kondisi terdampar di pesisir Pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (5/5/2026). Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar.

Ny. Putri Koster Resmi Buka Bina Posyandu Angkatan IV, Peran Kader Diperkuat

Denpasar, gianyardaily.com Upaya memperkuat fungsi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat kembali ditekankan oleh Ny. Putri Koster saat membuka kegiatan Bina Posyandu Angkatan IV Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 5–7 Mei 2026, di Bapelkesmas Provinsi Bali.

aliyoni Solution Day 2026 Dibuka, Dewa Indra Soroti Peran Penting IAP

Pemprov Bali, gianyardaily.com Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menekankan pentingnya peran Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) sebagai salah satu pilar strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Baliyoni Group Solution Day 2026 yang berlangsung di The Meru Hotel, Selasa (5/5).

Badung Percepat Digitalisasi, IKD Dorong Layanan Sosial Lebih Tepat Sasaran

Badung, gianyardaily.com Pemerintah Kabupaten Badung terus mempercepat langkah transformasi digital di sektor pelayanan publik. Salah satu upaya strategis yang kini didorong adalah pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) guna memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran.

Sunday, June 14, 2026

Langkah Nyata Kadek Agus Darsana Budi: Anak Muda yang Pulang untuk Desa






Gianyar, gianyardaily.com - Menjadi agen perubahan (agent of change) sering kali hanya menjadi jargon keren di media sosial bagi sebagian anak muda. Namun, bagi Kadek Agus Darsana Budi, esensi dari pemuda yang berpendidikan adalah seberapa besar keberanian dan aksi nyata yang ia bawa pulang untuk menyentuh tanah kelahirannya.

Pria asli Desa Keliki, Gianyar ini adalah representasi generasi baru pemimpin muda Bali. Ia merupakan seorang pengusaha sukses yang mengomandani beberapa lini bisnis. Alih-alih menetap di zona nyaman dan mengejar karier di luar negeri, Kadek memilih pulang untuk merealisasikan sebuah visi besar, membangun desa dari akar rumput.

Komitmen Nyata yang Konsisten

Bukti nyata dari dedikasi Kadek kembali terlihat dalam aksi sosial yang digelarnya baru-baru ini. Melalui Karang Taruna Desa Keliki dan Yayasan Gumanti Alam Rahayu, Kadek secara rutin setiap tahunnya turun langsung memberikan apresiasi kepada generasi muda di desanya.

Tahun ini, Kadek bersama pengurus Yayasan menyerahkan langsung hadiah penghargaan kepada para siswa yang berhasil menyabet Juara 1, 2, dan 3 di setiap kelas yang tersebar di 3 Sekolah Dasar (SD) di Desa Keliki. Langkah apresiatif ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian tak terputus untuk menjaga motivasi dan memantik semangat kompetisi positif anak-anak sejak usia dini.

Menariknya, momentum tersebut tidak hanya berfokus pada prestasi akademik. Dilakukan secara bersamaan dengan penyerahan hadiah, Kadek juga menyerahkan fasilitas "Teba Modern" ke 3 Sekolah Dasar tersebut.

Catatan Redaksi: Tebe Modern adalah sistem pengelolaan sampah organik higienis berbasis kearifan lokal Bali yang dimodifikasi secara terstruktur, berfungsi sebagai media edukasi ekologi agar anak-anak bisa mempraktikkan langsung cara menjaga lingkungan sejak di bangku sekolah.

Merealisasikan Ilmu: Menembus Batas Teori

Bagaimana seorang anak muda bisa merealisasikan semua ini di tengah kesibukan mengelola bisnis seperti Griya Ayu Group, Indojaya Engineering, Voltladen, dan ruang kreatif ? Kuncinya ada pada karakter tangguh yang ia tempa selama merantau.

Sebelum pulang ke Bali pada tahun 2020, Kadek menempuh studi Umweltengineering (Teknik Lingkungan) di Technische Universitaet Muenchen (TUM) dan berpindah ke jurusan Energiesysteme (Sistem Energi) di Technische Hochschule Mittelhessen (THM), Jerman. Di perantauan, ia terbiasa bekerja keras melakoni berbagai pekerjaan paruh waktu hingga akhirnya meraih beasiswa dari Habibie Ainun Center.

Setibanya di Indonesia, ia tidak ingin "buta hukum" dan langsung menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Warmadewa yang kini ia lanjutkan ke jenjang pascasarjana Hukum Kenotariatan. Kombinasi ilmu teknik, hukum, dan jaringan bisnis inilah yang ia ramu menjadi energi untuk mengesekusi berbagai program desa.

Bagi Kadek, ilmu dari Eropa tidak akan bermakna jika tidak membumi. Maka, krisis guru yang ia temui saat KKN tahun 2023 langsung ia jawab dengan aksi konkret mendirikan "Keliki Smart Education" dan melembagakan gerakan tersebut menjadi Yayasan Gumanti Alam Rahayu pada tahun 2025.

Menggerakkan Lingkungan dan Ruang Kebijakan

Di luar bidang pendidikan, Kadek juga konsisten memberikan dukungan penuh (support) pada setiap kegiatan lingkungan, baik di tingkat kecamatan Tegallalang hingga cakupan Kabupaten Gianyar. Dari aksi kebersihan hingga edukasi sampah, ia memastikan pemuda mengambil peran sebagai garda terdepan.

Demi memperluas daya jangkau gerakannya, Kadek memperlebar perjuangannya ke ranah kebijakan publik dengan bergabung ke dunia politik bersama PDI Perjuangan sejak 2022. Kini dipercaya sebagai Sekretaris BMI Gianyar dan Bendahara PAC Tegallalang pada tahun 2026, ia memegang prinsip yang teguh:

"Saya masuk politik membawa desa. Bukan masuk desa membawa politik. Politik adalah jalur agar kebutuhan teknis dan suara warga desa didengar di ruang kebijakan tertinggi."

Kisah Kadek Agus Darsana Budi adalah sebuah refleksi kuat bagi generasi muda masa kini. Pulang ke desa bukan berarti membatasi potensi diri, melainkan ruang pembuktian bahwa dengan kapasitas yang matang, seorang pemuda mampu merealisasikan perubahan yang berkelanjutan: satu desa, satu generasi, pada satu waktu.

Thursday, June 11, 2026

Lanang Umbara Dampingi Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Ngeratep Petapakan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

 


BADUNG , Gianyardaily.com Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Lanang Umbara, mendampingi Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menghadiri Upacara Ngeratep Petapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (10/6).

Upacara Ngeratep Petapakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian karya keagamaan yang dilaksanakan usai prosesi ngodak sesuhunan. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh adat, prajuru desa adat, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Carangsari yang turut ngayah menyukseskan seluruh rangkaian upacara.

Kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Badung dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi keagamaan yang hingga kini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Lanang Umbara menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengempon pura, serta krama Desa Adat Carangsari yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan karya.

Menurutnya, semangat ngayah yang ditunjukkan masyarakat merupakan kekuatan utama yang menjaga keberlangsungan adat dan budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan zaman.

"Semangat ngayah dan kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Carangsari patut diapresiasi. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kuat masyarakat Bali dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya serta tradisi leluhur," ujar Lanang Umbara.

Ia menambahkan, pelaksanaan upacara keagamaan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya, serta menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

Lebih lanjut, Lanang Umbara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat Bali sekaligus memperkuat eksistensi desa adat sebagai benteng pelestarian budaya.

Prosesi Ngeratep Petapakan sendiri merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian karya di pura yang memiliki makna penyucian serta penguatan nilai-nilai spiritual. Pelaksanaannya mencerminkan komitmen masyarakat adat dalam menjaga kesinambungan tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan melalui keterlibatan krama desa dalam setiap tahapan upacara menjadi cerminan kuatnya nilai menyama braya yang tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat Desa Adat Carangsari.

-->