Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Showing posts with label Klungkung. Show all posts
Showing posts with label Klungkung. Show all posts

Friday, August 28, 2026

Kebakaran Lahan Melanda Karangasem, 17,6 Hektare Terbakar dalam Dua Hari

 


KARANGASEM, gianyardaily.com  Kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, dalam dua hari terakhir. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, luas area yang terdampak kebakaran mencapai 17,6 hektare yang tersebar di empat lokasi.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkartan Karangasem, I Made Suartika, menyebut penanganan kebakaran berlangsung cukup intens. Petugas menangani satu kejadian pada hari pertama, kemudian tiga lokasi lainnya pada hari berikutnya.

“Dua hari yang lalu kami melakukan penanganan satu titik, kemarin ada tiga titik. Bahkan kebakaran kemarin penanganannya baru selesai dini hari tadi,” kata Suartika, Sabtu (29/8/2026).

Ia menjelaskan, seluruh kejadian berhasil dikendalikan sebelum kobaran api menjalar ke area permukiman maupun perkebunan milik masyarakat. Meski demikian, kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat risiko kebakaran masih cukup tinggi.

Tak hanya kebakaran lahan, petugas juga menangani kebakaran sampah di kawasan sekitar Pura Goa Raja, Besakih, pada Jumat (28/8). Posisi api yang berada tidak jauh dari bangunan pura sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Penanganan di lokasi tersebut turut melibatkan Damkar Klungkung. Bantuan dikerahkan karena jarak menuju lokasi dinilai lebih dekat dari wilayah Klungkung.

“Kebakaran sampah di sebelah Pura Goa Raja, Besakih, penanganannya juga dibantu oleh Damkar Klungkung karena jaraknya lebih dekat,” ujar Suartika.

Menghadapi kondisi kemarau, Damkartan Karangasem masih menempatkan personel dan armada dalam kondisi siaga. Kecamatan Kubu dan Abang menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian karena kondisi lahannya relatif kering.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api di sekitar area yang ditumbuhi ilalang maupun vegetasi yang mudah terbakar.

“Kami selalu standby 24 jam, begitu ada laporan kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Semoga saja tidak ada kebakaran lagi,” imbuhnya.

Friday, August 21, 2026

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali



Klungkung,gianyardaily.com Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap. Warga Kabupaten Klungkung tersebut bertahan dengan mengandalkan penghasilan dari nganteban banten ketika terdapat upacara keagamaan.

Kondisi tersebut membuat bantuan yang diterimanya dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk “Bergerak dan Berbagi” memiliki arti tersendiri. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (21/8) itu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah Kabupaten Klungkung.

Mangku Wijana mengaku bantuan yang diterimanya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum memiliki penghasilan tetap.

“Kebetulan saya sudah tujuh tahun tidak bekerja, sejak pandemi Covid-19. Penghasilan yang didapat hanya dari nganteban banten jika ada upacara keagamaan. Bantuan ini sangat membantu,” ungkap Mangku Wijana.

Mangku Wijana menjadi salah satu dari 150 penerima bantuan yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Desa Manduang, Kecamatan Klungkung, serta Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

Bantuan juga dirasakan Ni Ketut Nanik Fitriani, warga Desa Pikat. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat dan berharap program sosial tersebut dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah Bali.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Putri Koster atas bantuan yang diberikan. Kami berharap kegiatan aksi sosial ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Bantuan Kebutuhan Dasar hingga Layanan Kesehatan

Dalam Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”, masing-masing penerima mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu yang disalurkan TP PKK Provinsi Bali.

Penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas hingga kader PKK.

Tidak hanya TP PKK Provinsi Bali, sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Berbagai bantuan dan layanan diberikan kepada masyarakat, di antaranya paket Gemarikan, sembako dan susu, multivitamin, bibit pohon serta tanaman cabai, hingga buku resep kuliner.

Masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan dan vaksinasi rabies secara gratis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.

Putri Koster: Bentuk Perhatian kepada Masyarakat

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan program “Bergerak dan Berbagi” merupakan upaya untuk menghadirkan kepedulian secara langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat hingga tingkat desa.

“Ini adalah oleh-oleh dari Bapak Gubernur Bali. Meskipun tidak turun langsung dan bantuan diserahkan melalui TP PKK Provinsi Bali, ini merupakan bentuk cinta dan perhatian Gubernur kepada masyarakat Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian TP PKK Provinsi Bali terhadap masyarakat di Kabupaten Klungkung.

“Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Klungkung pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Dorong Keterampilan dan Peluang Ekonomi Keluarga

Rangkaian Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” juga tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Bali Chef Community turut memberikan pelatihan memasak kepada para ibu rumah tangga.

Peserta mendapatkan pelatihan untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi berbagai hidangan yang sehat dan bergizi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menjadi bekal keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber tambahan pendapatan.

Melalui kegiatan sosial yang memadukan bantuan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan penguatan keterampilan tersebut, TP PKK Provinsi Bali berharap manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di tingkat desa.

Monday, May 11, 2026

Proyek Jalan Strategis Senilai Rp50,6 Miliar Resmi Bergulir di Nusa Penida


 

Klungkung, gianyardaily.com Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali melanjutkan upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Nusa Penida melalui proyek peningkatan ruas Jalan Sampalan–Toyapakeh. Program tersebut resmi diluncurkan langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama jajaran Forkopimda, Senin (11/5/2026).

Pelaksanaan proyek dilakukan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam memperbaiki kondisi jalan utama yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat maupun wisatawan di Nusa Penida. Ruas jalan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga akses menuju kawasan pariwisata.

Perbaikan infrastruktur akan dilakukan sepanjang kurang lebih delapan kilometer dengan target meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Pemerintah berharap pembangunan ini mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang pertumbuhan sektor pariwisata yang terus berkembang di kawasan kepulauan tersebut.

Dalam keterangannya, Bupati I Made Satria meminta masyarakat memahami proses pengerjaan yang sedang berlangsung dan tetap mendukung jalannya pembangunan. Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan penanganan jalan rusak secara bertahap agar manfaatnya dapat segera dirasakan warga.

Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan daya saing pariwisata Nusa Penida di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana, menjelaskan proyek peningkatan jalan tersebut dikerjakan oleh PT Aditya Sinar Pratama dengan pengawasan teknis dari CV Dinamika Desain.

Proyek tersebut memiliki nilai kontrak lebih dari Rp50,6 miliar dengan waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender. Setelah pekerjaan selesai, akan dilanjutkan masa pemeliharaan selama satu tahun guna memastikan kualitas infrastruktur tetap terjaga.

Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap proyek strategis ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Nusa Penida serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sunday, May 10, 2026

Goa Jepang di Klungkung Kian Sunyi, Wisatawan Jarang Berkunjung

 



Klungkung,gianyardaily.com Objek wisata bersejarah Goa Jepang yang berada di wilayah Desa Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, kini terlihat semakin lengang dari aktivitas wisatawan. Lokasi yang dulunya sempat dikembangkan sebagai kawasan singgah wisata itu perlahan kehilangan daya tarik akibat minimnya pengelolaan dan kurangnya aktivitas pendukung di area sekitar.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (09/05/2026) menunjukkan suasana kawasan yang relatif sepi. Penanda bertuliskan “Cagar Budaya Goa Jepang” masih berdiri di pintu masuk kawasan, namun sejumlah fasilitas umum tampak tidak lagi terawat dengan baik.

Area rest area yang sebelumnya dikelola Desa Adat Koripan Tengah kini terlihat kurang aktif. Beberapa fasilitas seperti gazebo, taman bermain, toilet umum, hingga stasiun pengisian kendaraan listrik tampak tidak dimanfaatkan secara optimal. Kedai makan yang dahulu melayani pengunjung juga sudah tidak beroperasi.

Wakil Bendesa Adat Koripan Tengah, Wayan Ardana, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan wisata tersebut sempat dijalankan desa adat dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan desa sekaligus menghidupkan potensi wisata sejarah di wilayah tersebut. Namun tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan jumlah kunjungan membuat pengelolaan akhirnya dihentikan.

Menurutnya, sebelumnya kawasan itu juga pernah dikelola pihak ketiga yang membangun sejumlah fasilitas penunjang wisata. Akan tetapi, kondisi serupa kembali terjadi karena rendahnya jumlah wisatawan yang datang ke lokasi.

Selain persoalan kunjungan, kondisi infrastruktur di sekitar kawasan juga menjadi perhatian. Beberapa titik disebut mengalami longsor, sementara kebersihan area trotoar dan lingkungan sekitar selama ini lebih banyak ditangani secara gotong royong oleh masyarakat desa adat.

Pihak desa adat berharap ke depan ada perhatian lebih serius terhadap keberadaan Goa Jepang sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Klungkung. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan investor maupun pihak swasta agar kawasan tersebut dapat kembali dikembangkan dan tidak terus terbengkalai.

Thursday, April 2, 2026

Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Ribuan Permohonan Jadi Bukti Kesadaran Masyarakat Meningkat

 



Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Bali. Hal tersebut terlihat saat dirinya mendampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam penyerahan HKI Provinsi Bali Tahun 2026 di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4).

Di bawah kepemimpinannya, kesadaran masyarakat Bali terhadap pentingnya perlindungan HKI menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 10.692 permohonan HKI. Sementara itu, hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah permohonan telah mencapai 5.003.

Lonjakan ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan karya, sekaligus hasil dari upaya edukasi dan sosialisasi yang terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Koster, perlindungan HKI bukan hanya sekadar aspek legalitas, tetapi juga bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali. Dengan adanya perlindungan resmi, karya masyarakat tidak hanya aman dari pembajakan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Melalui pelindungan HKI, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan penghargaan kepada para penciptanya,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam penguatan ekosistem HKI di Bali.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Bali tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuatnya melalui sistem hukum yang modern di tengah arus globalisasi.

Wednesday, April 1, 2026

Ibu Megawati Tegaskan HKI Jadi Senjata UMKM Bali Tembus Pasar Dunia

 




KLUNGKUNG, gianyardaily.com Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, hadir langsung di tengah pelaku UMKM Bali dalam Temu Wicara yang membahas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan manajemen usaha.

Didampingi Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta, Ibu Megawati menegaskan bahwa produk-produk Bali memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Namun, tanpa perlindungan hukum melalui HKI, karya tersebut berisiko diklaim oleh pihak lain.

Ia mencontohkan bagaimana kain tenun Endek Bali sudah digunakan oleh brand internasional, sehingga penting bagi pelaku UMKM untuk segera melindungi karya mereka.

Selain itu, Ibu Megawati juga mendorong kolaborasi dari hulu ke hilir, termasuk keterlibatan sektor hotel dan restoran untuk menggunakan produk lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

-->