Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Showing posts with label Breaking News. Show all posts
Showing posts with label Breaking News. Show all posts

Thursday, September 10, 2026

Ibu Putri Koster Kawal “Wastra Hitakara”, Dorong Lahirnya Desainer Berbakat dari Kabupaten/Kota

 


BANGLI, gianyardaily.com Upaya memperkuat ekosistem fesyen berbasis wastra sekaligus mendorong regenerasi desainer muda Bali terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali.

Melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”, tujuh desainer muda Bali menampilkan karya mereka yang dibawakan oleh 30 model di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut dikawal langsung Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. Road show yang digelar secara bergiliran di kabupaten/kota ini tidak hanya menjadi panggung bagi karya fesyen berbasis wastra, tetapi juga diarahkan untuk membuka ruang bagi munculnya desainer-desainer lokal berbakat di masing-masing daerah.

Ibu Putri Koster menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perajin Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali agar berkarya dan berinovasi menghasilkan produk busana berkualitas dengan memanfaatkan kain tenun tradisional endek Bali.

Menurutnya, pengembangan fesyen berbasis endek menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan perajin sekaligus memperluas penggunaan wastra Bali di tengah masyarakat.

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan. Bahkan, pada periode kedua ini saya menggandeng desainer, model, koreografer, dan komposer untuk berkeliling Bali,” ungkapnya.

Endek Tak Cukup Hanya Diperkenalkan sebagai Kain

Ibu Putri Koster menilai upaya pelestarian endek tidak cukup dilakukan sebatas memperkenalkan kain tradisional kepada masyarakat.

Endek, kata dia, perlu dihadirkan dalam bentuk busana yang menarik, relevan dengan perkembangan zaman, serta dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Dekranasda Bali Fashion Road Show dirancang dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem fesyen, mulai dari perajin kain tenun tradisional, desainer, penjahit, model, koreografer hingga komposer musik.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghidupkan rantai ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir, sekaligus memberikan ruang bagi setiap pelaku untuk berkembang.

Pelaksanaan “Wastra Hitakara” secara bergiliran di kabupaten/kota juga menjadi strategi untuk menemukan dan memberikan panggung kepada desainer lokal.

Kehadiran desainer muda Bali dalam setiap road show diharapkan dapat mengetoktularkan kreativitas sekaligus mendorong desainer di daerah agar berani tampil dan memperkenalkan karya mereka.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memunculkan desainer lokal dari setiap kabupaten yang kami kunjungi dan pilih sebagai lokasi penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show ‘Wastra Hitakara’ secara bergantian setiap bulan,” ujarnya.

Wastra Bali Sarat Filosofi dan Taksu

Selain mendorong regenerasi desainer, “Wastra Hitakara” menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan wastra Bali yang memiliki karakter berbeda di setiap wilayah.

Ibu Putri Koster menekankan bahwa kain tradisional Bali tidak hanya memiliki keindahan secara visual, tetapi juga menyimpan motif, filosofi, dan taksu yang mencerminkan identitas masyarakat serta daerah asalnya.

Salah satu yang disampaikan yakni filosofi kain geringsing. Menurutnya, kata “gering” berarti sakit, sedangkan “sing” berarti tidak. Makna tersebut merepresentasikan harapan akan kesehatan dan keselamatan yang diwariskan melalui tradisi menenun.

Nilai-nilai filosofis tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan wastra Bali untuk diperkenalkan lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya yang melekat di dalamnya.

Pengembangan fesyen berbasis wastra Bali juga diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day yang melibatkan perangkat daerah dan dilaksanakan setiap bulan, Dekranasda Bali Fashion Week yang digelar setiap akhir tahun, serta Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang dilaksanakan secara bergiliran di kabupaten/kota.

Melalui rangkaian program tersebut, karya desainer Bali diharapkan tidak berhenti di panggung peragaan busana. Karya-karya tersebut juga didorong masuk ke ruang kreatif dan digital yang lebih luas sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih besar.

Endek Bali Berpeluang Mendunia

Ibu Putri Koster juga mengingatkan besarnya potensi endek Bali untuk berkembang di tingkat global.

Pada periode sebelumnya, enam motif kain endek Bali dipilih oleh rumah mode Dior untuk digunakan dalam koleksinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan wastra Bali memiliki daya tarik dan potensi untuk mendapatkan tempat dalam industri fesyen dunia.

“Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Oleh karena itu, saya mengajak para perajin kain endek untuk terus menenun dan melakukan regenerasi. Sementara itu, para desainer muda Bali agar terus berkreasi dan berinovasi menghasilkan busana untuk ditampilkan di atas panggung, sekaligus menjadi rekomendasi pakaian yang dapat digunakan pada hari kerja,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan industri fesyen berbasis wastra dapat berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. Kreativitas dan inovasi diperlukan agar wastra tetap relevan, namun spirit, estetika, filosofi dan identitas budaya tetap terjaga.

Tujuh Desainer Ramaikan Wastra Hitakara di Bangli

Dalam penyelenggaraan di Bangli, sebanyak tujuh desainer muda Bali menampilkan karya mereka yang diperagakan oleh 30 model.

Ketujuh desainer tersebut yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.

A Tiga by Turah Mayun, antara lain, menampilkan payas agung Kabupaten Karangasem, payas ningrat Kabupaten Buleleng, dan payas agung Kota Denpasar.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyambut positif pelaksanaan “Wastra Hitakara” di Bangli.

Menurutnya, Bangli memiliki beragam produk wastra dan kerajinan dengan keunikan serta karakter tersendiri. Kreativitas dan inovasi para pelaku usaha perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda berharap semakin banyak perajin serta pelaku UMKM/IKM yang terdorong untuk berkarya sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Pengembangan fesyen berbasis wastra juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan perajin, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat untuk menggunakan produk lokal Bali.

Ibu Putri Koster menegaskan, Bali tidak hanya tumbuh sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai sumber inspirasi. Denyut perekonomian Bali turut digerakkan oleh tangan-tangan terampil para perajin, desainer, seniman dan pelaku industri kreatif yang terus menghasilkan karya berbasis kekayaan budaya Bali.

Di penghujung acara, karya para desainer kembali ditampilkan di area catwalk Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” di Bangli.

Busana yang diperagakan juga dapat dipilih dan dibeli oleh undangan yang hadir. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan karya desainer dengan pasar secara langsung, sehingga peragaan busana tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga membuka peluang pemasaran bagi pelaku industri fesyen Bali.

Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Bali Sasar Tiga Desa di Bangli



BANGLI,gianyardaily.com Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” kembali menyapa masyarakat di Kabupaten Bangli. Kali ini, kegiatan menyasar tiga desa, yakni Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, dan Desa Satra, Kecamatan Kintamani, Rabu (9/9/2026).

Di masing-masing lokasi, sebanyak 50 masyarakat menerima bantuan yang terdiri dari lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, kader PKK dan balita. Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur dan susu.

Penyaluran bantuan turut melibatkan sejumlah Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali. Bantuan yang disalurkan di antaranya paket Gemarikan, sembako, susu, multivitamin, bibit pohon, tanaman cabai hingga buku resep kuliner.

Bagi masyarakat penerima, bantuan tersebut dinilai memberikan manfaat langsung, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ni Nengah Masih, anggota PKK Banjar Sunting, Desa Pengotan, mengatakan bantuan dari TP PKK Provinsi Bali turut meringankan beban perekonomian keluarganya.

Ia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan anak-anak.

Hal senada disampaikan Ni Luh Sulastri, anggota PKK Dusun Padpadan, Desa Pengotan. Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di desa-desa lainnya di Bali.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” yang menyasar tiga desa di Kabupaten Bangli. Menurutnya, kehadiran dan bantuan yang diberikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menjadi perhatian yang selalu dinantikan masyarakat.

Tidak hanya memberikan bantuan, kegiatan “Bergerak dan Berbagi” juga diisi dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) memasak yang bekerja sama dengan Bali Chef Community (BCC). Sebanyak 30 anggota PKK desa dilibatkan dalam setiap pelaksanaan bimtek.

Bimtek tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan anggota PKK, khususnya dalam mengolah bahan pangan lokal. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya perhatian terhadap asupan makanan keluarga. Menurutnya, masyarakat di pedesaan tetap perlu memastikan makanan yang dikonsumsi keluarga memiliki nilai gizi yang baik.

“Walaupun kita tinggal di desa, makanan yang dikonsumsi oleh keluarga harus tetap makanan yang baik dan penuh gizi,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah makanan dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat tidak hanya diolah menjadi hidangan yang lezat, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga.

Selain bantuan sosial dan Bimtek memasak, kegiatan di tiga desa tersebut turut dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pelayanan vaksinasi rabies gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR) juga diberikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”, TP PKK Provinsi Bali tidak hanya menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan, kesehatan serta pemanfaatan potensi pangan lokal di tingkat desa.

Wednesday, September 2, 2026

Aksi Sosial TP Posyandu “Membina dan Berbagi” Sasar Kader di Dua Lokasi di Bangli

 


BANGLI,gianyardaily.com Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial bertajuk “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli, Selasa (2/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi dengan menyasar para kader Posyandu.

Kegiatan pertama berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut. Sebanyak 50 kader dari enam Posyandu menjadi sasaran aksi sosial tersebut.

Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Di lokasi kedua, aksi sosial diikuti 54 peserta yang berasal dari lima Posyandu.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kader menerima bantuan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Bantuan yang diberikan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, serta dua kotak susu.

Pemberian bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para kader atas peran mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bantuan diharapkan turut menambah semangat kader dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster juga menjelaskan mengenai perluasan bidang tugas Posyandu yang kini mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Untuk memudahkan kader mengingat enam bidang tersebut, ia memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Ia mendorong para kader agar lebih peka terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat dan aktif melakukan koordinasi sesuai bidang permasalahan yang ditemukan.

“Misalnya ada warga yang kesulitan dalam melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ujar Putri Koster.

Untuk bidang pendidikan tinggi, ia turut menyampaikan adanya program Pemprov Bali berupa 1 Keluarga 1 Sarjana. Menurutnya, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat diarahkan untuk memanfaatkan program tersebut.

Selain persoalan pendidikan, kader juga dapat membantu mendata dan mengomunikasikan persoalan sosial lainnya yang terjadi di lingkungan, termasuk kasus pencurian, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi sosial tersebut di wilayah Bangli. Ia menyebut Kabupaten Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan Posyandu yang kini memiliki cakupan tugas lebih luas melalui enam SPM.

“Kami bersama jajaran siap mendukung penguatan Posyandu di Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Sariasih juga menilai sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus dilakukan. Pasalnya, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah memiliki cakupan pelayanan dasar yang lebih luas.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan pentingnya pemahaman para kader yang bertugas di tingkat banjar mengenai perubahan tersebut.

Menurutnya, tanpa pemahaman yang baik, perluasan tugas Posyandu menjadi enam SPM berpotensi dianggap rumit oleh para kader. Padahal, transformasi tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu menjadi pelayanan dasar terpadu, responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Anom Agustina juga mengingatkan bahwa kader Posyandu bukan bertugas sebagai eksekutor. Peran utama kader adalah mencatat dan mendata berbagai persoalan masyarakat yang berkaitan dengan enam SPM.

Data dan permasalahan tersebut kemudian disampaikan kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel dan selanjutnya ke jenjang pemerintahan terkait.

Dengan penguatan pemahaman dan koordinasi tersebut, transformasi Posyandu diharapkan dapat semakin mendekatkan akses pelayanan dasar sekaligus memperkuat peran kader dalam membantu masyarakat di tingkat banjar.

Saturday, August 22, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas



Badung, gianyardaily.com  Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung. Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri Latihan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Badung di Pintu Masuk Selatan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya Polres Badung untuk memastikan kesiapan personel serta koordinasi seluruh unsur terkait dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan, termasuk potensi kerusuhan massa.

Simulasi dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung, Kapolres Badung Kombes Pol. Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., unsur TNI, Kejaksaan, Satpol PP, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam latihan tersebut, personel gabungan memperagakan sejumlah tahapan pengamanan aksi massa. Skenario diawali dengan penyampaian pendapat secara damai, dilanjutkan dengan proses negosiasi, hingga penanganan ketika situasi berkembang menjadi kondisi krisis.

Personel juga memperagakan langkah pengendalian massa secara terukur dengan dukungan sejumlah peralatan taktis, termasuk water cannon dan formasi pengamanan berlapis.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, simulasi Sispamkota penting dilakukan untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan serta pola koordinasi yang sama ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur, baik dari sisi personel, koordinasi maupun pola penanganannya. Yang paling utama tentu bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” ujar Anom Gumanti.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan serta sinergi dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Kami di DPRD Badung tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan Polres Badung bersama TNI dan pemerintah daerah. Sinergi ini harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi de

Anom Gumanti berharap latihan Sispamkota tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Harapannya, Badung tetap aman, tertib dan nyaman. Kesiapan seperti ini penting, tetapi tentu kita semua berharap situasi yang disimulasikan tidak sampai terjadi,” tandasnya.

Melalui latihan Sispamkota, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait diharapkan semakin solid. Koordinasi yang kuat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif di Kabupaten Badung.

Friday, August 21, 2026

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api



Badung, gianyardaily.com  Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Kepala DKLH Bali I Made Dwi Arbani menyampaikan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.05 Wita. Petugas kemudian mengerahkan dua unit mobil tangki air milik UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Bali yang memang disiagakan untuk menghadapi kondisi darurat di kawasan tersebut.

Menurut Dwi, titik api dapat dilokalisasi sehingga proses pemadaman berlangsung relatif singkat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.22 Wita atau kurang lebih 17 menit setelah kejadian dilaporkan.

Penanganan tidak hanya mengandalkan penyemprotan air. Tiga unit alat berat jenis ekskavator turut diterjunkan untuk membuka dan memindahkan material sampah di sekitar titik api. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat menjangkau bagian yang masih berpotensi menyimpan bara.

“Sudah terisolasi sehingga 17 menit sudah padam,” ujar Dwi saat ditemui di lokasi.

Usai api dinyatakan padam, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Armada Pemadam Kebakaran turut membantu proses tersebut.

Dwi menjelaskan, kesiapan menghadapi kondisi darurat di TPA Suwung telah menjadi bagian dari prosedur operasional. Dua mobil tangki yang dilengkapi nozzle selalu ditempatkan dalam kondisi siap digunakan.

“Kami sudah antisipasi dengan dua tangki air dengan nozzle. SOP kami begitu kalau ada emergency. Nanti alat berat bantu untuk geser sampah,” jelasnya.

Setelah situasi dinyatakan aman, kegiatan operasional TPA Suwung kembali berjalan seperti biasa. Kendaraan pengangkut sampah kembali diizinkan memasuki kawasan TPA sekitar pukul 14.01 Wita.

Cuaca Panas Diduga Picu Kebakaran

Terkait penyebab kejadian, Dwi menduga kondisi cuaca yang panas menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya api pada tumpukan sampah.

Sebagai langkah pencegahan, penyiraman dilakukan secara berkala di area TPA. Frekuensinya setidaknya satu kali dalam sepekan dan dapat ditambah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Selain itu, petugas juga dapat menggunakan armada pemadam untuk melakukan penyemprotan air apabila ditemukan area yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Yang rutin lagi, kami menyemprot pakai air dari pemadam sesuai kebutuhan untuk mencegah kebakaran,” terang Dwi.

Kesiapan personel, armada tangki, alat berat, serta proses pemantauan dan penyiraman rutin diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api di kawasan TPA Suwung.

Friday, August 14, 2026

DPRD Badung Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp13,09 Triliun



BADUNG , gianyardaily.com Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Badung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Dalam perubahan postur anggaran tersebut, belanja daerah Kabupaten Badung meningkat menjadi sekitar Rp13,09 triliun. Dari total belanja tersebut, porsi belanja infrastruktur mencapai 59,80 persen.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan Banggar DPRD Badung bersama TAPD dalam rangkaian Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 yang berlangsung pada Kamis (13/8).

Sebelum disepakati dalam rapat paripurna, pembahasan perubahan KUA-PPAS terlebih dahulu dilakukan melalui rapat kerja Banggar DPRD Badung bersama TAPD di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Badung.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi Wakil Ketua I Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II I Made Wijaya, dan Wakil Ketua III I Made Sunarta.

Sementara dari pihak eksekutif, hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba bersama jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Peningkatan belanja daerah dalam perubahan KUA-PPAS 2026 menjadi bagian dari penyesuaian arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Badung. Besarnya porsi belanja infrastruktur menunjukkan perhatian terhadap pembangunan sarana dan prasarana daerah sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan publik serta aktivitas masyarakat.

Dengan disepakatinya perubahan KUA-PPAS tersebut, proses penyusunan perubahan anggaran daerah selanjutnya akan mengikuti tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Thursday, June 11, 2026

Lanang Umbara Dampingi Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Ngeratep Petapakan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

 


BADUNG , Gianyardaily.com Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Lanang Umbara, mendampingi Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menghadiri Upacara Ngeratep Petapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (10/6).

Upacara Ngeratep Petapakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian karya keagamaan yang dilaksanakan usai prosesi ngodak sesuhunan. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh adat, prajuru desa adat, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Carangsari yang turut ngayah menyukseskan seluruh rangkaian upacara.

Kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Badung dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi keagamaan yang hingga kini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Lanang Umbara menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengempon pura, serta krama Desa Adat Carangsari yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan karya.

Menurutnya, semangat ngayah yang ditunjukkan masyarakat merupakan kekuatan utama yang menjaga keberlangsungan adat dan budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan zaman.

"Semangat ngayah dan kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Carangsari patut diapresiasi. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kuat masyarakat Bali dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya serta tradisi leluhur," ujar Lanang Umbara.

Ia menambahkan, pelaksanaan upacara keagamaan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya, serta menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

Lebih lanjut, Lanang Umbara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat Bali sekaligus memperkuat eksistensi desa adat sebagai benteng pelestarian budaya.

Prosesi Ngeratep Petapakan sendiri merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian karya di pura yang memiliki makna penyucian serta penguatan nilai-nilai spiritual. Pelaksanaannya mencerminkan komitmen masyarakat adat dalam menjaga kesinambungan tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan melalui keterlibatan krama desa dalam setiap tahapan upacara menjadi cerminan kuatnya nilai menyama braya yang tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat Desa Adat Carangsari.

Sunday, April 12, 2026

Tinjau Sentra Kompos Penarungan, Wabup Tegaskan Kualitas Pengolahan Harus Terjaga

 


Badung, gianyardaily.com Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, turun langsung meninjau aktivitas pengolahan kompos di kawasan Taman Bung Karno, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Minggu (12/4). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons atas aspirasi masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan limbah organik berjalan sesuai kaidah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Made Agus Aryawan, bersama jajaran terkait. Kehadiran Perbekel Desa Penarungan, Ni Wayan Kerni, serta Bendesa Adat Penarungan, I Made Widiada, turut memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Wabup meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) permanen, melainkan area yang difungsikan sementara sebagai pusat pengolahan kompos.

“Ini bukan TPST, tetapi hanya dimanfaatkan sementara untuk mendukung proses pengolahan kompos,” jelasnya di hadapan warga.

Ia juga memaparkan bahwa sistem yang diterapkan di lokasi tersebut menggunakan metode pengolahan tertutup. Sampah organik diolah dengan cara dimasukkan ke dalam tanah, kemudian ditutup kembali sehingga proses pembusukan berlangsung secara alami tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Menurutnya, pendekatan ini efektif dalam meminimalkan bau serta mencegah potensi pencemaran, sehingga tetap aman bagi masyarakat sekitar.

Selain fokus pada penanganan sampah, Pemerintah Kabupaten Badung juga merancang penataan kawasan Taman Bung Karno menjadi ruang publik yang representatif. Kawasan ini direncanakan berkembang sebagai taman kota yang terintegrasi dengan pembangunan akses jalan baru yang menghubungkan wilayah Munggu dengan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Penarungan.

Menutup kunjungannya, Wabup kembali menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mengatasi persoalan lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan sampah ini bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Wabup Bagus Alit Sucipta Dorong Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah Saat Tinjau TPST Mengwitani



Badung, gianyardaily.com Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani pada Minggu (12/4) guna melihat kondisi operasional serta tantangan pengelolaan sampah di lapangan. Dalam kunjungannya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi dari hulu hingga hilir, mengingat volume sampah yang masuk kini telah melampaui 120 ton setiap harinya.

Sebagai bentuk kepedulian, Wabup turut menyerahkan 1.000 paket makanan kepada para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Ia mengapresiasi peran mereka yang disebutnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Peran petugas di lapangan sangat vital dan patut diapresiasi. Namun, upaya mereka tidak akan maksimal jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Bagus Alit Sucipta saat berada di lokasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Badung tengah menyiapkan langkah percepatan untuk meningkatkan efektivitas penanganan sampah residu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kejelasan regulasi agar fasilitas seperti incinerator dapat segera difungsikan secara optimal.

Menurutnya, beban kerja TPST Mengwitani saat ini sudah cukup tinggi. Dengan kapasitas pemilahan maksimal sekitar 90 ton per hari, jumlah sampah yang masuk masih jauh melampaui kemampuan tersebut. Oleh karena itu, selain penguatan teknologi sebagai solusi jangka pendek, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Plt. Kepala DLHK Badung, Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa komposisi sampah harian terdiri dari 70–90 ton sampah campuran dan 50–70 ton sampah organik. Tingginya angka ini menyebabkan antrean penanganan yang tidak terhindarkan, meskipun telah diterapkan sistem hybrid yang menggabungkan tenaga manusia dan mesin.

“Kapasitas yang ada belum mampu sepenuhnya mengimbangi volume sampah yang terus meningkat, sehingga penumpukan masih terjadi,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pengolahan residu masih menghadapi kendala, terutama terkait regulasi operasional incinerator.

Menutup kunjungannya, Wabup kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan perubahan. Ia mengajak seluruh warga untuk mulai membiasakan diri memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi mewujudkan Badung yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Friday, April 3, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Pelantikan Perbekel Antar Waktu Bersama Bupati Adi Arnawa



BADUNG , gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, mendampingi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dalam pelantikan Perbekel Antar Waktu (PAW) yang berlangsung di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Selasa (31/3).

Pelantikan tersebut mencakup tiga desa, yakni Desa Pangsan, Kecamatan Petang, serta Desa Sedang dan Desa Bongkasa di Kecamatan Abiansemal. Prosesi berlangsung khidmat, ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan fakta integritas, serta penyerahan mandat kepada para perbekel yang dilantik.

Adapun pejabat yang resmi dilantik yaitu I Gusti Ngurah Muliharta sebagai Perbekel Desa Pangsan untuk masa jabatan 2026–2029, I Gusti Ngurah Suwindra sebagai Perbekel Desa Sedang periode 2026–2029, serta I Gusti Agung Sumajaya sebagai Perbekel Desa Bongkasa dengan masa jabatan hingga tahun 2030.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gst Lanang Umbara, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, para camat se-Badung, serta unsur kelembagaan desa seperti BPD, LPM, organisasi kewanitaan, hingga para perbekel dan Ketua TP PKK se-Kabupaten Badung.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan ucapan selamat kepada para perbekel yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya kesiapan dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memahami kondisi wilayah serta menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para perbekel segera melakukan penyesuaian dengan arah kebijakan dan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Badung. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan kabupaten menjadi kunci dalam memastikan program pembangunan berjalan optimal.

“Perbekel yang dilantik hari ini diharapkan dapat langsung beradaptasi dan menyelaraskan program kerja dengan visi misi pemerintah daerah, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta mendorong percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Thursday, April 2, 2026

Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Ribuan Permohonan Jadi Bukti Kesadaran Masyarakat Meningkat

 



Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Bali. Hal tersebut terlihat saat dirinya mendampingi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam penyerahan HKI Provinsi Bali Tahun 2026 di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4).

Di bawah kepemimpinannya, kesadaran masyarakat Bali terhadap pentingnya perlindungan HKI menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 10.692 permohonan HKI. Sementara itu, hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah permohonan telah mencapai 5.003.

Lonjakan ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan karya, sekaligus hasil dari upaya edukasi dan sosialisasi yang terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Koster, perlindungan HKI bukan hanya sekadar aspek legalitas, tetapi juga bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Bali. Dengan adanya perlindungan resmi, karya masyarakat tidak hanya aman dari pembajakan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Melalui pelindungan HKI, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan penghargaan kepada para penciptanya,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam penguatan ekosistem HKI di Bali.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Bali tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuatnya melalui sistem hukum yang modern di tengah arus globalisasi.

Ketua DPRD Badung Pimpin Rangkaian Rapat Banmus dan Paripurna



BADUNG , gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, memimpin rangkaian dua agenda rapat penting yang berlangsung secara berurutan di Ruang Rapat Gosana II, Pusat Pemerintahan Badung, Selasa (31/3).

Agenda pertama diawali dengan Rapat Badan Musyawarah (Banmus) yang dihadiri oleh unsur pimpinan serta anggota Banmus DPRD Badung. Dalam rapat tersebut, berbagai hal strategis dibahas, mulai dari evaluasi pelaksanaan kegiatan DPRD selama bulan Maret 2026 hingga penyusunan rencana kerja untuk bulan April 2026.

Tak hanya itu, rapat Banmus juga menyoroti pembentukan panitia khusus (pansus) sebagai langkah untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pendalaman terhadap isu-isu tertentu yang menjadi perhatian DPRD.

Setelah Banmus, agenda dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung yang kembali dipimpin langsung oleh Anom Gumanti. Dalam rapat paripurna tersebut, hasil pembahasan Banmus kemudian dibawa ke forum yang lebih luas untuk dibahas dan ditetapkan secara resmi.

Sejumlah poin penting yang disepakati dalam paripurna meliputi pengesahan realisasi kegiatan DPRD bulan Maret 2026, penetapan jadwal kegiatan untuk bulan April 2026, serta persetujuan pembentukan pansus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja lembaga legislatif.

Anom Gumanti menegaskan bahwa sinergi antar alat kelengkapan dewan menjadi kunci dalam menjaga efektivitas kinerja DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Melalui rangkaian rapat ini, DPRD Kabupaten Badung diharapkan mampu menjalankan tugas secara lebih terarah, terukur, dan responsif terhadap dinamika serta kebutuhan masyarakat.

Tuesday, March 31, 2026

Pimpin Paripurna, Anom Gumanti Tegaskan Evaluasi LKPJ Bupati Badung 2025



BADUNG, gianyardaily.com DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025–2026 di Ruang Sidang Utama Gosana, Selasa (31/3). Agenda utama rapat tersebut adalah penyampaian Pidato Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun Anggaran 2025.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, didampingi jajaran pimpinan DPRD serta dihadiri unsur Forkopimda dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Dalam keterangannya, Anom Gumanti menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan amanat konstitusi yang wajib ditindaklanjuti oleh DPRD melalui pembahasan yang komprehensif dan mendalam.

“Dokumen LKPJ sudah kami terima dan akan kami bahas secara seksama di DPRD,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pembahasan nantinya akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Badung selama Tahun Anggaran 2025.

Menurutnya, DPRD tidak hanya akan menyoroti capaian program, tetapi juga fokus pada efektivitas pelaksanaan serta dampaknya bagi masyarakat, termasuk isu strategis seperti kemacetan yang masih menjadi perhatian publik.

“Kami akan benar-benar memberikan atensi terhadap hal-hal yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk realisasi program yang sudah dianggarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dalam penyampaiannya mengakui bahwa capaian target pendapatan daerah pada tahun 2025 belum optimal. Realisasi pendapatan disebut baru mencapai sekitar 81 persen dari target yang ditetapkan, yang turut mempengaruhi pelaksanaan belanja daerah.

Meski demikian, ia memastikan bahwa program pembangunan tetap berjalan sesuai perencanaan dan akan berlanjut dalam periode kepemimpinannya 2025–2030.

“Kami tetap berkomitmen melanjutkan program pembangunan dengan visi mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas berlandaskan nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Badung memprioritaskan sejumlah program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, penanganan banjir, hingga pengelolaan sampah.

Adi Arnawa menyebut, sejumlah proyek infrastruktur jalan akan mulai dieksekusi secara bertahap, disertai penataan wilayah yang terdampak banjir.

Di sisi lain, kebijakan pengelolaan sampah juga mulai diperketat. Terhitung mulai 1 April 2026, Pemkab Badung tidak lagi memperbolehkan pembuangan sampah organik ke TPA Suwung dan hanya mengizinkan sampah residu.

“Kami berharap melalui edukasi dan keterlibatan seluruh elemen, termasuk ASN di lapangan, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan,” pungkasnya.


Putri Koster Gencarkan Aksi Sosial di Badung, Optimistis 85 Persen Program Desa Terealisasi



BADUNG, ginyardaily.com Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, terus menggencarkan aksi sosial melalui kegiatan Membina dan Berbagi di Desa Pangsan dan Desa Sulangai, Kabupaten Badung, Selasa (31/3).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, berkualitas, dan sejahtera melalui penguatan peran Posyandu di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Putri Koster menegaskan bahwa keberhasilan program desa sangat bergantung pada kinerja para kader di lapangan. Menurutnya, keseriusan kader dalam bekerja serta kemampuan menyerap aspirasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program.

“Apabila kader bekerja dengan serius serta mampu menyerap aspirasi sekaligus menyelesaikan permasalahan di desa, maka 85 persen program desa akan berhasil dilaksanakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi fokus layanan Posyandu saat ini. Salah satu yang ditekankan adalah pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Kulkul sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Putri Koster juga berencana untuk turut serta dalam kegiatan gotong royong bersama kader PKK dan Posyandu Desa Sulangai dalam waktu dekat.

Sementara itu, Pengarah Posyandu Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan layanan dasar kepada masyarakat, sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyerap aspirasi di tingkat desa.

Menurutnya, Tim Pembina Posyandu bertugas memberikan arahan, melakukan pembinaan kepada kader, serta melaksanakan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Putri Koster bersama jajaran juga meninjau TPS3R Sunara Giri Lestari di Desa Sulangai. Ia memberikan apresiasi terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber yang telah berjalan dengan baik dan melibatkan hampir seluruh warga desa.

Warga setempat diketahui telah mengelola sampah organik secara mandiri di rumah masing-masing. Sementara sampah daur ulang dikumpulkan untuk dijual kembali, dan sampah residu diolah menggunakan mesin insinerator hingga dimanfaatkan menjadi paving block.

Upaya ini dinilai sebagai contoh nyata keberhasilan kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah berbasis keberlanjutan.


Sunday, March 29, 2026

Dukung Tradisi Adat, Wagub Bali Serahkan Bantuan di Upacara Melaspas Bangli




Bangli, gianyardaily.com Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kelestarian adat dan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, pada rangkaian Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin di Desa Adat Guliang Kangin, Minggu (29/3).

Tak sekadar menghadiri, Giri Prasta juga terlibat langsung dalam prosesi upacara dengan turut ngayah bersama krama desa. Ia mengikuti rangkaian persembahyangan serta prosesi sakral mendem pedagingan bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Momentum tersebut menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di Bali. Di tengah perkembangan zaman, pelestarian adat dinilai tetap menjadi fondasi penting kehidupan masyarakat.

Dalam arahannya, Giri Prasta menekankan bahwa yadnya yang dilaksanakan masyarakat merupakan bentuk pengorbanan tulus yang mencakup banyak aspek, mulai dari pembangunan tempat suci hingga pelaksanaan upacara secara menyeluruh.

Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, baik melalui dukungan infrastruktur keagamaan maupun bantuan pembiayaan, sehingga krama dapat menjalankan kegiatan adat dengan lebih ringan dan khusyuk.

“Harapan kita, masyarakat tetap solid, sagilik saguluk sabayan taka, dan mampu mewujudkan kehidupan yang damai serta sejahtera,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta sebagai wujud bhakti kepada masyarakat. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, juga memberikan bantuan sebesar Rp10 juta sebagai dukungan terhadap pelaksanaan upacara.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan serta menjaga keberlanjutan adat dan budaya Bali di tengah masyarakat.

Saturday, March 28, 2026

Konjen China Dorong Wisatawan Hormati Budaya Bali, Nyepi Jadi Contoh




Pemprov Bali, gianyardaily.com Konsul Jenderal Tiongkok, Zhang Zhisheng menekankan pentingnya penghormatan terhadap adat dan budaya lokal Bali oleh wisatawan asing, khususnya dari Tiongkok.

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu Gubernur Bali, Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali.

Zhang mencontohkan keberhasilan imbauan kepada wisatawan Tiongkok saat Hari Raya Nyepi, di mana mereka dapat mematuhi seluruh aturan yang berlaku tanpa pelanggaran.

Ia menilai, kepatuhan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan antarbangsa tidak hanya dibangun melalui kerja sama ekonomi, tetapi juga melalui rasa saling menghormati terhadap nilai budaya.

“Ini menunjukkan bahwa wisatawan dapat beradaptasi dan menghargai kearifan lokal Bali,” ujarnya.

Bantu Warga dan Penyandang Disabilitas, Ketua DPRD Badung Turun Langsung di Kuta

 



Badung, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri kegiatan bakti sosial yang meliputi pemeriksaan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan sembako bagi penyandang disabilitas di Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja bersama Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi sosial dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Acara dipusatkan di kawasan Tsunami Shelter yang berada di Jaba Pura Segara, Desa Adat Kuta. Sejak pagi, kegiatan telah diawali dengan senam sehat Adi-Cipta yang diikuti oleh kader PKK serta para lansia di wilayah Kelurahan Kuta. Suasana kebersamaan dan antusiasme peserta terlihat jelas, mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga kesehatan sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.

Selain sebagai sarana rekreasi, kegiatan senam tersebut juga menjadi upaya promotif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, khususnya bagi kelompok lansia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup layanan dasar bagi masyarakat, serta penyerahan bantuan sembako kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan langsung manfaat kehadiran pemerintah dalam mendukung peningkatan kesejahteraan, khususnya di bidang kesehatan dan sosial. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas serta kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.

Bali–Tiongkok Jajaki Peluang Investasi dan Teknologi, Fokus Energi Masa Depan

 



Bali, gianyardaily.com Pemerintah Provinsi Bali membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Tiongkok, khususnya di sektor investasi dan teknologi masa depan. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Bali, Wayan Koster dan Konsul Jenderal Tiongkok, Zhang Zhisheng.

Zhang Zhisheng mengungkapkan bahwa Tiongkok telah menyusun rencana pembangunan lima tahun (2026–2030) yang membuka ruang kolaborasi baru dengan Indonesia, termasuk Bali.

Salah satu peluang konkret yang mencuat adalah kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy), yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Bahkan, sejumlah perusahaan Tiongkok disebut telah memenangkan tender proyek tersebut.

Kerja sama ini dinilai menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan lingkungan di Bali, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tengah pertumbuhan sektor pariwisata.

Koster Terima Konjen China, Bali dan Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis

 


Bali, gianyardaily.com Gubernur Bali, Wayan Koster menerima kunjungan Konsul Jenderal Tiongkok, Zhang Zhisheng di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (26/3). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Bali dan Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menyampaikan optimismenya terhadap penguatan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Ia berharap hubungan bilateral dapat terus berkembang ke arah yang lebih konkret dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Kami berharap akan terbuka lebih banyak peluang untuk memperkuat kemitraan dan menjalin kolaborasi baru ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Zhang Zhisheng menilai Bali memiliki potensi besar dalam berbagai sektor strategis, mulai dari investasi, perdagangan, pariwisata hingga pengembangan teknologi dan infrastruktur.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, serta promosi budaya.

Pemkab Badung Siapkan Insentif Jutaan Rupiah untuk Pelaporan Kematian

 



Badung, gianyardaily.com Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat, salah satunya melalui program penghargaan bagi warga yang tertib dalam pengurusan administrasi akta kematian.

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi misi Sapta Kriya Adi Cipta, yang diwujudkan dalam bentuk apresiasi kepada masyarakat yang melaporkan peristiwa kematian secara tepat waktu.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian insentif, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih aktif dalam melaporkan setiap peristiwa penting dalam kehidupan, khususnya kematian anggota keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Badung memberikan insentif dengan besaran berbeda, tergantung dari ketepatan waktu pelaporan. Untuk laporan yang disampaikan dalam kurun waktu 1 hingga 7 hari, masyarakat berhak menerima insentif sebesar Rp10 juta. Sementara pelaporan dalam rentang 8 hingga 15 hari diberikan Rp7,5 juta, dan pelaporan dalam 16 hingga 30 hari kerja mendapatkan Rp5 juta.

Program ini telah direalisasikan, salah satunya kepada keluarga almarhum I Putu Deni Rahady yang berdomisili di Banjar Tiying Tutul, Desa Pererenan, Badung. Keluarga tersebut menerima penghargaan karena telah melaporkan peristiwa kematian dalam waktu 1 hingga 7 hari.

Penghargaan yang diberikan berupa sertifikat, akta kematian, serta insentif sebesar Rp10 juta yang langsung ditransfer melalui rekening ahli waris di Bank BPD Bali.

Wabup Bagus Alit Sucipta menambahkan, kehadiran pemerintah secara langsung di rumah duka sekaligus penyerahan penghargaan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, khususnya dalam mempersiapkan rangkaian upacara adat seperti ngaben.


-->