GIANYAR,gianyardaily.com Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak
hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan
keterampilan dan aktivitas usaha. Hal tersebut turut dirasakan Anak Agung
Krisna Rafael, pemuda asal Ubud, Gianyar, yang mengembangkan minatnya terhadap
game menjadi sebuah bisnis di bidang layanan dan produk digital.
Pemuda berusia 20 tahun tersebut mulai mengenal dunia game
sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, Free Fire menjadi salah satu permainan
yang cukup sering dimainkannya. Dari pengalaman sebagai pemain, Krisna kemudian
mulai memahami kebutuhan komunitas gamer, termasuk layanan pengisian item atau
top-up serta berbagai kebutuhan digital lainnya.
Ketertarikannya untuk terjun ke dunia bisnis muncul setelah
dirinya mengalami sejumlah pengalaman kurang menyenangkan dalam transaksi
digital. Pengalaman tersebut kemudian mendorong Krisna untuk mencoba membangun
usaha dengan mengutamakan komunikasi dan kepercayaan pelanggan.
“Awalnya saya sering top-up menggunakan uang jajan sendiri.
Saya juga pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika melakukan
transaksi melalui media sosial. Dari sana saya mulai berpikir untuk mencoba
membangun usaha sendiri dengan pelayanan yang lebih jelas,” ujar Krisna.
Dengan modal awal sekitar Rp20 ribu, Krisna mulai
menjalankan usaha dalam skala kecil. Ia memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki
mengenai dunia game dan kebutuhan komunitas untuk mengembangkan usahanya secara
bertahap.
Seiring waktu, aktivitas bisnis tersebut berkembang
bersamaan dengan keterlibatannya dalam komunitas gaming. Seperti RJI, RJC Dll.
Krisna dipercaya menjadi bagian dari pengelolaan komunitas RJI yang memiliki
anggota dan jaringan komunitas di sejumlah wilayah Di Indonesia.
Menurut Krisna, keberadaan komunitas menjadi salah satu
bagian penting dalam perjalanan usahanya. Selain menjadi tempat bertukar informasi
mengenai game, komunitas juga memberinya kesempatan untuk memahami kebutuhan
para pemain sekaligus membangun relasi.
Dari aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara daring,
Krisna kemudian mengambil langkah dengan menghadirkan tempat usaha secara fisik
di kawasan Ubud.
Kehadiran offline store tersebut menjadi upaya untuk
memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin berkomunikasi dan mendapatkan
layanan secara langsung. Bagi Krisna, keberadaan tempat fisik juga menjadi
bagian dari pengembangan usaha agar tidak sepenuhnya bergantung pada transaksi
melalui platform digital.
Selain melayani kebutuhan pelanggan, tempat tersebut juga
diharapkan dapat menjadi ruang interaksi bagi komunitas gamer lokal. Diskusi
mengenai game, perkembangan industri digital, hingga berbagi pengalaman menjadi
bagian dari aktivitas yang ingin dikembangkan.
Meski demikian, Krisna menyadari bahwa aktivitas transaksi
di dunia digital memiliki berbagai risiko. Karena itu, ia mengimbau masyarakat,
khususnya pengguna layanan digital dan gamer, untuk selalu melakukan pengecekan
identitas penjual, menggunakan metode transaksi yang aman, serta memahami
ketentuan dari platform yang digunakan.
Perjalanan Krisna juga menjadi gambaran bahwa perkembangan
industri digital memberikan ruang bagi anak muda untuk mencoba berbagai bentuk
usaha. Namun, peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan literasi digital,
pengelolaan bisnis yang baik, serta kepatuhan terhadap aturan platform dan
ketentuan hukum yang berlaku.
Bagi Krisna, perjalanan tersebut bukan semata tentang
mengubah hobi menjadi sumber penghasilan. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan
bahwa ketekunan, kemampuan membaca peluang, dan kemauan untuk terus belajar
dapat menjadi modal penting bagi anak muda dalam membangun usaha di era digital.
Sebagai mahasiswa ITB STIKOM Bali, Krisna kini berupaya
membagi waktunya antara pendidikan dan pengembangan usaha. Ia berharap bisnis
yang dirintisnya dapat terus berkembang sekaligus memberikan pengalaman bagi
dirinya untuk memahami dunia kewirausahaan dan industri digital secara lebih
luas.
Informasi dan Media Sosial
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai
aktivitas bisnis dan komunitas yang dikembangkan Agung Krisna, informasi dapat
ditemukan melalui sejumlah kanal media sosial berikut:
Instagram Bisnis: @kssss_store dan @Pusatakunbali
Instagram: @gungdekrisna19___ dan @agungkrisnabalii
Facebook: Agung Krisna Bali
WhatsApp: +62 813-3972-9510 dan +62 812-3987-0137
Masyarakat disarankan tetap melakukan verifikasi identitas dan memastikan informasi kontak sebelum melakukan komunikasi maupun transaksi melalui kanal digital.








