Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Showing posts with label Badung. Show all posts
Showing posts with label Badung. Show all posts

Saturday, September 19, 2026

Ketua DPRD Badung Ngupasaksi Karya Mamungkah di Pura Dalem Kahyangan Tuban

 



BADUNG, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus ngupasaksi pelaksanaan upacara Melaspas, Nyusun Pedagingan, Mecaru Manca Rupa, dan Rsi Gana di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban, Kamis (17/9/2026).

Upacara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Manawa Ratna, dan Tawur Balik Sumpah Utama. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan DPRD Badung menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat yang digelar Desa Adat Tuban. Selain menjadi bagian dari rangkaian upacara, karya tersebut juga menjadi momentum bagi krama untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga keberlanjutan tradisi dan nilai-nilai keagamaan.

Anom Gumanti mengatakan, pelaksanaan karya di Pura Dalem Kahyangan Desa Adat Tuban merupakan bagian dari upaya krama dalam menjaga dan melestarikan adat, agama, serta tradisi Bali.

Menurutnya, pelaksanaan karya tidak hanya memiliki makna secara niskala, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat.

“Pelaksanaan karya seperti ini tentu memiliki makna yang sangat penting bagi krama. Selain sebagai bentuk bhakti dan yadnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta menjaga adat dan tradisi yang diwariskan para leluhur,” ujar Anom.

Ia berharap seluruh rangkaian karya hingga puncak pelaksanaan pada 26 September mendatang dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi krama Desa Adat Tuban.

“Kami tentu berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar, baik dari persiapan hingga puncak karya. Yang terpenting, kebersamaan dan gotong royong krama tetap dijaga,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Badung Dapil Kuta I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, dan I Made Sada.

Hadir pula Camat Kuta I Made Agus Suantara, jajaran Majelis Desa Adat Kabupaten Badung dan Kecamatan Kuta, Lurah Tuban, Kapolsek Kuta, Koramil 1611-03/Kuta, Detasemen Kavaleri 4/Simha Pasupati (Denkav 4/SP), Komandan Lanud Ngurah Rai, Polres Bandara, Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, BBMKG Wilayah III, serta jajaran PT Jasamarga Bali Tol.

Thursday, September 17, 2026

DPRD Badung Dampingi Bupati Hadiri Karya Pedudusan Alit di Pura Dalem Sari Kedampal

 


BADUNG,gianyardaily.com Anggota DPRD Kabupaten Badung I Putu Dendy Astra Wijaya mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri pelaksanaan Karya Pedudusan Alit, Ngenteg Linggih, Melaspas, Mupuk Pedagingan dan Tawur Balik Sumpah Madya di Pura Dalem Sari, Banjar Adat Kedampal, Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal, Selasa (15/9).

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam pelaksanaan karya tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat sekaligus upaya menjaga keberlangsungan adat, agama, tradisi dan budaya Bali.

Dendy mengatakan keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan keagamaan masyarakat diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kehadiran kami bersama pemerintah daerah dalam pelaksanaan karya ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Tentunya, adat, agama, tradisi dan budaya Bali harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Dendy.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa turut menandatangani prasasti sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan karya.

Bupati juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis kepada pengempon Pura Dalem Sari. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemkab Badung terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan masyarakat.

Menurut Dendy, dukungan pemerintah diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalankan seluruh rangkaian karya sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga adat dan tradisi.

“Kami berharap pelaksanaan karya berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang terpenting, nilai-nilai adat dan tradisi yang ada tetap dipertahankan serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Pelaksanaan karya di Pura Dalem Sari melibatkan sejumlah unsur masyarakat dan perangkat wilayah. Turut hadir Camat Abiansemal, Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kelian Banjar Adat, Prajuru Dinas, para pemangku, serta seluruh Prawartaka Karya.

Seluruh rangkaian upacara adat tersebut dijadwalkan berlangsung hingga prosesi penyineban pada 27 Oktober 2026 mendatang.

Wednesday, September 16, 2026

Pansus DPRD Badung Matangkan Raperda Pelestarian Seni dan Budaya

 


BADUNG,gianyardaily.com Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Badung terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pelestarian Seni dan Budaya. Pendalaman dan penyempurnaan draf dilakukan dalam rapat lanjutan yang digelar Selasa (15/9/2026).

Rapat dipimpin Ketua Pansus I Nyoman Graha Wicaksana bersama anggota Pansus I Made Suwardana, I Made Retha dan I Gede Aryantha. Pembahasan turut melibatkan sejumlah perangkat daerah, tim penyusun, serta tenaga ahli.

Ketua Pansus I Nyoman Graha Wicaksana mengatakan, pembahasan Raperda diarahkan agar regulasi yang disusun dapat menjadi pijakan dalam menjaga keberadaan seni dan budaya di Kabupaten Badung.

“Raperda ini diharapkan menjadi landasan yang kuat untuk menjaga, melindungi, mengembangkan, dan melestarikan seni dan budaya sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Badung dan Bali,” ujar Graha.

Menurutnya, penyusunan regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian seni dan budaya di tengah perkembangan masyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam rapat tersebut, Pansus bersama pihak terkait menyepakati draf Raperda untuk selanjutnya dilaporkan dalam Rapat Paripurna Intern DPRD Kabupaten Badung.

Setelah melalui tahapan tersebut, draf Raperda akan disampaikan kepada pihak eksekutif untuk memasuki proses pembahasan lebih lanjut.

Dengan semakin matangnya draf Raperda, DPRD Badung berharap regulasi tentang pelestarian seni dan budaya nantinya dapat memberikan landasan yang jelas dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan seni dan budaya di Kabupaten Badung.

Monday, September 14, 2026

DPRD Badung Hadiri Upacara Atma Wedana dan Manusa Yadnya di Desa Adat Kuta

 


BADUNG , gianyardaiy.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, serta Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah) yang digelar Desa Adat Kuta, Kamis (10/9/2026).

Rangkaian upacara yang berlangsung di Bale Penyadnyan Desa Adat Kuta tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya masyarakat sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus bentuk pelaksanaan ajaran agama Hindu dan adat Bali.

Di tengah perkembangan Kuta sebagai salah satu kawasan pariwisata utama di Bali, pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat setempat.

I Gusti Anom Gumanti menyampaikan, perkembangan pariwisata di Kuta hendaknya tetap berjalan beriringan dengan pelestarian adat, budaya dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Kuta merupakan kawasan pariwisata yang terus berkembang, tetapi adat, budaya dan tradisi tidak boleh ditinggalkan. Justru di tengah perkembangan pariwisata ini, nilai-nilai adat dan budaya harus tetap dijaga dan dilestarikan,” ujar Anom Gumanti.

Tokoh kelahiran Kuta tersebut menilai, pelaksanaan yadnya seperti Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah dan Manusa Yadnya bukan hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan tradisi masyarakat Bali.

Menurutnya, keberlangsungan kegiatan adat dan keagamaan penting untuk memastikan generasi penerus tetap mengenal dan memahami nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Dengan demikian, kemajuan kawasan pariwisata dapat terus berjalan tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.

“Kemajuan pariwisata harus tetap memiliki pijakan pada adat dan budaya. Ini yang menjadi kekuatan Bali, sehingga tradisi yang ada harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Graha Wicaksana, serta Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara dan I Nyoman Sudana.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan legislatif tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat yang dilaksanakan masyarakat Desa Adat Kuta.

Rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah dan Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah) tersebut sekaligus mencerminkan komitmen masyarakat Desa Adat Kuta dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya dan tradisi di tengah dinamika perkembangan kawasan pariwisata.

Thursday, September 10, 2026

Hadiri Karya di Seminyak, DPRD Badung Tegaskan Komitmen Jaga Adat dan Budaya

 


BADUNG,gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus ngupasaksi Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Wraspati Kalpa di Pura Pemayun Seminyak, Desa Adat Seminyak, Selasa (8/9/2026).

Kehadiran pimpinan legislatif dan eksekutif tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan sekaligus mempererat hubungan pemerintah dengan krama.

Bagi masyarakat Hindu Bali, Karya Ngenteg Linggih merupakan rangkaian upacara yang berkaitan dengan penyucian serta pengembalian fungsi kesucian pura setelah melalui proses pembangunan, perbaikan maupun penataan.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, pelaksanaan karya juga menjadi ruang bagi krama untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan karya mencerminkan tanggung jawab bersama dalam menjaga tempat suci sekaligus melestarikan warisan adat dan budaya.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi pelaksanaan karya tersebut. Ia menilai adat, agama dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali sehingga keberlangsungannya perlu dijaga secara bersama-sama.

“Kami hadir sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada krama yang melaksanakan karya. Adat, agama dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Karena itu, keberlangsungannya harus kita jaga bersama,” ujar Anom Gumanti.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang terlihat dalam pelaksanaan karya menjadi salah satu kekuatan masyarakat Bali. Partisipasi krama dalam setiap tahapan kegiatan tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.

Anom Gumanti berharap seluruh rangkaian Karya Ngenteg Linggih Pedudusan Alit Wraspati Kalpa dapat berjalan lancar dan memberikan ketenteraman serta kerahayuan bagi seluruh krama.

“Semoga karya ini berjalan lancar, memberikan ketenteraman dan kerahayuan bagi seluruh krama. Yang tidak kalah penting, semangat kebersamaan dan gotong royong yang tumbuh dalam pelaksanaan karya ini dapat terus dipertahankan,” katanya.

Kehadiran Ketua DPRD Badung bersama Bupati Badung juga mencerminkan sinergi antara unsur legislatif dan eksekutif dalam memberikan perhatian terhadap kehidupan adat, agama dan budaya masyarakat.

Di tengah perkembangan pembangunan Badung, nilai-nilai lokal dinilai tetap memiliki peran penting sebagai identitas dan kekuatan masyarakat. Karena itu, pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi berjalan seiring dengan pelestarian nilai sosial, spiritual dan budaya.

Melalui kehadiran langsung dalam kegiatan masyarakat, DPRD Badung menegaskan dukungannya terhadap upaya menjaga adat, agama dan budaya sebagai bagian penting dari kehidupan krama Badung.

Hadiri Karya di Pura Ibu Panti Bualu, DPRD Badung Dorong Krama Jaga Adat



BADUNG, gianyardaily.com Jajaran DPRD Kabupaten Badung terus menunjukkan dukungan terhadap keberlangsungan adat dan agama dengan hadir langsung di tengah masyarakat. Anggota DPRD Badung I Nyoman Karyana, I Wayan Sukses, I Wayan Luwir Wiana dan I Made Rai Wirata mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus ngupasaksi Karya di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Wantilan Dadia Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (7/9/2026).

Kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kegiatan adat dan keagamaan sekaligus mempererat hubungan dengan krama. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat mempertahankan kebersamaan serta semangat gotong royong dalam menjaga adat dan agama.

I Nyoman Karyana mengatakan, pelaksanaan karya tidak hanya memiliki makna dalam konteks ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Menurutnya, nilai menyama braya dan gotong royong yang tumbuh dalam setiap kegiatan adat merupakan kekuatan yang perlu terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

“Kita melihat kegiatan seperti ini bukan hanya sebagai kewajiban dalam melaksanakan yadnya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan. Nilai menyama braya dan gotong royong inilah yang harus terus dijaga,” kata Karyana.

Karyana yang juga berasal dari Desa Bualu tersebut turut mengapresiasi kehadiran Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam berbagai kegiatan masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung memberikan semangat sekaligus menunjukkan perhatian terhadap kehidupan sosial, agama dan adat masyarakat.

“Kami tentu mengapresiasi Bapak Bupati yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, utamanya dalam kegiatan agama dan sosial. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat seperti ini tentu memberikan semangat sekaligus menunjukkan perhatian terhadap kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Ia kemudian mengajak krama untuk terus menjaga kekompakan dan persatuan dalam setiap kegiatan di lingkungan masing-masing. Karyana menilai, keberlangsungan adat dan agama tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan masyarakat secara bersama-sama.

“Adat dan agama tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga. Kami di DPRD memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan adat dan agama. Harapannya, kebersamaan, gotong royong dan persatuan di tengah masyarakat terus terpelihara,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekcam Kuta Selatan bersama unsur Tripika, Lurah Benoa, Bendesa Adat Bualu, Penglingsir Pasemetonan Dukuh Bali, serta krama Pasemetonan Dukuh Badung.

Sementara itu, puncak pujawali di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu dijadwalkan berlangsung pada Anggara Kliwon Wuku Prangbakat, Selasa (15/9/2026).

Melalui kehadiran dalam kegiatan adat dan keagamaan, DPRD Badung berharap semangat gotong royong, menyama braya dan kepedulian masyarakat terhadap adat serta agama dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Wednesday, September 9, 2026

Gubernur Koster Dorong Aksi Iklim Bali Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Hijau




BADUNG ,gianyardaily.com
Pemerintah Provinsi Bali mendorong aksi iklim tidak hanya menjadi upaya menghadapi perubahan iklim, tetapi juga bagian dari pembangunan berkelanjutan yang mampu membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan paparan bertajuk “Aksi Iklim Bali: Regulasi, Implementasi, dan Peluang Kolaborasi” dalam Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 di Hotel Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Selasa (8/9/2026).

Koster menegaskan, kebijakan aksi iklim Bali dibangun dengan berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Filosofi tersebut menjadi pijakan dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya, sekaligus mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala maupun niskala.

Dalam implementasinya, aksi iklim Bali diarahkan pada keseimbangan antara Manusia Bali, Alam Bali, dan Kebudayaan Bali. Ketiganya dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan.

Manusia Bali diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan yang berkelanjutan. Sementara alam dijaga melalui perlindungan hutan, ekosistem pesisir, mangrove, padang lamun, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Kebudayaan Bali menjadi fondasi nilai, tradisi, dan kearifan lokal dalam membangun hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Koster menyebut Bali kini telah memiliki sejumlah aset iklim yang dapat menjadi modal dalam pengembangan ekonomi hijau. Di sektor energi terbarukan, misalnya, Bali telah memiliki sekitar 45 MWp kapasitas PLTS terpasang, 17.225 kendaraan listrik roda dua dan roda empat, serta 302 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Potensi serupa juga terdapat pada sektor blue carbon. Bali memiliki sekitar 2.330 hektare kawasan mangrove, dengan 88 persen di antaranya berada dalam kategori lebat, serta sekitar 1.307 hektare padang lamun.

Menurut Koster, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi blue carbon credit dengan tetap memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Sementara di sektor pertanian, sekitar 52.909 hektare sawah di Bali telah menerapkan sistem pertanian organik. Angka tersebut mencapai sekitar 82 persen dari total luas sawah dan dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan soil carbon serta biodiversity credits.

Pada sektor kehutanan, Bali memiliki sekitar 131.171 hektare kawasan hutan. Luasan tersebut terdiri dari sekitar 96.688 hektare hutan lindung dan 26.396 hektare kawasan konservasi.

Aset kehutanan tersebut tidak hanya berperan dalam menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam penyerapan karbon.

Koster menegaskan, berbagai potensi tersebut tidak boleh dipandang sebatas angka atau aset ekologis. Dengan tata kelola yang tepat, aset tersebut dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru.

Namun, pengembangannya harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dengan tata kelola yang baik, serta tidak mengorbankan kelestarian lingkungan.

Tiga Peluang Kolaborasi Karbon

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali membuka tiga peluang kolaborasi karbon yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan, yakni blue carbon melalui mangrove dan padang lamun, solar energy melalui pembangunan PLTS skala besar, serta agricultural carbon melalui pengembangan pertanian organik dan soil carbon.

Khusus pengembangan PLTS skala besar, Bali membuka peluang dengan target tahap pertama sekitar 300 MWp. Kapasitas tersebut selanjutnya dapat dikembangkan hingga 700–1.200 MWp.

Pengembangan energi surya tersebut diarahkan untuk mendukung transisi energi sekaligus membuka peluang renewable energy certificate dan carbon credit.

Untuk merealisasikan berbagai peluang tersebut, Koster menyebut Bali membutuhkan kolaborasi dengan investor, pengembang proyek, lembaga standar internasional, akademisi, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Meski demikian, seluruh kolaborasi harus tetap berada dalam kerangka regulasi dan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Hal ini penting untuk memberikan kepastian, menjaga kepentingan masyarakat, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari pengembangan karbon dapat kembali kepada Bali.

“Bali ingin menunjukkan bahwa menjaga alam bukan hambatan bagi pertumbuhan ekonomi. Justru dengan menjaga alam, kita membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian garis besar pesan Koster.

Dengan pendekatan tersebut, aksi iklim Bali diarahkan tidak berhenti pada pengurangan emisi. Lebih jauh, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, membuka peluang ekonomi baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ICCBA Apresiasi Fondasi Kebijakan Bali

Chairman Indonesia Carbon Credit and Biodiversity Alliance (ICCBA) Rob Raffael Kardinal mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai telah membangun fondasi kebijakan sekaligus memiliki berbagai aset nyata untuk dikembangkan dalam ekosistem karbon dan keanekaragaman hayati.

Menurut Rob, Bali memiliki potensi untuk menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi berbasis karbon dan biodiversitas yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Potensi mangrove, padang lamun, pertanian organik, energi terbarukan, hingga kawasan hutan dinilai dapat dikembangkan melalui kolaborasi multipihak dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat.

“Bali memiliki sesuatu yang sangat kuat, yaitu kombinasi antara alam, budaya, kebijakan, dan masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk membangun ekosistem karbon dan biodiversitas yang kredibel. Kami melihat Bali bukan hanya memiliki potensi untuk menghasilkan carbon credit, tetapi juga dapat menjadi contoh bagaimana carbon credit dan biodiversity credit dikembangkan dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rob.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, investor, lembaga standar, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar berbagai potensi tersebut dapat diwujudkan menjadi proyek yang konkret, terukur, serta memenuhi standar yang dapat diterima secara internasional.

“Kami siap mendorong kolaborasi dan mempertemukan Bali dengan berbagai mitra strategis, baik nasional maupun internasional. Harapannya, apa yang dikembangkan di Bali dapat menjadi model yang tidak hanya bermanfaat bagi Bali dan Indonesia, tetapi juga dapat direplikasi di berbagai wilayah dan negara lain,” tambahnya.

Melalui penguatan regulasi, kolaborasi multipihak, serta pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan, Bali diarahkan untuk membangun ekonomi hijau yang tetap berpijak pada kearifan lokal dan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Sunday, September 6, 2026

DPRD Badung Dukung Bakti Negara Cup I, Jadi Wadah Tumbuhkan Sportivitas




BADUNG, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang juga Ketua IPSI Bali dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri pelaksanaan Bakti Negara Cup I di GOR Purna Krida, Kerobokan, Jumat (4/9).

Kehadiran pimpinan daerah bersama sejumlah anggota DPRD Badung menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga sekaligus mendorong terciptanya ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, Bakti Negara Cup I menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga. Menurutnya, kompetisi olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Olahraga ini bukan hanya soal menang dan kalah. Yang lebih penting bagaimana kita membangun sportivitas, disiplin, kebersamaan dan rasa persaudaraan. Karena itu, kegiatan seperti Bakti Negara Cup I tentu sangat positif dan patut kita dukung bersama,” ujar Anom Gumanti.

Ia berharap ajang tersebut dapat menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan dan pengalaman bertanding. Selain itu, kompetisi juga diharapkan mampu membuka peluang bagi munculnya bibit-bibit atlet potensial dari Kabupaten Badung.

“Harapan kita tentu dari kegiatan seperti ini lahir atlet-atlet yang berprestasi. Tetapi yang tidak kalah penting, anak-anak muda kita memiliki kegiatan positif, sehat, dan bisa membangun kebersamaan,” katanya.

Anom juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bakti Negara Cup I. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, peserta, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang semakin baik di Kabupaten Badung.

Pelaksanaan Bakti Negara Cup I diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat nilai sportivitas, disiplin, kebersamaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Melalui kompetisi tersebut, semangat olahraga diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi ke dalam kegiatan yang positif sekaligus mempererat persatuan di Kabupaten Badung.

Thursday, September 3, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Ngaben, Metatah dan Nyekah Massal VII Desa Adat Jimbaran



BADUNG, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) Sawa Pranawa Madya, Metatah lan Nyekah Massal VII Desa Adat Jimbaran Tahun 2026.

Upacara keagamaan dan adat tersebut berlangsung di Wantilan Kuari Jimbaran, Selasa (1/9). Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Sudira, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Wayan Disel Astawa, Camat Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, serta tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan Pitra Yadnya, Metatah lan Nyekah Massal VII menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan dan adat yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh krama Desa Adat Jimbaran.

Selain menjadi momentum bagi masyarakat dalam menjalankan kewajiban agama dan adat, pelaksanaan upacara secara massal tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah krama.

I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi semangat krama Desa Adat Jimbaran yang bergotong royong dalam melaksanakan seluruh rangkaian upacara.

“Pelaksanaan upacara secara massal ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang begitu kuat di tengah masyarakat. Nilai-nilai menyama braya seperti ini menjadi bagian penting dalam kehidupan adat dan budaya Bali,” ujarnya.

Menurut Anom Gumanti, keberlangsungan kegiatan adat dan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Bali. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan antarkrama.

Ia berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan khidmat. Pelaksanaan yadnya juga diharapkan membawa kerahayuan bagi keluarga yang melaksanakan serta memberikan kebaikan bagi seluruh krama Desa Adat Jimbaran.

“Kita berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan khidmat. Semoga pelaksanaan yadnya ini membawa kerahayuan bagi seluruh keluarga yang melaksanakan dan memberikan kebaikan bagi krama Desa Adat Jimbaran,” katanya.

Tuesday, September 1, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Persembahyangan King Ho Ping di Vihara Dharmayana Kuta

 


BADUNG, gianyadaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri Persembahyangan Rebutan atau King Ho Ping yang digelar di Vihara Dharmayana Kuta (Leeng Gwan Bio), Kuta, Minggu (30/8).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Pertemuan Paguyuban Putaran IV Pertemuan Keempat serta Ju Hui TITD dan Vihara dengan pujaan utama Yang Mulia Kongco “Tan Hu Cin Jin” Tahun 2026.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan diikuti dengan suasana penuh keakraban. Kehadiran Anom Gumanti menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, seni, dan budaya yang dilaksanakan Vihara Dharmayana Kuta bersama paguyuban TITD dan Vihara.

Anom Gumanti mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain menjadi bagian dari pelaksanaan keagamaan, juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan dan persaudaraan. Ini menunjukkan bahwa keberagaman di Badung dapat dirawat dengan semangat toleransi dan saling menghargai,” ujarnya.

Menurut Anom, keberagaman budaya dan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat merupakan kekayaan yang harus terus dijaga. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkesinambungan dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Kita berharap kegiatan ini terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kerukunan. Pemerintah tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang membawa semangat kebersamaan serta memperkuat persatuan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Kuta Made Agus Suantara, Sekretaris Camat Kuta Putu Dedik Adi Ardiana, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana, Lurah Kuta I Gusti Ayu Putu Erawati, Ketua LPM Kelurahan Kuta Putu Adnyana, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan kebudayaan sekaligus memperkuat semangat toleransi di wilayah Kuta.

Selain persembahyangan dan ramah tamah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai pagelaran seni budaya dan olahraga. Penampilan tersebut melibatkan perwakilan TITD dan Vihara dari Jawa Timur, Bali, serta Lombok.

Rangkaian kegiatan menjadi kesempatan bagi para anggota paguyuban TITD dan Vihara dari berbagai daerah untuk bertemu dan mempererat tali silaturahmi. Selain sebagai kegiatan keagamaan, acara tersebut juga menjadi ruang perjumpaan budaya yang memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Komisi I DPRD Badung Tindaklanjuti Aduan Petani Munggu, Segera Cek Lokasi LP2B



BADUNG, gianyardaily.com Aduan petani, subak, dan pekaseh Desa Munggu terkait dugaan pembangunan tanpa kelengkapan izin di kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mendapat perhatian Komisi I DPRD Badung.

Persoalan tersebut dibahas dalam rapat kerja yang mempertemukan Komisi I DPRD Badung dengan petani, Pemerintah Desa Munggu, serta tokoh masyarakat setempat di Ruang Gosana II Gedung DPRD Badung, Senin (31/8).

Rapat digelar sebagai upaya mediasi sekaligus untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat mengenai aktivitas pembangunan yang diduga dilakukan tanpa kelengkapan perizinan di wilayah LP2B.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, didampingi Sekretaris Komisi I Made Rai Wirata dan Anggota Komisi I Wayan Puspa Negara, mengatakan pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat Desa Munggu.

“Hari ini kita melakukan mediasi dengan para tokoh di Desa Munggu terkait adanya laporan pembangunan liar atau pengembang yang tidak melengkapi izin dan membangun di wilayah LP2B,” ujar Lanang Umbara.

Ia menyebut proses mediasi berjalan dengan baik. Lanang berharap masyarakat, khususnya para tokoh dan pemangku kepentingan di Desa Munggu, dapat terus bersinergi dalam menjaga keberadaan lahan pertanian serta kelestarian wilayah desa.

“Astungkara, syukur semua sudah bisa berjalan dengan baik. Semoga tokoh-tokoh kita ini bisa semakin bersatu untuk menjaga, melindungi dan melestarikan Munggu, Desa Munggu itu sendiri,” katanya.

Tak berhenti pada mediasi, Komisi I DPRD Badung memastikan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan sekaligus menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan petani, pekaseh, maupun Perbekel Desa Munggu.

“Nanti kita pasti akan turun ke lapangan,” tegas Lanang.

Peninjauan lapangan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait kondisi pembangunan yang dikeluhkan masyarakat serta menjadi dasar bagi DPRD Badung dalam menentukan langkah selanjutnya.

Friday, August 28, 2026

Estafet Kepemimpinan Imigrasi Ngurah Rai Berganti, Anom Gumanti Harap Sinergi dengan Pemda Makin Kuat

 



BADUNG, gianyardaily.com  Estafet kepemimpinan di Kantor Imigrasi Kelas Khusus TPI Ngurah Rai resmi berganti. Muhamad Novandri dipercaya melanjutkan kepemimpinan setelah Bugie Kurniawan mendapat penugasan baru sebagai Analis Keimigrasian Ahli Madya pada Direktorat Jenderal Imigrasi.

Pergantian tersebut ditandai dengan acara pisah sambut yang digelar di Hotel Platinum Kedonganan, Badung, Rabu (26/8) malam. Acara turut dihadiri Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti.

Anom Gumanti mengatakan, pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk memastikan kesinambungan kerja sama yang telah terbangun. Menurutnya, posisi Imigrasi Ngurah Rai sangat strategis, terutama dalam mendukung pelayanan publik, pengawasan keimigrasian, serta keberlangsungan sektor pariwisata Bali.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bugie Kurniawan atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan tugas di Bali.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian serta kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga Pak Bugie sukses dan semakin baik dalam melanjutkan tugas di tempat yang baru,” ujar Anom.

Sementara kepada Muhamad Novandri, Anom menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas. Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan fondasi kerja sama yang telah dibangun sekaligus memperkuat koordinasi antara Imigrasi dan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran Pak Novandri. Mudah-mudahan sinergi yang sudah berjalan selama ini dapat terus dipertahankan dan semakin diperkuat, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Menurut Anom, penguatan sinergi menjadi penting mengingat Kantor Imigrasi Ngurah Rai memiliki peran strategis sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Bali.

Dengan kepemimpinan baru, ia berharap koordinasi lintas sektor antara Imigrasi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat semakin solid sehingga pelayanan keimigrasian maupun pengawasan terhadap orang asing di Bali dapat berjalan optimal.

Pergantian kepemimpinan ini pun diharapkan tidak hanya menjadi perubahan dalam struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pelayanan publik dan iklim pariwisata Bali yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Monday, August 24, 2026

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat



BADUNG,gianyardailly.com  Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan LPD sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa adat di Bali. Mengangkat tema “26 Tahun BKS LPD Badung Mengabdi, Bersinergi dalam Harmoni Wujudkan LPD Sehat, Kuat, Berkelanjutan, Desa Adat Berdaulat”, kegiatan diisi dengan berbagai agenda, termasuk pemotongan tumpeng oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas perjalanan BKS-LPD Badung yang telah berkontribusi dalam mendukung perekonomian masyarakat. Ia berharap seluruh jajaran LPD dapat terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan produktivitas, serta menjalankan pengelolaan lembaga dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Tri Hita Karana.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap LPD tidak sebatas pada persoalan permodalan. Pemerintah Kabupaten Badung juga berupaya membangun lingkungan ekonomi yang mampu mendorong tumbuhnya investasi dan aktivitas usaha masyarakat.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian pemerintah adalah pembangunan infrastruktur. Adi Arnawa menilai infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus membuka peluang investasi baru. Pada akhirnya, pertumbuhan tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi. Saya memulai dari infrastruktur. Karena saya percaya dengan infrastruktur orang akan semakin nyaman untuk berinvestasi,” ujar Adi Arnawa.

Dukungan terhadap perkembangan LPD Badung juga disampaikan Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Nyoman Cendikiawan. Ia menilai keberadaan LPD di Kabupaten Badung memiliki posisi strategis dan bahkan menjadi salah satu acuan dalam pengembangan program BKS-LPD di tingkat provinsi.

Saat ini terdapat 122 LPD di Kabupaten Badung dengan jumlah tenaga kerja mencapai sekitar 1.331 orang. Secara keseluruhan, aset LPD di Badung telah mencapai sekitar Rp11 triliun.

Besarnya kontribusi tersebut turut tercermin dari porsi aset LPD Badung terhadap total aset LPD di seluruh Bali. Dari total aset LPD se-Bali yang berada di kisaran Rp36 triliun, sekitar 31 persen di antaranya berasal dari LPD yang berada di Kabupaten Badung.

Cendikiawan berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan LPD sebagai lembaga keuangan berbasis desa adat. Keberadaan LPD dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-26 BKS-LPD Badung, Ketut Sender, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan BKS-LPD Badung sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan antarkaryawan LPD di seluruh wilayah Badung.

Rangkaian peringatan HUT juga diisi dengan kegiatan sosial. BKS-LPD Badung menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk tali kasih kepada penyandang disabilitas di wilayah Desa Adat Kwanji, Sempidi.

Bantuan tersebut dihimpun melalui kas BKS-LPD Badung serta dukungan dari sejumlah donatur. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat keberadaan LPD tidak hanya dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketut Sender mengajak seluruh elemen terkait untuk terus menjaga kesehatan dan keberlangsungan LPD agar mampu menjadi lembaga keuangan yang kuat. Dengan pengelolaan yang baik, LPD diharapkan dapat semakin berperan dalam mendukung pembangunan desa adat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perayaan HUT ke-26 tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran BPD Bali Cabang Mangupura dan Badung, perwakilan Jamkrida Provinsi Bali, Kabag Audit LP LPD Bali, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, jajaran BKS-LPD Kabupaten Badung, serta para ketua dan karyawan LPD se-Kabupaten Badung. (GD)

Saturday, August 22, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas



Badung, gianyardaily.com  Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung. Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri Latihan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Badung di Pintu Masuk Selatan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya Polres Badung untuk memastikan kesiapan personel serta koordinasi seluruh unsur terkait dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan, termasuk potensi kerusuhan massa.

Simulasi dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung, Kapolres Badung Kombes Pol. Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., unsur TNI, Kejaksaan, Satpol PP, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam latihan tersebut, personel gabungan memperagakan sejumlah tahapan pengamanan aksi massa. Skenario diawali dengan penyampaian pendapat secara damai, dilanjutkan dengan proses negosiasi, hingga penanganan ketika situasi berkembang menjadi kondisi krisis.

Personel juga memperagakan langkah pengendalian massa secara terukur dengan dukungan sejumlah peralatan taktis, termasuk water cannon dan formasi pengamanan berlapis.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, simulasi Sispamkota penting dilakukan untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan serta pola koordinasi yang sama ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur, baik dari sisi personel, koordinasi maupun pola penanganannya. Yang paling utama tentu bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” ujar Anom Gumanti.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan serta sinergi dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Kami di DPRD Badung tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan Polres Badung bersama TNI dan pemerintah daerah. Sinergi ini harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi de

Anom Gumanti berharap latihan Sispamkota tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Harapannya, Badung tetap aman, tertib dan nyaman. Kesiapan seperti ini penting, tetapi tentu kita semua berharap situasi yang disimulasikan tidak sampai terjadi,” tandasnya.

Melalui latihan Sispamkota, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait diharapkan semakin solid. Koordinasi yang kuat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif di Kabupaten Badung.

Friday, August 21, 2026

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api



Badung, gianyardaily.com  Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Kepala DKLH Bali I Made Dwi Arbani menyampaikan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.05 Wita. Petugas kemudian mengerahkan dua unit mobil tangki air milik UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Bali yang memang disiagakan untuk menghadapi kondisi darurat di kawasan tersebut.

Menurut Dwi, titik api dapat dilokalisasi sehingga proses pemadaman berlangsung relatif singkat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.22 Wita atau kurang lebih 17 menit setelah kejadian dilaporkan.

Penanganan tidak hanya mengandalkan penyemprotan air. Tiga unit alat berat jenis ekskavator turut diterjunkan untuk membuka dan memindahkan material sampah di sekitar titik api. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat menjangkau bagian yang masih berpotensi menyimpan bara.

“Sudah terisolasi sehingga 17 menit sudah padam,” ujar Dwi saat ditemui di lokasi.

Usai api dinyatakan padam, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Armada Pemadam Kebakaran turut membantu proses tersebut.

Dwi menjelaskan, kesiapan menghadapi kondisi darurat di TPA Suwung telah menjadi bagian dari prosedur operasional. Dua mobil tangki yang dilengkapi nozzle selalu ditempatkan dalam kondisi siap digunakan.

“Kami sudah antisipasi dengan dua tangki air dengan nozzle. SOP kami begitu kalau ada emergency. Nanti alat berat bantu untuk geser sampah,” jelasnya.

Setelah situasi dinyatakan aman, kegiatan operasional TPA Suwung kembali berjalan seperti biasa. Kendaraan pengangkut sampah kembali diizinkan memasuki kawasan TPA sekitar pukul 14.01 Wita.

Cuaca Panas Diduga Picu Kebakaran

Terkait penyebab kejadian, Dwi menduga kondisi cuaca yang panas menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya api pada tumpukan sampah.

Sebagai langkah pencegahan, penyiraman dilakukan secara berkala di area TPA. Frekuensinya setidaknya satu kali dalam sepekan dan dapat ditambah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Selain itu, petugas juga dapat menggunakan armada pemadam untuk melakukan penyemprotan air apabila ditemukan area yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Yang rutin lagi, kami menyemprot pakai air dari pemadam sesuai kebutuhan untuk mencegah kebakaran,” terang Dwi.

Kesiapan personel, armada tangki, alat berat, serta proses pemantauan dan penyiraman rutin diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api di kawasan TPA Suwung.

Friday, August 14, 2026

DPRD Badung Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp13,09 Triliun



BADUNG , gianyardaily.com Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Badung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Dalam perubahan postur anggaran tersebut, belanja daerah Kabupaten Badung meningkat menjadi sekitar Rp13,09 triliun. Dari total belanja tersebut, porsi belanja infrastruktur mencapai 59,80 persen.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan Banggar DPRD Badung bersama TAPD dalam rangkaian Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 yang berlangsung pada Kamis (13/8).

Sebelum disepakati dalam rapat paripurna, pembahasan perubahan KUA-PPAS terlebih dahulu dilakukan melalui rapat kerja Banggar DPRD Badung bersama TAPD di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Badung.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi Wakil Ketua I Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II I Made Wijaya, dan Wakil Ketua III I Made Sunarta.

Sementara dari pihak eksekutif, hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba bersama jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Peningkatan belanja daerah dalam perubahan KUA-PPAS 2026 menjadi bagian dari penyesuaian arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Badung. Besarnya porsi belanja infrastruktur menunjukkan perhatian terhadap pembangunan sarana dan prasarana daerah sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan publik serta aktivitas masyarakat.

Dengan disepakatinya perubahan KUA-PPAS tersebut, proses penyusunan perubahan anggaran daerah selanjutnya akan mengikuti tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Thursday, June 11, 2026

Lanang Umbara Dampingi Wabup Alit Sucipta Hadiri Upacara Ngeratep Petapakan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

 


BADUNG , Gianyardaily.com Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Lanang Umbara, mendampingi Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menghadiri Upacara Ngeratep Petapakan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (10/6).

Upacara Ngeratep Petapakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian karya keagamaan yang dilaksanakan usai prosesi ngodak sesuhunan. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh adat, prajuru desa adat, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Carangsari yang turut ngayah menyukseskan seluruh rangkaian upacara.

Kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Badung dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi keagamaan yang hingga kini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Lanang Umbara menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengempon pura, serta krama Desa Adat Carangsari yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pelaksanaan karya.

Menurutnya, semangat ngayah yang ditunjukkan masyarakat merupakan kekuatan utama yang menjaga keberlangsungan adat dan budaya Bali di tengah pesatnya perkembangan zaman.

"Semangat ngayah dan kebersamaan yang ditunjukkan krama Desa Adat Carangsari patut diapresiasi. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kuat masyarakat Bali dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya serta tradisi leluhur," ujar Lanang Umbara.

Ia menambahkan, pelaksanaan upacara keagamaan tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat identitas budaya, serta menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal.

Lebih lanjut, Lanang Umbara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri masyarakat Bali sekaligus memperkuat eksistensi desa adat sebagai benteng pelestarian budaya.

Prosesi Ngeratep Petapakan sendiri merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian karya di pura yang memiliki makna penyucian serta penguatan nilai-nilai spiritual. Pelaksanaannya mencerminkan komitmen masyarakat adat dalam menjaga kesinambungan tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan melalui keterlibatan krama desa dalam setiap tahapan upacara menjadi cerminan kuatnya nilai menyama braya yang tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat Desa Adat Carangsari.

Thursday, May 7, 2026

Wabup Badung Serahkan Mesin Pencacah untuk Dukung Gerakan Pilah Sampah di Sempidi

 



Badung,gianyardaily.com Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan berupa mesin pencacah sampah dan ribuan bag komposter kepada masyarakat Desa Adat Sempidi dalam kegiatan yang berlangsung di Wantilan Pura Desa Sempidi, Jumat (8/5). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di wilayah desa adat.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Badung, di antaranya Asisten II Setda Badung Agus Aryawan, Sekretaris DLHK Badung I Wayan Narayana, Lurah Sempidi IGAK Oka Dewi Pertiwi, Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana, Bendesa Adat Kwanji I Nyoman Buda Arka, beserta jajaran prajuru adat dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit menyampaikan bahwa Desa Sempidi memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong hadirnya solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah di tingkat desa.

Ia juga memberikan apresiasi atas inisiatif Desa Adat Sempidi yang telah mengembangkan TPST 3R dan menggandeng pihak swasta dalam pengolahan sampah. Langkah tersebut dinilai mampu membantu mengurangi beban penanganan sampah di wilayah Mengwi dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah menyerahkan sebanyak 1.781 bag komposter kepada warga desa untuk mendukung pengolahan sampah organik dari rumah tangga. Selain itu, bantuan CSR dari PT Anugrah (PT Wings) berupa satu unit mesin pencacah sampah juga diserahkan guna menunjang kapasitas pengolahan sampah di desa. Mesin tersebut mampu beroperasi hingga delapan jam per hari dengan kapasitas pencacahan lebih dari satu ton sampah setiap jamnya.

Menurut Wabup, Pemkab Badung juga tengah menyiapkan langkah lanjutan melalui pengadaan alat Refuse Derived Fuel (RDF) yang direncanakan mulai beroperasi di TPST 3R Mengwi. Teknologi tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi bahan bakar alternatif.

Ia berharap masyarakat dapat terus konsisten melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar sistem pengelolaan yang dibangun pemerintah dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bendesa Adat Sempidi I Gusti Ngurah Martana menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap upaya penanganan sampah di desa adat. Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Adat Sempidi siap mendukung program pengelolaan sampah melalui budaya memilah sampah dari sumber secara berkesinambungan.

Wednesday, May 6, 2026

Gubernur Koster Sambut dan Lepas Dua Menhan di Bali, Tandai Penguatan Diplomasi Pertahanan Indonesia-Jepang



Badung,gianyardaily.com  Gubernur Bali, Wayan Koster, mengantar keberangkatan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Menteri Pertahanan Jepang, H.E. Koizumi Shinjiro, beserta rombongan melalui VIP II Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (4/5/2026) pagi.

Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda strategis kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang yang sebelumnya berlangsung di Bali. Menteri Pertahanan Jepang diketahui menghadiri Defence Minister Meeting 2026 serta jamuan makan malam resmi yang dipimpin Menteri Pertahanan RI pada Minggu (3/5/2026) malam.

Selain agenda utama pertemuan pertahanan, kunjungan tersebut juga diisi kegiatan cultural visit yang menjadi bagian dari tradisi diplomatik dalam forum bilateral maupun multilateral guna mempererat hubungan antarnegara.

Usai kegiatan di Bali, Menteri Pertahanan RI dan Menteri Pertahanan Jepang dijadwalkan melanjutkan agenda ke Jakarta untuk melaksanakan penandatanganan Defence Cooperation Arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang pada hari yang sama.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan kawasan di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang terus berkembang.

Kehadiran forum internasional tersebut sekaligus kembali menegaskan posisi Bali sebagai lokasi strategis penyelenggaraan diplomasi global. Pulau Dewata dinilai mampu menjadi ruang pertemuan penting dalam mendukung penguatan kerja sama internasional Indonesia dengan berbagai negara sahabat.

Penertiban Pembuang Sampah Liar di Jimbaran, Pelanggar Diminta Angkut Kembali Sampahnya

 


Badung, gianyardaily.com Pecalang Desa Adat Jimbaran mengambil langkah tegas terhadap aksi pembuangan sampah ilegal di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran, Senin (4/5/2026) malam. Penindakan dilakukan setelah volume sampah di beberapa titik terus meningkat dan diduga berasal dari oknum luar wilayah.

Sekretaris Pecalang Desa Adat Jimbaran, I Wayan Bira, mengungkapkan bahwa awalnya tumpukan sampah hanya terlihat di satu lokasi dekat perbatasan Kedonganan–Jimbaran. Namun, seiring waktu jumlahnya semakin banyak hingga meresahkan warga sekitar.

Melihat kondisi tersebut, pecalang bersama aparat lingkungan meningkatkan patroli malam guna mengawasi area rawan pembuangan sampah liar. Hasilnya, sekitar pukul 23.00 WITA petugas mendapati dua orang tengah membuang sampah menggunakan sepeda motor dengan membawa kantong plastik berisi sampah rumah tangga.

Setelah dilakukan pemeriksaan, keduanya diketahui bukan warga Jimbaran dan tinggal di kawasan Mumbul. Mereka diduga telah beberapa kali melakukan aksi serupa di lokasi tersebut.

Pihak pecalang kemudian memberikan pembinaan sekaligus menjelaskan aturan adat yang berlaku terkait penanganan sampah. Sesuai Pararem Nomor 01 Tahun 2025, pelaku pembuangan sampah sembarangan dapat dikenakan sanksi denda hingga Rp25 juta.

Karena tidak sanggup membayar denda, para pelaku akhirnya diminta bertanggung jawab dengan mengangkut kembali seluruh sampah di lokasi menggunakan mobil pickup sewaan.

Pengawasan kini terus diperketat, khususnya pada malam hingga dini hari di sejumlah titik yang dianggap rawan. Bahkan dalam patroli lanjutan, petugas kembali mengamankan beberapa pelaku lainnya yang kedapatan membuang sampah secara ilegal.

Pecalang Desa Adat Jimbaran berharap penertiban ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.

-->