Monday, August 24, 2026

Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali



GIANYAR,gianyardaily.com  Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha. Hal tersebut turut dirasakan Anak Agung Krisna Rafael, pemuda asal Ubud, Gianyar, yang mengembangkan minatnya terhadap game menjadi sebuah bisnis di bidang layanan dan produk digital.

Pemuda berusia 20 tahun tersebut mulai mengenal dunia game sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, Free Fire menjadi salah satu permainan yang cukup sering dimainkannya. Dari pengalaman sebagai pemain, Krisna kemudian mulai memahami kebutuhan komunitas gamer, termasuk layanan pengisian item atau top-up serta berbagai kebutuhan digital lainnya.

Ketertarikannya untuk terjun ke dunia bisnis muncul setelah dirinya mengalami sejumlah pengalaman kurang menyenangkan dalam transaksi digital. Pengalaman tersebut kemudian mendorong Krisna untuk mencoba membangun usaha dengan mengutamakan komunikasi dan kepercayaan pelanggan.

“Awalnya saya sering top-up menggunakan uang jajan sendiri. Saya juga pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika melakukan transaksi melalui media sosial. Dari sana saya mulai berpikir untuk mencoba membangun usaha sendiri dengan pelayanan yang lebih jelas,” ujar Krisna.

Dengan modal awal sekitar Rp20 ribu, Krisna mulai menjalankan usaha dalam skala kecil. Ia memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki mengenai dunia game dan kebutuhan komunitas untuk mengembangkan usahanya secara bertahap.

Seiring waktu, aktivitas bisnis tersebut berkembang bersamaan dengan keterlibatannya dalam komunitas gaming. Seperti RJI, RJC Dll. Krisna dipercaya menjadi bagian dari pengelolaan komunitas RJI yang memiliki anggota dan jaringan komunitas di sejumlah wilayah Di Indonesia.

Menurut Krisna, keberadaan komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan usahanya. Selain menjadi tempat bertukar informasi mengenai game, komunitas juga memberinya kesempatan untuk memahami kebutuhan para pemain sekaligus membangun relasi.

Dari aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara daring, Krisna kemudian mengambil langkah dengan menghadirkan tempat usaha secara fisik di kawasan Ubud.

Kehadiran offline store tersebut menjadi upaya untuk memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin berkomunikasi dan mendapatkan layanan secara langsung. Bagi Krisna, keberadaan tempat fisik juga menjadi bagian dari pengembangan usaha agar tidak sepenuhnya bergantung pada transaksi melalui platform digital.

Selain melayani kebutuhan pelanggan, tempat tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang interaksi bagi komunitas gamer lokal. Diskusi mengenai game, perkembangan industri digital, hingga berbagi pengalaman menjadi bagian dari aktivitas yang ingin dikembangkan.

Meski demikian, Krisna menyadari bahwa aktivitas transaksi di dunia digital memiliki berbagai risiko. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya pengguna layanan digital dan gamer, untuk selalu melakukan pengecekan identitas penjual, menggunakan metode transaksi yang aman, serta memahami ketentuan dari platform yang digunakan.

Perjalanan Krisna juga menjadi gambaran bahwa perkembangan industri digital memberikan ruang bagi anak muda untuk mencoba berbagai bentuk usaha. Namun, peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan literasi digital, pengelolaan bisnis yang baik, serta kepatuhan terhadap aturan platform dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi Krisna, perjalanan tersebut bukan semata tentang mengubah hobi menjadi sumber penghasilan. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa ketekunan, kemampuan membaca peluang, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi modal penting bagi anak muda dalam membangun usaha di era digital.

Sebagai mahasiswa ITB STIKOM Bali, Krisna kini berupaya membagi waktunya antara pendidikan dan pengembangan usaha. Ia berharap bisnis yang dirintisnya dapat terus berkembang sekaligus memberikan pengalaman bagi dirinya untuk memahami dunia kewirausahaan dan industri digital secara lebih luas.

Informasi dan Media Sosial

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aktivitas bisnis dan komunitas yang dikembangkan Agung Krisna, informasi dapat ditemukan melalui sejumlah kanal media sosial berikut:

Instagram Bisnis: @kssss_store dan @Pusatakunbali

Instagram: @gungdekrisna19___ dan @agungkrisnabalii

Facebook: Agung Krisna Bali

WhatsApp: +62 813-3972-9510 dan +62 812-3987-0137

Masyarakat disarankan tetap melakukan verifikasi identitas dan memastikan informasi kontak sebelum melakukan komunikasi maupun transaksi melalui kanal digital. 

1 comment:

-->