Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Saturday, August 29, 2026

Kepergok Minta Uang ke Sopir Truk, Pria di Karangasem Diamankan Polisi

 


DENPASAR,gianyardaily.com  Seorang pria berinisial IWS asal Karangasem diamankan aparat kepolisian karena diduga melakukan pemerasan terhadap sopir truk yang melintas di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Kasus ini mencuat setelah rekaman aksi IWS membawa sebatang kayu saat meminta uang dan rokok beredar di media sosial.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan tindakan tersebut membuat korban merasa terintimidasi. Pelaku disebut beberapa kali mendatangi korban dan meminta uang maupun rokok dengan cara yang dinilai kasar.

“Akibat kejadian tersebut korban merasa terganggu dan tidak nyaman karena terlapor selalu datang dan minta uang dan rokok dengan cara kasar,” ungkap Adi dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Kejadian itu berlangsung pada Jumat (21/8/2026). Saat itu, Bambang Sutejo (31) sedang beristirahat ketika didatangi IWS. Pelaku kemudian meminta dua bungkus rokok kepada korban.

Bambang memilih tidak memenuhi permintaan tersebut. IWS kemudian diduga melempar botol ke arah korban sebelum mengambil sebatang kayu. Momen tersebut direkam dan videonya kemudian tersebar melalui media sosial.

Merasa berada dalam situasi yang mengancam, Bambang memperingatkan IWS bahwa dirinya akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Pelaku kemudian pergi meninggalkan lokasi dengan sepeda motor.

“Dia mengambil sepeda motornya dan kabur, akibat dari kejadian tersebut korban melapor untuk proses lebih lanjut,” imbuh Adi.

Laporan tersebut ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan. IWS akhirnya berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyebut IWS mengakui telah melakukan aksi pemerasan sebanyak enam kali di sepanjang Jalan Ida Bagus Mantra. Dalam setiap aksinya, pelaku disebut bisa mendapatkan uang hingga sekitar Rp100 ribu.

Selain itu, penyidik juga menemukan dugaan aksi lain. IWS disebut pernah mengambil makanan dan rokok dari sebuah warung tanpa melakukan pembayaran.

Kini IWS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Polisi menjeratnya dengan Pasal 482 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Friday, August 28, 2026

Kebakaran Lahan Melanda Karangasem, 17,6 Hektare Terbakar dalam Dua Hari

 


KARANGASEM, gianyardaily.com  Kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, dalam dua hari terakhir. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, luas area yang terdampak kebakaran mencapai 17,6 hektare yang tersebar di empat lokasi.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkartan Karangasem, I Made Suartika, menyebut penanganan kebakaran berlangsung cukup intens. Petugas menangani satu kejadian pada hari pertama, kemudian tiga lokasi lainnya pada hari berikutnya.

“Dua hari yang lalu kami melakukan penanganan satu titik, kemarin ada tiga titik. Bahkan kebakaran kemarin penanganannya baru selesai dini hari tadi,” kata Suartika, Sabtu (29/8/2026).

Ia menjelaskan, seluruh kejadian berhasil dikendalikan sebelum kobaran api menjalar ke area permukiman maupun perkebunan milik masyarakat. Meski demikian, kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat risiko kebakaran masih cukup tinggi.

Tak hanya kebakaran lahan, petugas juga menangani kebakaran sampah di kawasan sekitar Pura Goa Raja, Besakih, pada Jumat (28/8). Posisi api yang berada tidak jauh dari bangunan pura sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Penanganan di lokasi tersebut turut melibatkan Damkar Klungkung. Bantuan dikerahkan karena jarak menuju lokasi dinilai lebih dekat dari wilayah Klungkung.

“Kebakaran sampah di sebelah Pura Goa Raja, Besakih, penanganannya juga dibantu oleh Damkar Klungkung karena jaraknya lebih dekat,” ujar Suartika.

Menghadapi kondisi kemarau, Damkartan Karangasem masih menempatkan personel dan armada dalam kondisi siaga. Kecamatan Kubu dan Abang menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian karena kondisi lahannya relatif kering.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api di sekitar area yang ditumbuhi ilalang maupun vegetasi yang mudah terbakar.

“Kami selalu standby 24 jam, begitu ada laporan kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Semoga saja tidak ada kebakaran lagi,” imbuhnya.

Estafet Kepemimpinan Imigrasi Ngurah Rai Berganti, Anom Gumanti Harap Sinergi dengan Pemda Makin Kuat

 



BADUNG, gianyardaily.com  Estafet kepemimpinan di Kantor Imigrasi Kelas Khusus TPI Ngurah Rai resmi berganti. Muhamad Novandri dipercaya melanjutkan kepemimpinan setelah Bugie Kurniawan mendapat penugasan baru sebagai Analis Keimigrasian Ahli Madya pada Direktorat Jenderal Imigrasi.

Pergantian tersebut ditandai dengan acara pisah sambut yang digelar di Hotel Platinum Kedonganan, Badung, Rabu (26/8) malam. Acara turut dihadiri Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti.

Anom Gumanti mengatakan, pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk memastikan kesinambungan kerja sama yang telah terbangun. Menurutnya, posisi Imigrasi Ngurah Rai sangat strategis, terutama dalam mendukung pelayanan publik, pengawasan keimigrasian, serta keberlangsungan sektor pariwisata Bali.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bugie Kurniawan atas dedikasi dan kontribusinya selama menjalankan tugas di Bali.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian serta kerja sama yang telah terjalin selama ini. Semoga Pak Bugie sukses dan semakin baik dalam melanjutkan tugas di tempat yang baru,” ujar Anom.

Sementara kepada Muhamad Novandri, Anom menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas. Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan fondasi kerja sama yang telah dibangun sekaligus memperkuat koordinasi antara Imigrasi dan pemerintah daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran Pak Novandri. Mudah-mudahan sinergi yang sudah berjalan selama ini dapat terus dipertahankan dan semakin diperkuat, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Menurut Anom, penguatan sinergi menjadi penting mengingat Kantor Imigrasi Ngurah Rai memiliki peran strategis sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Bali.

Dengan kepemimpinan baru, ia berharap koordinasi lintas sektor antara Imigrasi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat semakin solid sehingga pelayanan keimigrasian maupun pengawasan terhadap orang asing di Bali dapat berjalan optimal.

Pergantian kepemimpinan ini pun diharapkan tidak hanya menjadi perubahan dalam struktur organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pelayanan publik dan iklim pariwisata Bali yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Monday, August 24, 2026

Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali



GIANYAR,gianyardaily.com  Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha. Hal tersebut turut dirasakan Anak Agung Krisna Rafael, pemuda asal Ubud, Gianyar, yang mengembangkan minatnya terhadap game menjadi sebuah bisnis di bidang layanan dan produk digital.

Pemuda berusia 20 tahun tersebut mulai mengenal dunia game sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, Free Fire menjadi salah satu permainan yang cukup sering dimainkannya. Dari pengalaman sebagai pemain, Krisna kemudian mulai memahami kebutuhan komunitas gamer, termasuk layanan pengisian item atau top-up serta berbagai kebutuhan digital lainnya.

Ketertarikannya untuk terjun ke dunia bisnis muncul setelah dirinya mengalami sejumlah pengalaman kurang menyenangkan dalam transaksi digital. Pengalaman tersebut kemudian mendorong Krisna untuk mencoba membangun usaha dengan mengutamakan komunikasi dan kepercayaan pelanggan.

“Awalnya saya sering top-up menggunakan uang jajan sendiri. Saya juga pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika melakukan transaksi melalui media sosial. Dari sana saya mulai berpikir untuk mencoba membangun usaha sendiri dengan pelayanan yang lebih jelas,” ujar Krisna.

Dengan modal awal sekitar Rp20 ribu, Krisna mulai menjalankan usaha dalam skala kecil. Ia memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki mengenai dunia game dan kebutuhan komunitas untuk mengembangkan usahanya secara bertahap.

Seiring waktu, aktivitas bisnis tersebut berkembang bersamaan dengan keterlibatannya dalam komunitas gaming. Seperti RJI, RJC Dll. Krisna dipercaya menjadi bagian dari pengelolaan komunitas RJI yang memiliki anggota dan jaringan komunitas di sejumlah wilayah Di Indonesia.

Menurut Krisna, keberadaan komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan usahanya. Selain menjadi tempat bertukar informasi mengenai game, komunitas juga memberinya kesempatan untuk memahami kebutuhan para pemain sekaligus membangun relasi.

Dari aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara daring, Krisna kemudian mengambil langkah dengan menghadirkan tempat usaha secara fisik di kawasan Ubud.

Kehadiran offline store tersebut menjadi upaya untuk memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin berkomunikasi dan mendapatkan layanan secara langsung. Bagi Krisna, keberadaan tempat fisik juga menjadi bagian dari pengembangan usaha agar tidak sepenuhnya bergantung pada transaksi melalui platform digital.

Selain melayani kebutuhan pelanggan, tempat tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang interaksi bagi komunitas gamer lokal. Diskusi mengenai game, perkembangan industri digital, hingga berbagi pengalaman menjadi bagian dari aktivitas yang ingin dikembangkan.

Meski demikian, Krisna menyadari bahwa aktivitas transaksi di dunia digital memiliki berbagai risiko. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya pengguna layanan digital dan gamer, untuk selalu melakukan pengecekan identitas penjual, menggunakan metode transaksi yang aman, serta memahami ketentuan dari platform yang digunakan.

Perjalanan Krisna juga menjadi gambaran bahwa perkembangan industri digital memberikan ruang bagi anak muda untuk mencoba berbagai bentuk usaha. Namun, peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan literasi digital, pengelolaan bisnis yang baik, serta kepatuhan terhadap aturan platform dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi Krisna, perjalanan tersebut bukan semata tentang mengubah hobi menjadi sumber penghasilan. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa ketekunan, kemampuan membaca peluang, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi modal penting bagi anak muda dalam membangun usaha di era digital.

Sebagai mahasiswa ITB STIKOM Bali, Krisna kini berupaya membagi waktunya antara pendidikan dan pengembangan usaha. Ia berharap bisnis yang dirintisnya dapat terus berkembang sekaligus memberikan pengalaman bagi dirinya untuk memahami dunia kewirausahaan dan industri digital secara lebih luas.

Informasi dan Media Sosial

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aktivitas bisnis dan komunitas yang dikembangkan Agung Krisna, informasi dapat ditemukan melalui sejumlah kanal media sosial berikut:

Instagram Bisnis: @kssss_store dan @Pusatakunbali

Instagram: @gungdekrisna19___ dan @agungkrisnabalii

Facebook: Agung Krisna Bali

WhatsApp: +62 813-3972-9510 dan +62 812-3987-0137

Masyarakat disarankan tetap melakukan verifikasi identitas dan memastikan informasi kontak sebelum melakukan komunikasi maupun transaksi melalui kanal digital. 

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat



BADUNG,gianyardailly.com  Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keberadaan LPD sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat desa adat di Bali. Mengangkat tema “26 Tahun BKS LPD Badung Mengabdi, Bersinergi dalam Harmoni Wujudkan LPD Sehat, Kuat, Berkelanjutan, Desa Adat Berdaulat”, kegiatan diisi dengan berbagai agenda, termasuk pemotongan tumpeng oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas perjalanan BKS-LPD Badung yang telah berkontribusi dalam mendukung perekonomian masyarakat. Ia berharap seluruh jajaran LPD dapat terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan produktivitas, serta menjalankan pengelolaan lembaga dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Tri Hita Karana.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap LPD tidak sebatas pada persoalan permodalan. Pemerintah Kabupaten Badung juga berupaya membangun lingkungan ekonomi yang mampu mendorong tumbuhnya investasi dan aktivitas usaha masyarakat.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian pemerintah adalah pembangunan infrastruktur. Adi Arnawa menilai infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus membuka peluang investasi baru. Pada akhirnya, pertumbuhan tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi. Saya memulai dari infrastruktur. Karena saya percaya dengan infrastruktur orang akan semakin nyaman untuk berinvestasi,” ujar Adi Arnawa.

Dukungan terhadap perkembangan LPD Badung juga disampaikan Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Nyoman Cendikiawan. Ia menilai keberadaan LPD di Kabupaten Badung memiliki posisi strategis dan bahkan menjadi salah satu acuan dalam pengembangan program BKS-LPD di tingkat provinsi.

Saat ini terdapat 122 LPD di Kabupaten Badung dengan jumlah tenaga kerja mencapai sekitar 1.331 orang. Secara keseluruhan, aset LPD di Badung telah mencapai sekitar Rp11 triliun.

Besarnya kontribusi tersebut turut tercermin dari porsi aset LPD Badung terhadap total aset LPD di seluruh Bali. Dari total aset LPD se-Bali yang berada di kisaran Rp36 triliun, sekitar 31 persen di antaranya berasal dari LPD yang berada di Kabupaten Badung.

Cendikiawan berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan LPD sebagai lembaga keuangan berbasis desa adat. Keberadaan LPD dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-26 BKS-LPD Badung, Ketut Sender, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan BKS-LPD Badung sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan antarkaryawan LPD di seluruh wilayah Badung.

Rangkaian peringatan HUT juga diisi dengan kegiatan sosial. BKS-LPD Badung menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk tali kasih kepada penyandang disabilitas di wilayah Desa Adat Kwanji, Sempidi.

Bantuan tersebut dihimpun melalui kas BKS-LPD Badung serta dukungan dari sejumlah donatur. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat keberadaan LPD tidak hanya dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketut Sender mengajak seluruh elemen terkait untuk terus menjaga kesehatan dan keberlangsungan LPD agar mampu menjadi lembaga keuangan yang kuat. Dengan pengelolaan yang baik, LPD diharapkan dapat semakin berperan dalam mendukung pembangunan desa adat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perayaan HUT ke-26 tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran BPD Bali Cabang Mangupura dan Badung, perwakilan Jamkrida Provinsi Bali, Kabag Audit LP LPD Bali, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, jajaran BKS-LPD Kabupaten Badung, serta para ketua dan karyawan LPD se-Kabupaten Badung. (GD)

Saturday, August 22, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas



Badung, gianyardaily.com  Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung. Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri Latihan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Badung di Pintu Masuk Selatan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya Polres Badung untuk memastikan kesiapan personel serta koordinasi seluruh unsur terkait dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan, termasuk potensi kerusuhan massa.

Simulasi dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung, Kapolres Badung Kombes Pol. Joseph Edward Purba, S.H., S.I.K., M.H., unsur TNI, Kejaksaan, Satpol PP, serta sejumlah instansi terkait.

Dalam latihan tersebut, personel gabungan memperagakan sejumlah tahapan pengamanan aksi massa. Skenario diawali dengan penyampaian pendapat secara damai, dilanjutkan dengan proses negosiasi, hingga penanganan ketika situasi berkembang menjadi kondisi krisis.

Personel juga memperagakan langkah pengendalian massa secara terukur dengan dukungan sejumlah peralatan taktis, termasuk water cannon dan formasi pengamanan berlapis.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, simulasi Sispamkota penting dilakukan untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan serta pola koordinasi yang sama ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan.

“Kegiatan seperti ini penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur, baik dari sisi personel, koordinasi maupun pola penanganannya. Yang paling utama tentu bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif,” ujar Anom Gumanti.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan serta sinergi dari seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.

“Kami di DPRD Badung tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan Polres Badung bersama TNI dan pemerintah daerah. Sinergi ini harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi de

Anom Gumanti berharap latihan Sispamkota tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Harapannya, Badung tetap aman, tertib dan nyaman. Kesiapan seperti ini penting, tetapi tentu kita semua berharap situasi yang disimulasikan tidak sampai terjadi,” tandasnya.

Melalui latihan Sispamkota, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait diharapkan semakin solid. Koordinasi yang kuat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif di Kabupaten Badung.

Friday, August 21, 2026

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali



Klungkung,gianyardaily.com Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap. Warga Kabupaten Klungkung tersebut bertahan dengan mengandalkan penghasilan dari nganteban banten ketika terdapat upacara keagamaan.

Kondisi tersebut membuat bantuan yang diterimanya dalam Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk “Bergerak dan Berbagi” memiliki arti tersendiri. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (21/8) itu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah Kabupaten Klungkung.

Mangku Wijana mengaku bantuan yang diterimanya dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum memiliki penghasilan tetap.

“Kebetulan saya sudah tujuh tahun tidak bekerja, sejak pandemi Covid-19. Penghasilan yang didapat hanya dari nganteban banten jika ada upacara keagamaan. Bantuan ini sangat membantu,” ungkap Mangku Wijana.

Mangku Wijana menjadi salah satu dari 150 penerima bantuan yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Desa Manduang, Kecamatan Klungkung, serta Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

Bantuan juga dirasakan Ni Ketut Nanik Fitriani, warga Desa Pikat. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat dan berharap program sosial tersebut dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah Bali.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Putri Koster atas bantuan yang diberikan. Kami berharap kegiatan aksi sosial ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Bantuan Kebutuhan Dasar hingga Layanan Kesehatan

Dalam Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”, masing-masing penerima mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu yang disalurkan TP PKK Provinsi Bali.

Penerima bantuan berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas hingga kader PKK.

Tidak hanya TP PKK Provinsi Bali, sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Berbagai bantuan dan layanan diberikan kepada masyarakat, di antaranya paket Gemarikan, sembako dan susu, multivitamin, bibit pohon serta tanaman cabai, hingga buku resep kuliner.

Masyarakat juga mendapatkan pelayanan kesehatan dan vaksinasi rabies secara gratis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.

Putri Koster: Bentuk Perhatian kepada Masyarakat

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan program “Bergerak dan Berbagi” merupakan upaya untuk menghadirkan kepedulian secara langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat hingga tingkat desa.

“Ini adalah oleh-oleh dari Bapak Gubernur Bali. Meskipun tidak turun langsung dan bantuan diserahkan melalui TP PKK Provinsi Bali, ini merupakan bentuk cinta dan perhatian Gubernur kepada masyarakat Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian TP PKK Provinsi Bali terhadap masyarakat di Kabupaten Klungkung.

“Atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Klungkung, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Klungkung pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Dorong Keterampilan dan Peluang Ekonomi Keluarga

Rangkaian Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” juga tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Bali Chef Community turut memberikan pelatihan memasak kepada para ibu rumah tangga.

Peserta mendapatkan pelatihan untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi berbagai hidangan yang sehat dan bergizi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menjadi bekal keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber tambahan pendapatan.

Melalui kegiatan sosial yang memadukan bantuan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan penguatan keterampilan tersebut, TP PKK Provinsi Bali berharap manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di tingkat desa.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api



Badung, gianyardaily.com  Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Kepala DKLH Bali I Made Dwi Arbani menyampaikan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.05 Wita. Petugas kemudian mengerahkan dua unit mobil tangki air milik UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Bali yang memang disiagakan untuk menghadapi kondisi darurat di kawasan tersebut.

Menurut Dwi, titik api dapat dilokalisasi sehingga proses pemadaman berlangsung relatif singkat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.22 Wita atau kurang lebih 17 menit setelah kejadian dilaporkan.

Penanganan tidak hanya mengandalkan penyemprotan air. Tiga unit alat berat jenis ekskavator turut diterjunkan untuk membuka dan memindahkan material sampah di sekitar titik api. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat menjangkau bagian yang masih berpotensi menyimpan bara.

“Sudah terisolasi sehingga 17 menit sudah padam,” ujar Dwi saat ditemui di lokasi.

Usai api dinyatakan padam, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Armada Pemadam Kebakaran turut membantu proses tersebut.

Dwi menjelaskan, kesiapan menghadapi kondisi darurat di TPA Suwung telah menjadi bagian dari prosedur operasional. Dua mobil tangki yang dilengkapi nozzle selalu ditempatkan dalam kondisi siap digunakan.

“Kami sudah antisipasi dengan dua tangki air dengan nozzle. SOP kami begitu kalau ada emergency. Nanti alat berat bantu untuk geser sampah,” jelasnya.

Setelah situasi dinyatakan aman, kegiatan operasional TPA Suwung kembali berjalan seperti biasa. Kendaraan pengangkut sampah kembali diizinkan memasuki kawasan TPA sekitar pukul 14.01 Wita.

Cuaca Panas Diduga Picu Kebakaran

Terkait penyebab kejadian, Dwi menduga kondisi cuaca yang panas menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya api pada tumpukan sampah.

Sebagai langkah pencegahan, penyiraman dilakukan secara berkala di area TPA. Frekuensinya setidaknya satu kali dalam sepekan dan dapat ditambah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Selain itu, petugas juga dapat menggunakan armada pemadam untuk melakukan penyemprotan air apabila ditemukan area yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Yang rutin lagi, kami menyemprot pakai air dari pemadam sesuai kebutuhan untuk mencegah kebakaran,” terang Dwi.

Kesiapan personel, armada tangki, alat berat, serta proses pemantauan dan penyiraman rutin diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api di kawasan TPA Suwung.

Friday, August 14, 2026

DPRD Badung Setujui Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp13,09 Triliun



BADUNG , gianyardaily.com Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Badung bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Dalam perubahan postur anggaran tersebut, belanja daerah Kabupaten Badung meningkat menjadi sekitar Rp13,09 triliun. Dari total belanja tersebut, porsi belanja infrastruktur mencapai 59,80 persen.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan Banggar DPRD Badung bersama TAPD dalam rangkaian Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 yang berlangsung pada Kamis (13/8).

Sebelum disepakati dalam rapat paripurna, pembahasan perubahan KUA-PPAS terlebih dahulu dilakukan melalui rapat kerja Banggar DPRD Badung bersama TAPD di Ruang Rapat Madya Gosana Lantai III, Kantor Sekretariat DPRD Badung.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi Wakil Ketua I Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II I Made Wijaya, dan Wakil Ketua III I Made Sunarta.

Sementara dari pihak eksekutif, hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba bersama jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Peningkatan belanja daerah dalam perubahan KUA-PPAS 2026 menjadi bagian dari penyesuaian arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Badung. Besarnya porsi belanja infrastruktur menunjukkan perhatian terhadap pembangunan sarana dan prasarana daerah sebagai salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan publik serta aktivitas masyarakat.

Dengan disepakatinya perubahan KUA-PPAS tersebut, proses penyusunan perubahan anggaran daerah selanjutnya akan mengikuti tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

-->