Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Showing posts with label Karangasem. Show all posts
Showing posts with label Karangasem. Show all posts

Saturday, September 5, 2026

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Karangasem Libatkan 124 IKM, Putri Koster Soroti Potensi Bunga Kasna

 


KARANGASEM , gianyardaily.com Tim Penggerak PKK Provinsi Bali kembali menggelar Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Kabupaten Karangasem, Jumat (4/9). Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candra Buana ini menjadi ruang bagi pelaku IKM, UMKM dan petani untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, hadir didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Bupati Karangasem bersama Wakil Bupati Karangasem juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pasar rakyat ini merupakan agenda rutin TP PKK yang digelar setiap bulan secara bergilir di sembilan kabupaten/kota di Bali. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha lokal, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengurus TP PKK dengan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para pelaku IKM, UMKM dan petani mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan konsumen. Pola tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi kedua pihak karena petani dapat menjual hasil produksinya tanpa melalui rantai distribusi panjang, sementara masyarakat memperoleh produk dengan harga yang lebih dekat dengan harga dari sumbernya.

Putri Koster menekankan agar kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh petani untuk memasarkan hasil pertanian mereka secara langsung.

“Kesempatan ini saya harapkan dapat digunakan langsung oleh para petani kita untuk menjual produknya langsung. Petani ya, bukan pedagang di pasar,” tegasnya.

Selain mendorong pemasaran hasil pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat penggunaan produk lokal Bali, termasuk kain tenun tradisional endek dan berbagai kerajinan tangan karya masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster turut menyoroti potensi bunga kasna atau edelweis yang tumbuh di wilayah Temukus, Karangasem. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap komoditas tersebut agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sarana persembahyangan, khususnya sebagai salah satu bunga dalam canang.

Menurutnya, pemanfaatan bunga kasna tidak semestinya hanya meningkat saat rahina Galungan. Dengan pengelolaan yang baik dari hulu hingga hilir, bunga kasna dinilai memiliki peluang untuk menjadi bagian dari kebutuhan canang yang digunakan masyarakat dalam keseharian.

“Mari kita lakukan MoU atau kerja sama untuk masyarakat Temukus, agar bunga kasna dapat dimanfaatkan menjadi salah satu bunga pada canang. Apalagi tidak sedikit kebutuhan canang dipakai hampir setiap hari, dan saya harap penggunaan bunga kasna bukan hanya rahinan Galungan saja,” ujarnya.

Ia berharap potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Temukus sekaligus menjaga keberadaan bunga kasna sebagai komoditas khas Karangasem.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem menyambut baik pelaksanaan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di wilayahnya. Kehadiran jajaran TP PKK Provinsi Bali dinilai memberikan motivasi bagi kader untuk semakin aktif memperhatikan masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem untuk terus peduli terhadap warga yang membutuhkan. Dan tentu pihaknya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem akan melaksanakan secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, sebanyak 124 IKM berpartisipasi dalam pasar rakyat tersebut. Peserta terdiri dari 19 IKM kain tenun tradisional endek, termasuk tenun Geringsing, 66 IKM kuliner, serta 39 IKM hasil pertanian dan kerajinan tangan.

Selain kegiatan belanja, TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan kepada 100 penerima. Bantuan tersebut berupa 2.000 kilogram beras, 200 krat telur atau sekitar 6.000 butir, serta 100 liter minyak tanusan.

Tim Penggerak PKK dari seluruh kabupaten/kota se-Bali juga menyerahkan masing-masing 10 paket bingkisan kepada masyarakat. Bingkisan tersebut berasal dari hasil belanja para pengurus TP PKK dalam kegiatan pasar rakyat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut, TP PKK Bali mendorong kolaborasi antarpengurus sekaligus memperkuat keberpihakan terhadap produk lokal, petani dan masyarakat yang membutuhkan.

Pasar rakyat diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di setiap daerah.

Friday, August 28, 2026

Kebakaran Lahan Melanda Karangasem, 17,6 Hektare Terbakar dalam Dua Hari

 


KARANGASEM, gianyardaily.com  Kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, dalam dua hari terakhir. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, luas area yang terdampak kebakaran mencapai 17,6 hektare yang tersebar di empat lokasi.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkartan Karangasem, I Made Suartika, menyebut penanganan kebakaran berlangsung cukup intens. Petugas menangani satu kejadian pada hari pertama, kemudian tiga lokasi lainnya pada hari berikutnya.

“Dua hari yang lalu kami melakukan penanganan satu titik, kemarin ada tiga titik. Bahkan kebakaran kemarin penanganannya baru selesai dini hari tadi,” kata Suartika, Sabtu (29/8/2026).

Ia menjelaskan, seluruh kejadian berhasil dikendalikan sebelum kobaran api menjalar ke area permukiman maupun perkebunan milik masyarakat. Meski demikian, kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat risiko kebakaran masih cukup tinggi.

Tak hanya kebakaran lahan, petugas juga menangani kebakaran sampah di kawasan sekitar Pura Goa Raja, Besakih, pada Jumat (28/8). Posisi api yang berada tidak jauh dari bangunan pura sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Penanganan di lokasi tersebut turut melibatkan Damkar Klungkung. Bantuan dikerahkan karena jarak menuju lokasi dinilai lebih dekat dari wilayah Klungkung.

“Kebakaran sampah di sebelah Pura Goa Raja, Besakih, penanganannya juga dibantu oleh Damkar Klungkung karena jaraknya lebih dekat,” ujar Suartika.

Menghadapi kondisi kemarau, Damkartan Karangasem masih menempatkan personel dan armada dalam kondisi siaga. Kecamatan Kubu dan Abang menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian karena kondisi lahannya relatif kering.

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan api di sekitar area yang ditumbuhi ilalang maupun vegetasi yang mudah terbakar.

“Kami selalu standby 24 jam, begitu ada laporan kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Semoga saja tidak ada kebakaran lagi,” imbuhnya.

Wednesday, April 8, 2026

Pegang Peran Penting, Ibu Putri Koster Harap Kader Posyandu Paham Program dan Bekerja dengan Baik



GIANYAR, gianyardaily.com Transformasi Posyandu sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 membawa pengaruh besar pada keberadaan lembaga ini. Dengan bidang tugas yang mencakup 6 Standar Layanan Minimal (SPM), 85 persen keberhasilan pembangunan di desa ditentukan kesuksesan pelaksanaan program Posyandu. 

Oleh karena itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster minta kader Posyandu meningkatkan pemahaman tentang 6 SPM agar mampu bekerja dengan baik. Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster dalam kegiatan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” di Wantilan Pura Manik Corong Desa Sumita dan Wantilan Balai Kanginan Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Selasa (7/4/2026).

Lebih jauh ia menyampaikan, kesuksesan program Posyandu di tingkat Desa/Kelurahan akan menimbulkan efek domino positif dalam pembangunan. 

"Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh pada 85 persen suksesnya pembangunan di Desa/Kelurahan. Hal ini juga akan berdampak pada suksesnya pembangunan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi," katanya. 

Menurut dia, Posyandu memegang peran penting karena lembaga ini mengedepankan pola bottom-up, di mana para kader proaktif jemput bola, mencatat persoalan yang dihadapi warga lalu memfasilitasi untuk mendapatkan tindak lanjut dari aparat pemerintahan secara berjenjang. 

"Kader Posyandu adalah harapan kita, untuk itu harus terus belajar dan tingkatkan pemahaman sesuai dengan bidang tugas masing-masing," imbuhnya. 

Selain itu, salah satu program yang saat ini sedang digalakkan untuk segera tertangani, adalah pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut membutuhkan peran serta seluruh masyarakat sebagai salah satu penghasil sampah. 

"Sampah-sampai yang kita hasilkan, sebaiknya kita kelola dari sumbernya, baik itu memilah, memilih dan mengumpulkan sesuai jenisnya sebelum kita serahkan untuk di bawa dan diolah di TPS3R dan TPST. Dengan begitu, kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang kita hasilkan. Karena sampah jika tidak dipertanggung jawabkan keberadaannya akan menjadi sumber membahayakan bagi masa depan anak cucu kita nantinya".

Untuk menyemangati kadernya di Desa/Kelurahan, dalam Aksos "Membina dan Berbagi", Ibu Putri Koster membagikan bantuan berupa 3.780 beras, 7.560 butir telur dan 250 kotak susu. Bantuan tersebut diberikan kepada 126 kader Posyandu Desa Sumita dan Babakan.

Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” juga diisi paparan mengenai transformasi Posyandu oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata. Dalam paparannya, Kadis PMD Dukcapil menyampaikan bahwa lingkup tugas Posyandu tak hanya kesehatan saja, namun diperluas pada bidang pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat serta ketentreaman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. 

Posyandu yang dulu dikenal sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), saat ini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Perubahan ini menitikberatkan pada pelayanan kesehatan terpadu sepanjang siklus hidup, dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa hingga lansia.

Sejalan dengan program di tingkat Provinsi Bali, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan bahwa ia tengah berupaya meningkatkan kapasitas kader dan menyempurnakan kelembagaan Posyandu di tingkat Desa/Kelurahan. Dia melaporkan, Gianyar memiliki 4.300 kader Posyandu dan seluruhnya sudah terdaftar. 

“Kami juga punya aplikasi sistem informasi Posyandu yang memungkinkan akses informasi terinregrasi hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya. Buatkan headline dan isi untuk berita di instgram 

Friday, April 3, 2026

Koster Siapkan Penataan Besakih Berkelanjutan, Akses Jalan hingga Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas

 


Karangasem, gianyardaily.com Gubernur Bali Wayan Koster terus mendorong penataan kawasan suci Besakih secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kesucian sekaligus meningkatkan kenyamanan umat.

Saat menghadiri puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh, Kamis (2/4/2026), Koster menyampaikan bahwa penataan kawasan Besakih kini telah memasuki tahap kedua, setelah tahap pertama rampung pada 2022 dengan anggaran sekitar Rp800 miliar.

Tahap lanjutan difokuskan pada penataan 26 titik pelinggih dengan anggaran sekitar Rp203 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. Penataan ini dilakukan dengan tetap menjaga nilai historis, arsitektur, serta keseragaman estetika kawasan.

Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan mencolok dalam bahan maupun warna bangunan di kawasan Besakih agar tetap mencerminkan kesucian dan keaslian.

Lebih lanjut, Koster juga mengungkapkan rencana tahap ketiga berupa penataan akses jalan menuju Besakih dari berbagai arah seperti Klungkung dan Bangli. Studi perencanaan akan dimulai pada 2026–2027, dengan target pembangunan pada 2028 hingga 2030 untuk mengantisipasi kemacetan di masa mendatang.

Selain penataan kawasan, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong program strategis lainnya, termasuk pengelolaan sampah. Ke depan, Tempat Pembuangan Sementara hanya akan menerima sampah residu dan ditargetkan ditutup sepenuhnya pada Agustus 2026.

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik juga akan dimulai pada pertengahan 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027, sehingga pada 2028 seluruh sampah di Bali dapat diolah menjadi energi.

Di sisi lain, kondisi Bali tetap menunjukkan tren positif. Hingga 31 Maret 2026, kunjungan wisatawan domestik meningkat hingga 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Koster juga mengapresiasi Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang berhasil mencatat pendapatan Rp14,5 miliar pada 2025, yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan upacara dan operasional kawasan. Pemerintah Provinsi Bali turut memberikan bantuan sebesar Rp3,2 miliar untuk pelaksanaan karya tahun ini.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali agar tetap aman, bersih, dan harmonis di tengah berbagai dinamika global.

Thursday, April 2, 2026

Koster Tekankan Kelancaran Karya IBTK di Besakih, Pastikan Berjalan Tertib dan Khidmat

 

Karangasem, gianyardaily.com


 — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih harus berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat tanpa gangguan selama rangkaian upacara.

Penegasan tersebut disampaikan saat sambrama wacana pada puncak karya yang digelar bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa, Kamis (2/4/2026). Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak mengingat Pura Agung Besakih merupakan pusat persembahyangan umat Hindu dari berbagai daerah.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan yang berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, dan pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi persembahyangan.

Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan umat dari seluruh kabupaten/kota di Bali hingga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara dilakukan secara ketat guna menghindari kepadatan di kawasan suci Besakih.

Rangkaian puncak karya dipuput oleh 33 sulinggih yang memimpin prosesi di berbagai titik utama, termasuk Penataran Agung, kawasan Catur Lawa, Catur Dala, hingga pedharman di kompleks Pura Agung Besakih.

Suasana khidmat terasa sejak awal prosesi yang diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis, prosesi nunas tirta, hingga penutupan dengan persembahyangan bersama.

-->