Friday, August 21, 2026

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api



Badung, gianyardaily.com  Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Kepala DKLH Bali I Made Dwi Arbani menyampaikan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.05 Wita. Petugas kemudian mengerahkan dua unit mobil tangki air milik UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Bali yang memang disiagakan untuk menghadapi kondisi darurat di kawasan tersebut.

Menurut Dwi, titik api dapat dilokalisasi sehingga proses pemadaman berlangsung relatif singkat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.22 Wita atau kurang lebih 17 menit setelah kejadian dilaporkan.

Penanganan tidak hanya mengandalkan penyemprotan air. Tiga unit alat berat jenis ekskavator turut diterjunkan untuk membuka dan memindahkan material sampah di sekitar titik api. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat menjangkau bagian yang masih berpotensi menyimpan bara.

“Sudah terisolasi sehingga 17 menit sudah padam,” ujar Dwi saat ditemui di lokasi.

Usai api dinyatakan padam, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Armada Pemadam Kebakaran turut membantu proses tersebut.

Dwi menjelaskan, kesiapan menghadapi kondisi darurat di TPA Suwung telah menjadi bagian dari prosedur operasional. Dua mobil tangki yang dilengkapi nozzle selalu ditempatkan dalam kondisi siap digunakan.

“Kami sudah antisipasi dengan dua tangki air dengan nozzle. SOP kami begitu kalau ada emergency. Nanti alat berat bantu untuk geser sampah,” jelasnya.

Setelah situasi dinyatakan aman, kegiatan operasional TPA Suwung kembali berjalan seperti biasa. Kendaraan pengangkut sampah kembali diizinkan memasuki kawasan TPA sekitar pukul 14.01 Wita.

Cuaca Panas Diduga Picu Kebakaran

Terkait penyebab kejadian, Dwi menduga kondisi cuaca yang panas menjadi salah satu faktor yang memicu munculnya api pada tumpukan sampah.

Sebagai langkah pencegahan, penyiraman dilakukan secara berkala di area TPA. Frekuensinya setidaknya satu kali dalam sepekan dan dapat ditambah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Selain itu, petugas juga dapat menggunakan armada pemadam untuk melakukan penyemprotan air apabila ditemukan area yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Yang rutin lagi, kami menyemprot pakai air dari pemadam sesuai kebutuhan untuk mencegah kebakaran,” terang Dwi.

Kesiapan personel, armada tangki, alat berat, serta proses pemantauan dan penyiraman rutin diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api di kawasan TPA Suwung.

0 Comments:

Post a Comment

-->