Bangli, gianyardaily.com Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kelestarian adat dan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, pada rangkaian Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin di Desa Adat Guliang Kangin, Minggu (29/3).
Tak sekadar menghadiri, Giri Prasta juga terlibat langsung dalam prosesi upacara dengan turut ngayah bersama krama desa. Ia mengikuti rangkaian persembahyangan serta prosesi sakral mendem pedagingan bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.
Momentum tersebut menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di Bali. Di tengah perkembangan zaman, pelestarian adat dinilai tetap menjadi fondasi penting kehidupan masyarakat.
Dalam arahannya, Giri Prasta menekankan bahwa yadnya yang dilaksanakan masyarakat merupakan bentuk pengorbanan tulus yang mencakup banyak aspek, mulai dari pembangunan tempat suci hingga pelaksanaan upacara secara menyeluruh.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, baik melalui dukungan infrastruktur keagamaan maupun bantuan pembiayaan, sehingga krama dapat menjalankan kegiatan adat dengan lebih ringan dan khusyuk.
“Harapan kita, masyarakat tetap solid, sagilik saguluk sabayan taka, dan mampu mewujudkan kehidupan yang damai serta sejahtera,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta sebagai wujud bhakti kepada masyarakat. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, juga memberikan bantuan sebesar Rp10 juta sebagai dukungan terhadap pelaksanaan upacara.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan serta menjaga keberlanjutan adat dan budaya Bali di tengah masyarakat.

0 comments:
Post a Comment