BADUNG, ginyardaily.com Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, terus menggencarkan aksi sosial melalui kegiatan Membina dan Berbagi di Desa Pangsan dan Desa Sulangai, Kabupaten Badung, Selasa (31/3).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan keluarga yang sehat, cerdas, berkualitas, dan sejahtera melalui penguatan peran Posyandu di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Putri Koster menegaskan bahwa keberhasilan program desa sangat bergantung pada kinerja para kader di lapangan. Menurutnya, keseriusan kader dalam bekerja serta kemampuan menyerap aspirasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program.
“Apabila kader bekerja dengan serius serta mampu menyerap aspirasi sekaligus menyelesaikan permasalahan di desa, maka 85 persen program desa akan berhasil dilaksanakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi fokus layanan Posyandu saat ini. Salah satu yang ditekankan adalah pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Kulkul sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Putri Koster juga berencana untuk turut serta dalam kegiatan gotong royong bersama kader PKK dan Posyandu Desa Sulangai dalam waktu dekat.
Sementara itu, Pengarah Posyandu Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memberikan layanan dasar kepada masyarakat, sekaligus menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyerap aspirasi di tingkat desa.
Menurutnya, Tim Pembina Posyandu bertugas memberikan arahan, melakukan pembinaan kepada kader, serta melaksanakan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Putri Koster bersama jajaran juga meninjau TPS3R Sunara Giri Lestari di Desa Sulangai. Ia memberikan apresiasi terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber yang telah berjalan dengan baik dan melibatkan hampir seluruh warga desa.
Warga setempat diketahui telah mengelola sampah organik secara mandiri di rumah masing-masing. Sementara sampah daur ulang dikumpulkan untuk dijual kembali, dan sampah residu diolah menggunakan mesin insinerator hingga dimanfaatkan menjadi paving block.
Upaya ini dinilai sebagai contoh nyata keberhasilan kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah berbasis keberlanjutan.

0 comments:
Post a Comment