Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Showing posts with label Jembrana. Show all posts
Showing posts with label Jembrana. Show all posts

Wednesday, May 6, 2026

Proses Nekropsi Paus Sperma di Jembrana Nyaris Terganggu karena Gigi Diburu

 



Jembrana, gianyardaily.com Proses pemeriksaan atau nekropsi terhadap bangkai paus sperma yang terdampar di pesisir Pantai Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, masih terus dilakukan hingga Rabu (6/5/2026) petang. Di tengah proses tersebut, petugas menemukan indikasi adanya upaya pengambilan gigi paus oleh oknum tak dikenal.

Sejak pagi, lokasi terdamparnya mamalia laut berukuran besar itu dipadati warga yang ingin melihat langsung proses penanganan. Meski petugas telah memasang garis pembatas, sejumlah warga dilaporkan sempat mencoba mendekati area nekropsi.

Cuaca buruk berupa hujan deras juga menjadi kendala dalam proses pemeriksaan di lapangan, sehingga hingga pukul 18.00 WITA nekropsi belum sepenuhnya selesai dilakukan.

Sebelumnya, paus sperma tersebut ditemukan terdampar pada Selasa (5/5/2026). Warga sempat melihat paus masih dalam kondisi hidup saat berada di perairan dangkal sekitar pukul 14.00 WITA. Namun, kondisi air laut yang surut membuat hewan itu tidak mampu kembali ke laut dan akhirnya mati beberapa jam kemudian.

Relawan Jaringan Satwa Indonesia (JSI), drh. Abdullatif Muhammad, menjelaskan bahwa nekropsi baru dapat dilaksanakan setelah kondisi air memungkinkan. Paus yang diperiksa diketahui berjenis kelamin betina dengan panjang mencapai sekitar 17 meter.

Menurutnya, terdapat beberapa dugaan awal penyebab kematian paus tersebut. Salah satunya adalah crush syndrome akibat hilangnya tekanan air yang menopang tubuh paus saat terdampar. Selain itu, gangguan pernapasan juga diduga terjadi ketika air masuk melalui saluran pernapasan atau blow hole.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, tim mengambil lebih dari 20 sampel organ yang akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium, termasuk untuk kebutuhan analisis DNA.

Terkait dugaan pengambilan gigi paus, tim menemukan sejumlah kerusakan di area mulut yang mengindikasikan adanya upaya pencabutan secara paksa. Petugas masih melakukan pendalaman terkait dugaan tersebut.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Satpolairud Polres Jembrana terus melakukan pengamanan di lokasi guna mencegah gangguan selama proses penanganan berlangsung. Setelah nekropsi selesai, bangkai paus direncanakan akan segera dikuburkan.

Tuesday, May 5, 2026

Warga Melaya Dikejutkan Penemuan Paus di Pantai Anyar Sari



Jembrana, gianyardaily.com Seekor paus ditemukan dalam kondisi terdampar di pesisir Pantai Banjar Anyar Sari, Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (5/5/2026). Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar.

Berdasarkan informasi, paus tersebut pertama kali terlihat sekitar pukul 14.00 WITA. Mamalia laut berjenis paus sperma itu diketahui berjenis kelamin betina dengan panjang mencapai kurang lebih 15 meter.

Kapolsek Melaya, Kompol Ketut Sukadana, menjelaskan bahwa sebelumnya paus sempat terlihat masih bergerak di perairan sekitar 100 meter dari bibir pantai. Namun, seiring air laut mulai surut, pergerakan paus melemah hingga akhirnya tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Saat ditemukan, posisi paus berada dengan bagian kepala mengarah ke laut. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi paus.

Pemeriksaan awal telah dilakukan oleh tim dokter hewan dari jaringan konservasi satwa. Hasil identifikasi memastikan bahwa paus tersebut merupakan jenis paus sperma betina dengan ukuran sekitar 15 meter. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.

-->