BADUNG , gianyardaiy.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, serta Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah) yang digelar Desa Adat Kuta, Kamis (10/9/2026).
Rangkaian upacara yang berlangsung di Bale Penyadnyan Desa Adat Kuta tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan yadnya masyarakat sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus bentuk pelaksanaan ajaran agama Hindu dan adat Bali.
Di tengah perkembangan Kuta sebagai salah satu kawasan pariwisata utama di Bali, pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat setempat.
I Gusti Anom Gumanti menyampaikan, perkembangan pariwisata di Kuta hendaknya tetap berjalan beriringan dengan pelestarian adat, budaya dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Kuta merupakan kawasan pariwisata yang terus berkembang, tetapi adat, budaya dan tradisi tidak boleh ditinggalkan. Justru di tengah perkembangan pariwisata ini, nilai-nilai adat dan budaya harus tetap dijaga dan dilestarikan,” ujar Anom Gumanti.
Tokoh kelahiran Kuta tersebut menilai, pelaksanaan yadnya seperti Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah dan Manusa Yadnya bukan hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari keberlanjutan tradisi masyarakat Bali.
Menurutnya, keberlangsungan kegiatan adat dan keagamaan penting untuk memastikan generasi penerus tetap mengenal dan memahami nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Dengan demikian, kemajuan kawasan pariwisata dapat terus berjalan tanpa menghilangkan identitas budaya masyarakat setempat.
“Kemajuan pariwisata harus tetap memiliki pijakan pada adat dan budaya. Ini yang menjadi kekuatan Bali, sehingga tradisi yang ada harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Graha Wicaksana, serta Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Puspa Negara dan I Nyoman Sudana.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan legislatif tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat yang dilaksanakan masyarakat Desa Adat Kuta.
Rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah dan Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah) tersebut sekaligus mencerminkan komitmen masyarakat Desa Adat Kuta dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya dan tradisi di tengah dinamika perkembangan kawasan pariwisata.

0 Comments:
Post a Comment