Monday, September 7, 2026

Aksi Sosial Membina dan Berbagi Perkuat Peran Kader Posyandu di Denpasar

 


DENPASAR, gianyardaily.com  Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali melalui kegiatan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” terus memperkuat pembinaan sekaligus memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Banjar Bun, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (7/9). Kegiatan menjadi momentum memperkuat sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, serta para kader di lapangan.

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang selama ini telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan pelayanan serta mendampingi masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kader merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga memiliki peran penting dalam mengetahui kondisi, kebutuhan, permasalahan, maupun aspirasi masyarakat.

Seiring dengan transformasi Posyandu, peran lembaga tersebut kini semakin luas. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah berkembang melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Transformasi tersebut, kata Putri, harus diikuti dengan peningkatan kapasitas kader. Para kader diharapkan memahami enam SPM sekaligus tugas dan tanggung jawab sesuai bidang pelayanan masing-masing.

Kader juga tidak hanya menjalankan kegiatan Posyandu, tetapi berperan mendata dan mencatat berbagai permasalahan serta aspirasi masyarakat. Data yang ditemukan di lapangan selanjutnya dapat disampaikan kepada petugas kelurahan untuk menjadi bahan tindak lanjut.

Dengan demikian, kader menjadi salah satu penghubung penting antara masyarakat dengan pemerintah, terutama dalam memastikan berbagai kebutuhan dasar masyarakat dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa/kelurahan di Kota Denpasar. Seluruh kelompok tersebut terus didorong untuk memberikan pelayanan berdasarkan enam SPM.

Untuk mendukung pembinaan, terdapat empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan di Kota Denpasar. Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar bersama OPD pengarah juga terus melakukan sosialisasi dan pembinaan guna meningkatkan pemahaman serta kapasitas para kader.

Dalam Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” di Kelurahan Dangin Puri, bantuan diberikan kepada 105 kader Posyandu yang berasal dari tujuh kelompok Posyandu.

Setiap kelompok menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, serta dua kotak susu. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan di Dangin Puri mencapai 3.150 kilogram beras, 210 krat atau 6.300 butir telur, serta 210 kotak susu.

Putri Suastini Koster menegaskan, bantuan tersebut tidak semata-mata dilihat dari bentuk maupun jumlahnya. Bantuan menjadi wujud perhatian, kepedulian, dan apresiasi kepada para kader yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pelayanan masyarakat.

Pengarah Tim Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menegaskan bahwa transformasi enam SPM menjadi momentum untuk semakin memberdayakan Posyandu agar aktif berkolaborasi dalam membangun desa maupun wilayah.

“Secara kondisional, kesehatan menjadi faktor utama untuk kita maju dan beraktivitas. Membangun banjar atau wilayah itu menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya kesehatan, tetapi juga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, jalan yang layak serta pemukiman yang sehat,” tegasnya.

Ia menambahkan, melalui enam SPM Posyandu, kader diharapkan turut aktif memberikan pelayanan dasar yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

“Melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, kita turut aktif berperan sebagai Kader Posyandu dalam memberikan layanan, sehingga kita dapat memberikan pelayanan dasar secara lebih dekat dengan masyarakat, dan cepat diakses oleh masyarakat,” lanjut Putu Anom.

Posyandu juga diharapkan menjadi lembaga yang responsif terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan, termasuk mampu membantu mendeteksi kebutuhan serta menyampaikan persoalan kepada pihak yang berwenang.

Selain Dangin Puri, kegiatan “Membina dan Berbagi” juga dilaksanakan di Banjar Kelod, Renon, Denpasar. Dalam kegiatan tersebut, bantuan diberikan kepada 75 kader Posyandu dari lima lingkungan atau lima kelompok Posyandu di Kelurahan Renon.

Masing-masing kelompok menerima 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Total bantuan yang diserahkan di Kelurahan Renon mencapai 2.250 kilogram beras, 150 krat atau 4.500 butir telur, serta 150 kotak susu.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberadaan Posyandu sebagai lembaga yang hadir dekat dengan masyarakat. Dengan peningkatan kapasitas kader dan penerapan enam SPM, Posyandu diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan dasar, mendeteksi kebutuhan masyarakat, memberikan edukasi, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah.

Sinergi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Kota Denpasar, kecamatan, kelurahan, serta para kader diharapkan terus diperkuat agar keberadaan Posyandu semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

0 Comments:

Post a Comment

-->