Wednesday, September 2, 2026

Aksi Sosial TP Posyandu “Membina dan Berbagi” Sasar Kader di Dua Lokasi di Bangli

 


BANGLI,gianyardaily.com Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial bertajuk “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli, Selasa (2/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi dengan menyasar para kader Posyandu.

Kegiatan pertama berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut. Sebanyak 50 kader dari enam Posyandu menjadi sasaran aksi sosial tersebut.

Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Di lokasi kedua, aksi sosial diikuti 54 peserta yang berasal dari lima Posyandu.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kader menerima bantuan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Bantuan yang diberikan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, serta dua kotak susu.

Pemberian bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para kader atas peran mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bantuan diharapkan turut menambah semangat kader dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster juga menjelaskan mengenai perluasan bidang tugas Posyandu yang kini mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Untuk memudahkan kader mengingat enam bidang tersebut, ia memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Ia mendorong para kader agar lebih peka terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat dan aktif melakukan koordinasi sesuai bidang permasalahan yang ditemukan.

“Misalnya ada warga yang kesulitan dalam melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ujar Putri Koster.

Untuk bidang pendidikan tinggi, ia turut menyampaikan adanya program Pemprov Bali berupa 1 Keluarga 1 Sarjana. Menurutnya, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat diarahkan untuk memanfaatkan program tersebut.

Selain persoalan pendidikan, kader juga dapat membantu mendata dan mengomunikasikan persoalan sosial lainnya yang terjadi di lingkungan, termasuk kasus pencurian, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi sosial tersebut di wilayah Bangli. Ia menyebut Kabupaten Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan Posyandu yang kini memiliki cakupan tugas lebih luas melalui enam SPM.

“Kami bersama jajaran siap mendukung penguatan Posyandu di Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Sariasih juga menilai sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus dilakukan. Pasalnya, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah memiliki cakupan pelayanan dasar yang lebih luas.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan pentingnya pemahaman para kader yang bertugas di tingkat banjar mengenai perubahan tersebut.

Menurutnya, tanpa pemahaman yang baik, perluasan tugas Posyandu menjadi enam SPM berpotensi dianggap rumit oleh para kader. Padahal, transformasi tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu menjadi pelayanan dasar terpadu, responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Anom Agustina juga mengingatkan bahwa kader Posyandu bukan bertugas sebagai eksekutor. Peran utama kader adalah mencatat dan mendata berbagai persoalan masyarakat yang berkaitan dengan enam SPM.

Data dan permasalahan tersebut kemudian disampaikan kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel dan selanjutnya ke jenjang pemerintahan terkait.

Dengan penguatan pemahaman dan koordinasi tersebut, transformasi Posyandu diharapkan dapat semakin mendekatkan akses pelayanan dasar sekaligus memperkuat peran kader dalam membantu masyarakat di tingkat banjar.

0 Comments:

Post a Comment

-->