Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Showing posts with label Bangli. Show all posts
Showing posts with label Bangli. Show all posts

Thursday, September 10, 2026

Ibu Putri Koster Kawal “Wastra Hitakara”, Dorong Lahirnya Desainer Berbakat dari Kabupaten/Kota

 


BANGLI, gianyardaily.com Upaya memperkuat ekosistem fesyen berbasis wastra sekaligus mendorong regenerasi desainer muda Bali terus dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali.

Melalui Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara”, tujuh desainer muda Bali menampilkan karya mereka yang dibawakan oleh 30 model di Alun-Alun Kota Bangli, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut dikawal langsung Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. Road show yang digelar secara bergiliran di kabupaten/kota ini tidak hanya menjadi panggung bagi karya fesyen berbasis wastra, tetapi juga diarahkan untuk membuka ruang bagi munculnya desainer-desainer lokal berbakat di masing-masing daerah.

Ibu Putri Koster menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perajin Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali agar berkarya dan berinovasi menghasilkan produk busana berkualitas dengan memanfaatkan kain tenun tradisional endek Bali.

Menurutnya, pengembangan fesyen berbasis endek menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlanjutan perajin sekaligus memperluas penggunaan wastra Bali di tengah masyarakat.

“Perajin kain endek kita semakin sedikit dan tergerus karena minimnya masyarakat Bali yang memilih endek sebagai bahan sandang. Oleh karena itu, upaya memperkenalkan kain endek dalam bentuk busana terus saya lakukan. Bahkan, pada periode kedua ini saya menggandeng desainer, model, koreografer, dan komposer untuk berkeliling Bali,” ungkapnya.

Endek Tak Cukup Hanya Diperkenalkan sebagai Kain

Ibu Putri Koster menilai upaya pelestarian endek tidak cukup dilakukan sebatas memperkenalkan kain tradisional kepada masyarakat.

Endek, kata dia, perlu dihadirkan dalam bentuk busana yang menarik, relevan dengan perkembangan zaman, serta dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Dekranasda Bali Fashion Road Show dirancang dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem fesyen, mulai dari perajin kain tenun tradisional, desainer, penjahit, model, koreografer hingga komposer musik.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menghidupkan rantai ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir, sekaligus memberikan ruang bagi setiap pelaku untuk berkembang.

Pelaksanaan “Wastra Hitakara” secara bergiliran di kabupaten/kota juga menjadi strategi untuk menemukan dan memberikan panggung kepada desainer lokal.

Kehadiran desainer muda Bali dalam setiap road show diharapkan dapat mengetoktularkan kreativitas sekaligus mendorong desainer di daerah agar berani tampil dan memperkenalkan karya mereka.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memunculkan desainer lokal dari setiap kabupaten yang kami kunjungi dan pilih sebagai lokasi penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Road Show ‘Wastra Hitakara’ secara bergantian setiap bulan,” ujarnya.

Wastra Bali Sarat Filosofi dan Taksu

Selain mendorong regenerasi desainer, “Wastra Hitakara” menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan wastra Bali yang memiliki karakter berbeda di setiap wilayah.

Ibu Putri Koster menekankan bahwa kain tradisional Bali tidak hanya memiliki keindahan secara visual, tetapi juga menyimpan motif, filosofi, dan taksu yang mencerminkan identitas masyarakat serta daerah asalnya.

Salah satu yang disampaikan yakni filosofi kain geringsing. Menurutnya, kata “gering” berarti sakit, sedangkan “sing” berarti tidak. Makna tersebut merepresentasikan harapan akan kesehatan dan keselamatan yang diwariskan melalui tradisi menenun.

Nilai-nilai filosofis tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan wastra Bali untuk diperkenalkan lebih luas tanpa kehilangan identitas budaya yang melekat di dalamnya.

Pengembangan fesyen berbasis wastra Bali juga diperkuat melalui tiga program utama Dekranasda Provinsi Bali, yakni Dekranasda Bali Fashion Day yang melibatkan perangkat daerah dan dilaksanakan setiap bulan, Dekranasda Bali Fashion Week yang digelar setiap akhir tahun, serta Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” yang dilaksanakan secara bergiliran di kabupaten/kota.

Melalui rangkaian program tersebut, karya desainer Bali diharapkan tidak berhenti di panggung peragaan busana. Karya-karya tersebut juga didorong masuk ke ruang kreatif dan digital yang lebih luas sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih besar.

Endek Bali Berpeluang Mendunia

Ibu Putri Koster juga mengingatkan besarnya potensi endek Bali untuk berkembang di tingkat global.

Pada periode sebelumnya, enam motif kain endek Bali dipilih oleh rumah mode Dior untuk digunakan dalam koleksinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan wastra Bali memiliki daya tarik dan potensi untuk mendapatkan tempat dalam industri fesyen dunia.

“Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Oleh karena itu, saya mengajak para perajin kain endek untuk terus menenun dan melakukan regenerasi. Sementara itu, para desainer muda Bali agar terus berkreasi dan berinovasi menghasilkan busana untuk ditampilkan di atas panggung, sekaligus menjadi rekomendasi pakaian yang dapat digunakan pada hari kerja,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan industri fesyen berbasis wastra dapat berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. Kreativitas dan inovasi diperlukan agar wastra tetap relevan, namun spirit, estetika, filosofi dan identitas budaya tetap terjaga.

Tujuh Desainer Ramaikan Wastra Hitakara di Bangli

Dalam penyelenggaraan di Bangli, sebanyak tujuh desainer muda Bali menampilkan karya mereka yang diperagakan oleh 30 model.

Ketujuh desainer tersebut yakni A Tiga by Turah Mayun, Taksu Design by Adhi Taksu, Agung Bali Collection by Agung Indira, Limas Boutique by Yenni Limas, Deluxe Design by Dayu Dian, Ipong Design by Ipong, serta Body & Mind Bali by Dayu Karang.

A Tiga by Turah Mayun, antara lain, menampilkan payas agung Kabupaten Karangasem, payas ningrat Kabupaten Buleleng, dan payas agung Kota Denpasar.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyambut positif pelaksanaan “Wastra Hitakara” di Bangli.

Menurutnya, Bangli memiliki beragam produk wastra dan kerajinan dengan keunikan serta karakter tersendiri. Kreativitas dan inovasi para pelaku usaha perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Dekranasda berharap semakin banyak perajin serta pelaku UMKM/IKM yang terdorong untuk berkarya sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Pengembangan fesyen berbasis wastra juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi, meningkatkan kesejahteraan perajin, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat untuk menggunakan produk lokal Bali.

Ibu Putri Koster menegaskan, Bali tidak hanya tumbuh sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai sumber inspirasi. Denyut perekonomian Bali turut digerakkan oleh tangan-tangan terampil para perajin, desainer, seniman dan pelaku industri kreatif yang terus menghasilkan karya berbasis kekayaan budaya Bali.

Di penghujung acara, karya para desainer kembali ditampilkan di area catwalk Dekranasda Bali Fashion Road Show “Wastra Hitakara” di Bangli.

Busana yang diperagakan juga dapat dipilih dan dibeli oleh undangan yang hadir. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan karya desainer dengan pasar secara langsung, sehingga peragaan busana tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga membuka peluang pemasaran bagi pelaku industri fesyen Bali.

Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Bali Sasar Tiga Desa di Bangli



BANGLI,gianyardaily.com Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali “Bergerak dan Berbagi” kembali menyapa masyarakat di Kabupaten Bangli. Kali ini, kegiatan menyasar tiga desa, yakni Desa Pengiangan, Kecamatan Susut, Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, dan Desa Satra, Kecamatan Kintamani, Rabu (9/9/2026).

Di masing-masing lokasi, sebanyak 50 masyarakat menerima bantuan yang terdiri dari lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, kader PKK dan balita. Setiap penerima memperoleh bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur dan susu.

Penyaluran bantuan turut melibatkan sejumlah Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali. Bantuan yang disalurkan di antaranya paket Gemarikan, sembako, susu, multivitamin, bibit pohon, tanaman cabai hingga buku resep kuliner.

Bagi masyarakat penerima, bantuan tersebut dinilai memberikan manfaat langsung, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ni Nengah Masih, anggota PKK Banjar Sunting, Desa Pengotan, mengatakan bantuan dari TP PKK Provinsi Bali turut meringankan beban perekonomian keluarganya.

Ia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan anak-anak.

Hal senada disampaikan Ni Luh Sulastri, anggota PKK Dusun Padpadan, Desa Pengotan. Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilanjutkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di desa-desa lainnya di Bali.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” yang menyasar tiga desa di Kabupaten Bangli. Menurutnya, kehadiran dan bantuan yang diberikan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menjadi perhatian yang selalu dinantikan masyarakat.

Tidak hanya memberikan bantuan, kegiatan “Bergerak dan Berbagi” juga diisi dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) memasak yang bekerja sama dengan Bali Chef Community (BCC). Sebanyak 30 anggota PKK desa dilibatkan dalam setiap pelaksanaan bimtek.

Bimtek tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan anggota PKK, khususnya dalam mengolah bahan pangan lokal. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya perhatian terhadap asupan makanan keluarga. Menurutnya, masyarakat di pedesaan tetap perlu memastikan makanan yang dikonsumsi keluarga memiliki nilai gizi yang baik.

“Walaupun kita tinggal di desa, makanan yang dikonsumsi oleh keluarga harus tetap makanan yang baik dan penuh gizi,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia berharap pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah makanan dapat terus ditingkatkan. Dengan demikian, bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat tidak hanya diolah menjadi hidangan yang lezat, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga.

Selain bantuan sosial dan Bimtek memasak, kegiatan di tiga desa tersebut turut dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pelayanan vaksinasi rabies gratis bagi Hewan Penular Rabies (HPR) juga diberikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi”, TP PKK Provinsi Bali tidak hanya menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan, kesehatan serta pemanfaatan potensi pangan lokal di tingkat desa.

Thursday, September 3, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Ngaben, Metatah dan Nyekah Massal VII Desa Adat Jimbaran



BADUNG, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) Sawa Pranawa Madya, Metatah lan Nyekah Massal VII Desa Adat Jimbaran Tahun 2026.

Upacara keagamaan dan adat tersebut berlangsung di Wantilan Kuari Jimbaran, Selasa (1/9). Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Sudira, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Wayan Disel Astawa, Camat Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, serta tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan Pitra Yadnya, Metatah lan Nyekah Massal VII menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan dan adat yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh krama Desa Adat Jimbaran.

Selain menjadi momentum bagi masyarakat dalam menjalankan kewajiban agama dan adat, pelaksanaan upacara secara massal tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah krama.

I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi semangat krama Desa Adat Jimbaran yang bergotong royong dalam melaksanakan seluruh rangkaian upacara.

“Pelaksanaan upacara secara massal ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang begitu kuat di tengah masyarakat. Nilai-nilai menyama braya seperti ini menjadi bagian penting dalam kehidupan adat dan budaya Bali,” ujarnya.

Menurut Anom Gumanti, keberlangsungan kegiatan adat dan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Bali. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan antarkrama.

Ia berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan khidmat. Pelaksanaan yadnya juga diharapkan membawa kerahayuan bagi keluarga yang melaksanakan serta memberikan kebaikan bagi seluruh krama Desa Adat Jimbaran.

“Kita berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan khidmat. Semoga pelaksanaan yadnya ini membawa kerahayuan bagi seluruh keluarga yang melaksanakan dan memberikan kebaikan bagi krama Desa Adat Jimbaran,” katanya.

Wednesday, September 2, 2026

Aksi Sosial TP Posyandu “Membina dan Berbagi” Sasar Kader di Dua Lokasi di Bangli

 


BANGLI,gianyardaily.com Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial bertajuk “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli, Selasa (2/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi dengan menyasar para kader Posyandu.

Kegiatan pertama berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut. Sebanyak 50 kader dari enam Posyandu menjadi sasaran aksi sosial tersebut.

Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Di lokasi kedua, aksi sosial diikuti 54 peserta yang berasal dari lima Posyandu.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kader menerima bantuan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Bantuan yang diberikan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, serta dua kotak susu.

Pemberian bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para kader atas peran mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bantuan diharapkan turut menambah semangat kader dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster juga menjelaskan mengenai perluasan bidang tugas Posyandu yang kini mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Untuk memudahkan kader mengingat enam bidang tersebut, ia memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Ia mendorong para kader agar lebih peka terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat dan aktif melakukan koordinasi sesuai bidang permasalahan yang ditemukan.

“Misalnya ada warga yang kesulitan dalam melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ujar Putri Koster.

Untuk bidang pendidikan tinggi, ia turut menyampaikan adanya program Pemprov Bali berupa 1 Keluarga 1 Sarjana. Menurutnya, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat diarahkan untuk memanfaatkan program tersebut.

Selain persoalan pendidikan, kader juga dapat membantu mendata dan mengomunikasikan persoalan sosial lainnya yang terjadi di lingkungan, termasuk kasus pencurian, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi sosial tersebut di wilayah Bangli. Ia menyebut Kabupaten Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan Posyandu yang kini memiliki cakupan tugas lebih luas melalui enam SPM.

“Kami bersama jajaran siap mendukung penguatan Posyandu di Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Sariasih juga menilai sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus dilakukan. Pasalnya, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah memiliki cakupan pelayanan dasar yang lebih luas.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan pentingnya pemahaman para kader yang bertugas di tingkat banjar mengenai perubahan tersebut.

Menurutnya, tanpa pemahaman yang baik, perluasan tugas Posyandu menjadi enam SPM berpotensi dianggap rumit oleh para kader. Padahal, transformasi tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu menjadi pelayanan dasar terpadu, responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Anom Agustina juga mengingatkan bahwa kader Posyandu bukan bertugas sebagai eksekutor. Peran utama kader adalah mencatat dan mendata berbagai persoalan masyarakat yang berkaitan dengan enam SPM.

Data dan permasalahan tersebut kemudian disampaikan kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel dan selanjutnya ke jenjang pemerintahan terkait.

Dengan penguatan pemahaman dan koordinasi tersebut, transformasi Posyandu diharapkan dapat semakin mendekatkan akses pelayanan dasar sekaligus memperkuat peran kader dalam membantu masyarakat di tingkat banjar.

Sunday, March 29, 2026

Dukung Tradisi Adat, Wagub Bali Serahkan Bantuan di Upacara Melaspas Bangli




Bangli, gianyardaily.com Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga kelestarian adat dan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, pada rangkaian Upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin di Desa Adat Guliang Kangin, Minggu (29/3).

Tak sekadar menghadiri, Giri Prasta juga terlibat langsung dalam prosesi upacara dengan turut ngayah bersama krama desa. Ia mengikuti rangkaian persembahyangan serta prosesi sakral mendem pedagingan bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Momentum tersebut menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan di Bali. Di tengah perkembangan zaman, pelestarian adat dinilai tetap menjadi fondasi penting kehidupan masyarakat.

Dalam arahannya, Giri Prasta menekankan bahwa yadnya yang dilaksanakan masyarakat merupakan bentuk pengorbanan tulus yang mencakup banyak aspek, mulai dari pembangunan tempat suci hingga pelaksanaan upacara secara menyeluruh.

Ia menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, baik melalui dukungan infrastruktur keagamaan maupun bantuan pembiayaan, sehingga krama dapat menjalankan kegiatan adat dengan lebih ringan dan khusyuk.

“Harapan kita, masyarakat tetap solid, sagilik saguluk sabayan taka, dan mampu mewujudkan kehidupan yang damai serta sejahtera,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta sebagai wujud bhakti kepada masyarakat. Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, juga memberikan bantuan sebesar Rp10 juta sebagai dukungan terhadap pelaksanaan upacara.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan serta menjaga keberlanjutan adat dan budaya Bali di tengah masyarakat.

Giri Prasta Hadiri Melaspas Sanggah Gede di Bangli, Turut Ngayah Bersama Krama

 


BANGLI, gianyardail.com Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, lan Melaspas Sanggah Gede Kubon Tubuh Kuthawaringin yang digelar di Desa Adat Guliang Kangin, Kabupaten Bangli, Minggu (29/3).

Kehadiran Giri Prasta dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai representasi pemerintah daerah, tetapi juga sebagai bagian dari krama Bali yang turut ngayah dalam prosesi keagamaan. Ia tampak mengikuti persembahyangan bersama serta ikut ngaturang ayah-ayahan mendem pedagingan bersama Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan masyarakat adat dalam melaksanakan yadnya serta menjaga kelestarian tradisi leluhur. Ia menyebutkan, krama telah mengorbankan waktu, tenaga, hingga biaya yang tidak sedikit, mulai dari pembangunan fisik pura, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pelaksanaan upacara.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk hadir memberikan dukungan. Dukungan itu mencakup pembangunan infrastruktur keagamaan hingga bantuan biaya upakara, sehingga masyarakat dapat lebih fokus menjalankan kewajiban spiritual tanpa terbebani persoalan pendanaan.

“Semoga masyarakat Bali, khususnya Semeton Arya Kubon Tubuh, selalu hidup rukun sagilik saguluk sabayan taka, serta mencapai kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar dan memberikan keharmonisan bagi masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan pribadi sebagai bentuk bhakti kepada krama sebesar Rp25 juta. Sementara itu, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta turut memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung pelaksanaan upacara.

-->