Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Showing posts with label Gianyar. Show all posts
Showing posts with label Gianyar. Show all posts

Saturday, September 19, 2026

Ny. Putri Koster Dorong Kain Tenun Bali Tembus Industri Fesyen Dunia

 


GIANYAR,gianyardaily.com Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 yang digelar di Tuksedo Studio, Gianyar, Jumat (19/9/2026).

Ny. Putri Koster berharap kegiatan yang mempertemukan kreativitas otomotif dan fesyen tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk membuka ruang yang lebih luas bagi desainer dan pelaku industri kreatif Bali untuk berkembang.

Ia juga mendorong penguatan ekosistem fesyen Bali dengan mengangkat kekayaan kain tenun tradisional sebagai identitas sekaligus bagian dari industri mode.

“Teruslah digaungkan, angkat juga kearifan tenun tradisional kita, hingga suatu saat Bali tidak hanya terkenal karena tariannya, tidak hanya terkenal dengan tembangnya, tetapi suatu saat nanti Bali bisa menjadi kiblat mode dunia selain negara-negara di Eropa,” ujar Ny. Putri Koster.

Menurutnya, cita-cita tersebut membutuhkan konsistensi dan keberlanjutan dari seluruh pihak. Pengembangan fesyen Bali tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang terus menerus agar karya para desainer serta kain tradisional Bali semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ny. Putri Koster mencontohkan kiprah desainer Bali, Nyoman Adi melalui brand TAKSU, yang telah mendapatkan kesempatan tampil dalam agenda fesyen di luar negeri, termasuk Paris dan Jepang.

Pengalaman tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa kain tradisional Bali memiliki peluang untuk menembus pasar dan panggung fesyen internasional apabila dikembangkan secara kreatif dan didukung promosi yang berkelanjutan.

“Semoga dari acara ini akan bangkit desainer-desainer Bali lainnya,” harapnya.

Sementara itu, CEO Tuksedo Studio, Pudji Handoko, mengatakan Tuksedo Auto and Fashion Gala 2026 juga menjadi momentum peluncuran First Lady, mobil mewah pertama yang didesain di Indonesia dan Bali.

Kendaraan tersebut mengusung konsep dan desain yang terinspirasi dari mobil klasik era 1930-an yang banyak dipengaruhi gaya Art Deco.

Peluncuran First Lady dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kreativitas di bidang otomotif dengan industri fesyen. Acara juga diisi dengan peragaan busana yang menampilkan karya para desainer menggunakan kain tenun Endek Bali dan kain berciri khas Bali lainnya.

Melalui dukungan terhadap kegiatan seperti Tuksedo Auto and Fashion Gala, Dekranasda Bali mendorong agar kreativitas berbasis budaya terus berkembang. Dengan demikian, kain tradisional Bali tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing dalam industri fesyen global.

Monday, August 24, 2026

Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali



GIANYAR,gianyardaily.com  Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha. Hal tersebut turut dirasakan Anak Agung Krisna Rafael, pemuda asal Ubud, Gianyar, yang mengembangkan minatnya terhadap game menjadi sebuah bisnis di bidang layanan dan produk digital.

Pemuda berusia 20 tahun tersebut mulai mengenal dunia game sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, Free Fire menjadi salah satu permainan yang cukup sering dimainkannya. Dari pengalaman sebagai pemain, Krisna kemudian mulai memahami kebutuhan komunitas gamer, termasuk layanan pengisian item atau top-up serta berbagai kebutuhan digital lainnya.

Ketertarikannya untuk terjun ke dunia bisnis muncul setelah dirinya mengalami sejumlah pengalaman kurang menyenangkan dalam transaksi digital. Pengalaman tersebut kemudian mendorong Krisna untuk mencoba membangun usaha dengan mengutamakan komunikasi dan kepercayaan pelanggan.

“Awalnya saya sering top-up menggunakan uang jajan sendiri. Saya juga pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika melakukan transaksi melalui media sosial. Dari sana saya mulai berpikir untuk mencoba membangun usaha sendiri dengan pelayanan yang lebih jelas,” ujar Krisna.

Dengan modal awal sekitar Rp20 ribu, Krisna mulai menjalankan usaha dalam skala kecil. Ia memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki mengenai dunia game dan kebutuhan komunitas untuk mengembangkan usahanya secara bertahap.

Seiring waktu, aktivitas bisnis tersebut berkembang bersamaan dengan keterlibatannya dalam komunitas gaming. Seperti RJI, RJC Dll. Krisna dipercaya menjadi bagian dari pengelolaan komunitas RJI yang memiliki anggota dan jaringan komunitas di sejumlah wilayah Di Indonesia.

Menurut Krisna, keberadaan komunitas menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan usahanya. Selain menjadi tempat bertukar informasi mengenai game, komunitas juga memberinya kesempatan untuk memahami kebutuhan para pemain sekaligus membangun relasi.

Dari aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara daring, Krisna kemudian mengambil langkah dengan menghadirkan tempat usaha secara fisik di kawasan Ubud.

Kehadiran offline store tersebut menjadi upaya untuk memberikan pilihan bagi pelanggan yang ingin berkomunikasi dan mendapatkan layanan secara langsung. Bagi Krisna, keberadaan tempat fisik juga menjadi bagian dari pengembangan usaha agar tidak sepenuhnya bergantung pada transaksi melalui platform digital.

Selain melayani kebutuhan pelanggan, tempat tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang interaksi bagi komunitas gamer lokal. Diskusi mengenai game, perkembangan industri digital, hingga berbagi pengalaman menjadi bagian dari aktivitas yang ingin dikembangkan.

Meski demikian, Krisna menyadari bahwa aktivitas transaksi di dunia digital memiliki berbagai risiko. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya pengguna layanan digital dan gamer, untuk selalu melakukan pengecekan identitas penjual, menggunakan metode transaksi yang aman, serta memahami ketentuan dari platform yang digunakan.

Perjalanan Krisna juga menjadi gambaran bahwa perkembangan industri digital memberikan ruang bagi anak muda untuk mencoba berbagai bentuk usaha. Namun, peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan literasi digital, pengelolaan bisnis yang baik, serta kepatuhan terhadap aturan platform dan ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi Krisna, perjalanan tersebut bukan semata tentang mengubah hobi menjadi sumber penghasilan. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan bahwa ketekunan, kemampuan membaca peluang, dan kemauan untuk terus belajar dapat menjadi modal penting bagi anak muda dalam membangun usaha di era digital.

Sebagai mahasiswa ITB STIKOM Bali, Krisna kini berupaya membagi waktunya antara pendidikan dan pengembangan usaha. Ia berharap bisnis yang dirintisnya dapat terus berkembang sekaligus memberikan pengalaman bagi dirinya untuk memahami dunia kewirausahaan dan industri digital secara lebih luas.

Informasi dan Media Sosial

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aktivitas bisnis dan komunitas yang dikembangkan Agung Krisna, informasi dapat ditemukan melalui sejumlah kanal media sosial berikut:

Instagram Bisnis: @kssss_store dan @Pusatakunbali

Instagram: @gungdekrisna19___ dan @agungkrisnabalii

Facebook: Agung Krisna Bali

WhatsApp: +62 813-3972-9510 dan +62 812-3987-0137

Masyarakat disarankan tetap melakukan verifikasi identitas dan memastikan informasi kontak sebelum melakukan komunikasi maupun transaksi melalui kanal digital. 

Sunday, June 14, 2026

Langkah Nyata Kadek Agus Darsana Budi: Anak Muda yang Pulang untuk Desa






Gianyar, gianyardaily.com - Menjadi agen perubahan (agent of change) sering kali hanya menjadi jargon keren di media sosial bagi sebagian anak muda. Namun, bagi Kadek Agus Darsana Budi, esensi dari pemuda yang berpendidikan adalah seberapa besar keberanian dan aksi nyata yang ia bawa pulang untuk menyentuh tanah kelahirannya.

Pria asli Desa Keliki, Gianyar ini adalah representasi generasi baru pemimpin muda Bali. Ia merupakan seorang pengusaha sukses yang mengomandani beberapa lini bisnis. Alih-alih menetap di zona nyaman dan mengejar karier di luar negeri, Kadek memilih pulang untuk merealisasikan sebuah visi besar, membangun desa dari akar rumput.

Komitmen Nyata yang Konsisten

Bukti nyata dari dedikasi Kadek kembali terlihat dalam aksi sosial yang digelarnya baru-baru ini. Melalui Karang Taruna Desa Keliki dan Yayasan Gumanti Alam Rahayu, Kadek secara rutin setiap tahunnya turun langsung memberikan apresiasi kepada generasi muda di desanya.

Tahun ini, Kadek bersama pengurus Yayasan menyerahkan langsung hadiah penghargaan kepada para siswa yang berhasil menyabet Juara 1, 2, dan 3 di setiap kelas yang tersebar di 3 Sekolah Dasar (SD) di Desa Keliki. Langkah apresiatif ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian tak terputus untuk menjaga motivasi dan memantik semangat kompetisi positif anak-anak sejak usia dini.

Menariknya, momentum tersebut tidak hanya berfokus pada prestasi akademik. Dilakukan secara bersamaan dengan penyerahan hadiah, Kadek juga menyerahkan fasilitas "Teba Modern" ke 3 Sekolah Dasar tersebut.

Catatan Redaksi: Tebe Modern adalah sistem pengelolaan sampah organik higienis berbasis kearifan lokal Bali yang dimodifikasi secara terstruktur, berfungsi sebagai media edukasi ekologi agar anak-anak bisa mempraktikkan langsung cara menjaga lingkungan sejak di bangku sekolah.

Merealisasikan Ilmu: Menembus Batas Teori

Bagaimana seorang anak muda bisa merealisasikan semua ini di tengah kesibukan mengelola bisnis seperti Griya Ayu Group, Indojaya Engineering, Voltladen, dan ruang kreatif ? Kuncinya ada pada karakter tangguh yang ia tempa selama merantau.

Sebelum pulang ke Bali pada tahun 2020, Kadek menempuh studi Umweltengineering (Teknik Lingkungan) di Technische Universitaet Muenchen (TUM) dan berpindah ke jurusan Energiesysteme (Sistem Energi) di Technische Hochschule Mittelhessen (THM), Jerman. Di perantauan, ia terbiasa bekerja keras melakoni berbagai pekerjaan paruh waktu hingga akhirnya meraih beasiswa dari Habibie Ainun Center.

Setibanya di Indonesia, ia tidak ingin "buta hukum" dan langsung menyelesaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Warmadewa yang kini ia lanjutkan ke jenjang pascasarjana Hukum Kenotariatan. Kombinasi ilmu teknik, hukum, dan jaringan bisnis inilah yang ia ramu menjadi energi untuk mengesekusi berbagai program desa.

Bagi Kadek, ilmu dari Eropa tidak akan bermakna jika tidak membumi. Maka, krisis guru yang ia temui saat KKN tahun 2023 langsung ia jawab dengan aksi konkret mendirikan "Keliki Smart Education" dan melembagakan gerakan tersebut menjadi Yayasan Gumanti Alam Rahayu pada tahun 2025.

Menggerakkan Lingkungan dan Ruang Kebijakan

Di luar bidang pendidikan, Kadek juga konsisten memberikan dukungan penuh (support) pada setiap kegiatan lingkungan, baik di tingkat kecamatan Tegallalang hingga cakupan Kabupaten Gianyar. Dari aksi kebersihan hingga edukasi sampah, ia memastikan pemuda mengambil peran sebagai garda terdepan.

Demi memperluas daya jangkau gerakannya, Kadek memperlebar perjuangannya ke ranah kebijakan publik dengan bergabung ke dunia politik bersama PDI Perjuangan sejak 2022. Kini dipercaya sebagai Sekretaris BMI Gianyar dan Bendahara PAC Tegallalang pada tahun 2026, ia memegang prinsip yang teguh:

"Saya masuk politik membawa desa. Bukan masuk desa membawa politik. Politik adalah jalur agar kebutuhan teknis dan suara warga desa didengar di ruang kebijakan tertinggi."

Kisah Kadek Agus Darsana Budi adalah sebuah refleksi kuat bagi generasi muda masa kini. Pulang ke desa bukan berarti membatasi potensi diri, melainkan ruang pembuktian bahwa dengan kapasitas yang matang, seorang pemuda mampu merealisasikan perubahan yang berkelanjutan: satu desa, satu generasi, pada satu waktu.

Tuesday, May 5, 2026

Pelanggaran Berat, Tiga ASN Gianyar Diberhentikan dari Jabatannya

 


Gianyar, gianyardaily.com Pemerintah Kabupaten Gianyar mengambil langkah tegas dengan memberhentikan tiga aparatur sipil negara (ASN) akibat pelanggaran disiplin berat. Sanksi ini dijatuhkan setelah masing-masing terbukti melakukan pelanggaran serius, mulai dari kasus narkotika hingga ketidakhadiran tanpa keterangan.

Dua ASN yang diberhentikan diketahui terjerat kasus narkoba. Keduanya adalah DMCDPP yang bertugas di Satpol PP Gianyar serta KSS dari Dinas Lingkungan Hidup. Penjatuhan sanksi dilakukan setelah adanya putusan pengadilan yang menyatakan keduanya bersalah.

Ketua Tim Pertimbangan Hukum Disiplin (TPHD) Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, menjelaskan bahwa pemberhentian tersebut telah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.

Selain itu, satu ASN lainnya berinisial LNH juga dikenai sanksi serupa karena melanggar disiplin kerja. Ia diketahui tidak masuk kerja selama sepuluh hari berturut-turut tanpa memberikan keterangan yang sah.

Menurutnya, keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menegakkan aturan serta menjaga profesionalisme di lingkungan ASN. Penegakan disiplin ini diharapkan dapat menjadi peringatan sekaligus pembelajaran bagi seluruh pegawai agar tetap mematuhi aturan yang berlaku.


Wednesday, April 8, 2026

Pegang Peran Penting, Ibu Putri Koster Harap Kader Posyandu Paham Program dan Bekerja dengan Baik



GIANYAR, gianyardaily.com Transformasi Posyandu sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 membawa pengaruh besar pada keberadaan lembaga ini. Dengan bidang tugas yang mencakup 6 Standar Layanan Minimal (SPM), 85 persen keberhasilan pembangunan di desa ditentukan kesuksesan pelaksanaan program Posyandu. 

Oleh karena itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster minta kader Posyandu meningkatkan pemahaman tentang 6 SPM agar mampu bekerja dengan baik. Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster dalam kegiatan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” di Wantilan Pura Manik Corong Desa Sumita dan Wantilan Balai Kanginan Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Selasa (7/4/2026).

Lebih jauh ia menyampaikan, kesuksesan program Posyandu di tingkat Desa/Kelurahan akan menimbulkan efek domino positif dalam pembangunan. 

"Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh pada 85 persen suksesnya pembangunan di Desa/Kelurahan. Hal ini juga akan berdampak pada suksesnya pembangunan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi," katanya. 

Menurut dia, Posyandu memegang peran penting karena lembaga ini mengedepankan pola bottom-up, di mana para kader proaktif jemput bola, mencatat persoalan yang dihadapi warga lalu memfasilitasi untuk mendapatkan tindak lanjut dari aparat pemerintahan secara berjenjang. 

"Kader Posyandu adalah harapan kita, untuk itu harus terus belajar dan tingkatkan pemahaman sesuai dengan bidang tugas masing-masing," imbuhnya. 

Selain itu, salah satu program yang saat ini sedang digalakkan untuk segera tertangani, adalah pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut membutuhkan peran serta seluruh masyarakat sebagai salah satu penghasil sampah. 

"Sampah-sampai yang kita hasilkan, sebaiknya kita kelola dari sumbernya, baik itu memilah, memilih dan mengumpulkan sesuai jenisnya sebelum kita serahkan untuk di bawa dan diolah di TPS3R dan TPST. Dengan begitu, kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang kita hasilkan. Karena sampah jika tidak dipertanggung jawabkan keberadaannya akan menjadi sumber membahayakan bagi masa depan anak cucu kita nantinya".

Untuk menyemangati kadernya di Desa/Kelurahan, dalam Aksos "Membina dan Berbagi", Ibu Putri Koster membagikan bantuan berupa 3.780 beras, 7.560 butir telur dan 250 kotak susu. Bantuan tersebut diberikan kepada 126 kader Posyandu Desa Sumita dan Babakan.

Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” juga diisi paparan mengenai transformasi Posyandu oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata. Dalam paparannya, Kadis PMD Dukcapil menyampaikan bahwa lingkup tugas Posyandu tak hanya kesehatan saja, namun diperluas pada bidang pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat serta ketentreaman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. 

Posyandu yang dulu dikenal sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), saat ini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Perubahan ini menitikberatkan pada pelayanan kesehatan terpadu sepanjang siklus hidup, dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa hingga lansia.

Sejalan dengan program di tingkat Provinsi Bali, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan bahwa ia tengah berupaya meningkatkan kapasitas kader dan menyempurnakan kelembagaan Posyandu di tingkat Desa/Kelurahan. Dia melaporkan, Gianyar memiliki 4.300 kader Posyandu dan seluruhnya sudah terdaftar. 

“Kami juga punya aplikasi sistem informasi Posyandu yang memungkinkan akses informasi terinregrasi hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya. Buatkan headline dan isi untuk berita di instgram 

Saturday, March 28, 2026

Malam Minggu Jomblo? Santai, Ini Cara Biar Tetap Seru & Berkelas!



Nggak punya pasangan bukan akhir dunia. Justru ini waktu terbaik buat upgrade diri dan nikmati hidup tanpa drama.

Tips, gianyardaily.com Malam minggu sering jadi “momok” bagi para jomblo. Timeline penuh pasangan, jalanan ramai orang gandengan, dan notifikasi yang sepi. Tapi tenang, jomblo bukan berarti gabut. Justru ini momen emas buat menikmati hidup versi lo sendiri. Daripada overthinking soal status, lebih baik manfaatkan waktu untuk upgrade diri, mulai dari belajar skill baru seperti editing, desain, atau membangun personal branding. Value diri lo jauh lebih penting daripada sekadar status hubungan.

Selain itu, lo juga bisa menikmati healing versi sederhana tanpa harus keluar banyak uang. Ngopi santai, jalan malam sambil denger musik, atau sekadar menikmati suasana kota bisa jadi cara ampuh untuk recharge energi. Kadang, ketenangan justru lebih mahal dari sekadar terlihat “punya pasangan”.

Malam minggu juga jadi waktu terbaik untuk quality time sama diri sendiri. Nonton film favorit, masak makanan enak, atau sekadar refleksi diri bisa bikin lo lebih kenal siapa diri lo sebenarnya. Di sisi lain, jomblo bukan berarti harus sendirian. Nongkrong bareng circle positif bisa jadi cara seru untuk tetap happy, bahkan membuka peluang baru dari obrolan santai.

Buat lo yang suka bikin konten, ini saat yang tepat untuk produktif. Jangan kalah sama yang pacaran, justru gunakan waktu untuk update feed, bikin karya, dan bangun engagement. Banyak orang justru berkembang pesat saat mereka fokus ke diri sendiri tanpa distraksi hubungan.

Jangan lupa juga untuk kasih self reward ke diri sendiri. Hal kecil seperti beli makanan favorit, skincare-an, atau istirahat tanpa gangguan bisa jadi bentuk apresiasi yang penting. Karena pada akhirnya, kebahagiaan itu tanggung jawab diri sendiri.

Yang paling penting, ubah mindset. Jomblo itu cuma fase, bukan status selamanya. Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus jadi versi terbaik diri sendiri. Karena saat waktunya datang, lo bukan cuma siap punya pasangan—tapi siap punya hubungan yang berkualitas. 

Friday, March 27, 2026

Jalan Rusak di Keliki Tegalalang Gianyar Kian Parah, Warga Keluhkan Akses dan Keselamatan Pengguna Jalan


Gianyar – Kondisi jalan rusak di wilayah Keliki, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar kian memprihatinkan. Sejumlah titik jalan dilaporkan berlubang dan mengalami kerusakan cukup parah, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Beberapa warga mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, terlebih saat malam hari atau ketika hujan turun yang membuat lubang jalan tertutup genangan air.

“Sudah lama rusak, tapi belum ada perbaikan. Kalau malam sangat berbahaya karena tidak kelihatan lubangnya,” ujar salah satu warga setempat.

Selain itu, jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan antarwilayah dan juga dilalui wisatawan. Mengingat kawasan Tegalalang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bali, kondisi jalan yang rusak dinilai dapat berdampak pada kenyamanan dan citra pariwisata daerah.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah perbaikan agar akses kembali aman dan nyaman dilalui. Perbaikan infrastruktur jalan dinilai mendesak, mengingat intensitas lalu lintas di kawasan tersebut cukup tinggi setiap harinya.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi dan mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.

-->