Karangasem, gianyardaily.com
— Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih harus berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat tanpa gangguan selama rangkaian upacara.
Penegasan tersebut disampaikan saat sambrama wacana pada puncak karya yang digelar bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa, Kamis (2/4/2026). Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh pihak mengingat Pura Agung Besakih merupakan pusat persembahyangan umat Hindu dari berbagai daerah.
“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan yang berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang. Di antaranya layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, dan pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi persembahyangan.
Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan umat dari seluruh kabupaten/kota di Bali hingga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara dilakukan secara ketat guna menghindari kepadatan di kawasan suci Besakih.
Rangkaian puncak karya dipuput oleh 33 sulinggih yang memimpin prosesi di berbagai titik utama, termasuk Penataran Agung, kawasan Catur Lawa, Catur Dala, hingga pedharman di kompleks Pura Agung Besakih.
Suasana khidmat terasa sejak awal prosesi yang diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis, prosesi nunas tirta, hingga penutupan dengan persembahyangan bersama.

0 Comments:
Post a Comment