Klungkung,gianyardaily.com Objek wisata bersejarah Goa Jepang yang berada di wilayah Desa Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, kini terlihat semakin lengang dari aktivitas wisatawan. Lokasi yang dulunya sempat dikembangkan sebagai kawasan singgah wisata itu perlahan kehilangan daya tarik akibat minimnya pengelolaan dan kurangnya aktivitas pendukung di area sekitar.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (09/05/2026) menunjukkan suasana kawasan yang relatif sepi. Penanda bertuliskan “Cagar Budaya Goa Jepang” masih berdiri di pintu masuk kawasan, namun sejumlah fasilitas umum tampak tidak lagi terawat dengan baik.
Area rest area yang sebelumnya dikelola Desa Adat Koripan Tengah kini terlihat kurang aktif. Beberapa fasilitas seperti gazebo, taman bermain, toilet umum, hingga stasiun pengisian kendaraan listrik tampak tidak dimanfaatkan secara optimal. Kedai makan yang dahulu melayani pengunjung juga sudah tidak beroperasi.
Wakil Bendesa Adat Koripan Tengah, Wayan Ardana, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan wisata tersebut sempat dijalankan desa adat dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan desa sekaligus menghidupkan potensi wisata sejarah di wilayah tersebut. Namun tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan jumlah kunjungan membuat pengelolaan akhirnya dihentikan.
Menurutnya, sebelumnya kawasan itu juga pernah dikelola pihak ketiga yang membangun sejumlah fasilitas penunjang wisata. Akan tetapi, kondisi serupa kembali terjadi karena rendahnya jumlah wisatawan yang datang ke lokasi.
Selain persoalan kunjungan, kondisi infrastruktur di sekitar kawasan juga menjadi perhatian. Beberapa titik disebut mengalami longsor, sementara kebersihan area trotoar dan lingkungan sekitar selama ini lebih banyak ditangani secara gotong royong oleh masyarakat desa adat.
Pihak desa adat berharap ke depan ada perhatian lebih serius terhadap keberadaan Goa Jepang sebagai salah satu destinasi wisata sejarah di Klungkung. Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan investor maupun pihak swasta agar kawasan tersebut dapat kembali dikembangkan dan tidak terus terbengkalai.

0 Comments:
Post a Comment