Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Sunday, September 6, 2026

DPRD Badung Dukung Bakti Negara Cup I, Jadi Wadah Tumbuhkan Sportivitas




BADUNG, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang juga Ketua IPSI Bali dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri pelaksanaan Bakti Negara Cup I di GOR Purna Krida, Kerobokan, Jumat (4/9).

Kehadiran pimpinan daerah bersama sejumlah anggota DPRD Badung menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga sekaligus mendorong terciptanya ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, Bakti Negara Cup I menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga. Menurutnya, kompetisi olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Olahraga ini bukan hanya soal menang dan kalah. Yang lebih penting bagaimana kita membangun sportivitas, disiplin, kebersamaan dan rasa persaudaraan. Karena itu, kegiatan seperti Bakti Negara Cup I tentu sangat positif dan patut kita dukung bersama,” ujar Anom Gumanti.

Ia berharap ajang tersebut dapat menjadi wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan dan pengalaman bertanding. Selain itu, kompetisi juga diharapkan mampu membuka peluang bagi munculnya bibit-bibit atlet potensial dari Kabupaten Badung.

“Harapan kita tentu dari kegiatan seperti ini lahir atlet-atlet yang berprestasi. Tetapi yang tidak kalah penting, anak-anak muda kita memiliki kegiatan positif, sehat, dan bisa membangun kebersamaan,” katanya.

Anom juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bakti Negara Cup I. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, peserta, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang semakin baik di Kabupaten Badung.

Pelaksanaan Bakti Negara Cup I diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat nilai sportivitas, disiplin, kebersamaan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Melalui kompetisi tersebut, semangat olahraga diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi ke dalam kegiatan yang positif sekaligus mempererat persatuan di Kabupaten Badung.

Warga Jaga Kebersihan Lingkungan, Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Bali

 


DENPASAR , gianyardaily.com Kepedulian warga dalam menjaga kebersihan lingkungan mendapat apresiasi dari Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Apresiasi tersebut diberikan dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Kota Denpasar, Minggu (6/9) pagi.

Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak tidak hanya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial serta semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.

Menariknya, warga yang aktif melakukan kegiatan bersih-bersih di telajakan rumah masing-masing mendapatkan apresiasi berupa beras sebanyak 5 kilogram.

Apresiasi diserahkan oleh Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra.

Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu diharapkan dapat mendorong kebersihan, gotong royong, dan solidaritas sosial menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.

Gerakan tersebut juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong mulai dari lingkungan rumah hingga kehidupan bermasyarakat.

Di sisi lain, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster turut meninjau kawasan sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar yang menjadi lokasi aktivitas pedagang saat Car Free Day (CFD).

Dalam peninjauan tersebut, Putri Koster menemukan masih adanya sampah yang berserakan di sejumlah titik dan dinilai belum mendapatkan perhatian secara maksimal.

Ia pun mengajak para pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya selama pelaksanaan CFD.

Menurutnya, kebersihan kawasan CFD merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kesadaran dari seluruh pihak agar ruang publik tetap nyaman dan bersih bagi masyarakat.

Melalui monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu ini, TP PKK Provinsi Bali terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tingkat komunitas.

Saturday, September 5, 2026

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Karangasem Libatkan 124 IKM, Putri Koster Soroti Potensi Bunga Kasna

 


KARANGASEM , gianyardaily.com Tim Penggerak PKK Provinsi Bali kembali menggelar Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Kabupaten Karangasem, Jumat (4/9). Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candra Buana ini menjadi ruang bagi pelaku IKM, UMKM dan petani untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, hadir didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Bupati Karangasem bersama Wakil Bupati Karangasem juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pasar rakyat ini merupakan agenda rutin TP PKK yang digelar setiap bulan secara bergilir di sembilan kabupaten/kota di Bali. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha lokal, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pengurus TP PKK dengan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para pelaku IKM, UMKM dan petani mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan konsumen. Pola tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi kedua pihak karena petani dapat menjual hasil produksinya tanpa melalui rantai distribusi panjang, sementara masyarakat memperoleh produk dengan harga yang lebih dekat dengan harga dari sumbernya.

Putri Koster menekankan agar kesempatan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh petani untuk memasarkan hasil pertanian mereka secara langsung.

“Kesempatan ini saya harapkan dapat digunakan langsung oleh para petani kita untuk menjual produknya langsung. Petani ya, bukan pedagang di pasar,” tegasnya.

Selain mendorong pemasaran hasil pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat penggunaan produk lokal Bali, termasuk kain tenun tradisional endek dan berbagai kerajinan tangan karya masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster turut menyoroti potensi bunga kasna atau edelweis yang tumbuh di wilayah Temukus, Karangasem. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap komoditas tersebut agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sarana persembahyangan, khususnya sebagai salah satu bunga dalam canang.

Menurutnya, pemanfaatan bunga kasna tidak semestinya hanya meningkat saat rahina Galungan. Dengan pengelolaan yang baik dari hulu hingga hilir, bunga kasna dinilai memiliki peluang untuk menjadi bagian dari kebutuhan canang yang digunakan masyarakat dalam keseharian.

“Mari kita lakukan MoU atau kerja sama untuk masyarakat Temukus, agar bunga kasna dapat dimanfaatkan menjadi salah satu bunga pada canang. Apalagi tidak sedikit kebutuhan canang dipakai hampir setiap hari, dan saya harap penggunaan bunga kasna bukan hanya rahinan Galungan saja,” ujarnya.

Ia berharap potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Temukus sekaligus menjaga keberadaan bunga kasna sebagai komoditas khas Karangasem.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem menyambut baik pelaksanaan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di wilayahnya. Kehadiran jajaran TP PKK Provinsi Bali dinilai memberikan motivasi bagi kader untuk semakin aktif memperhatikan masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Karangasem untuk terus peduli terhadap warga yang membutuhkan. Dan tentu pihaknya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem akan melaksanakan secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, sebanyak 124 IKM berpartisipasi dalam pasar rakyat tersebut. Peserta terdiri dari 19 IKM kain tenun tradisional endek, termasuk tenun Geringsing, 66 IKM kuliner, serta 39 IKM hasil pertanian dan kerajinan tangan.

Selain kegiatan belanja, TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan kepada 100 penerima. Bantuan tersebut berupa 2.000 kilogram beras, 200 krat telur atau sekitar 6.000 butir, serta 100 liter minyak tanusan.

Tim Penggerak PKK dari seluruh kabupaten/kota se-Bali juga menyerahkan masing-masing 10 paket bingkisan kepada masyarakat. Bingkisan tersebut berasal dari hasil belanja para pengurus TP PKK dalam kegiatan pasar rakyat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut, TP PKK Bali mendorong kolaborasi antarpengurus sekaligus memperkuat keberpihakan terhadap produk lokal, petani dan masyarakat yang membutuhkan.

Pasar rakyat diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di setiap daerah.

Thursday, September 3, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Ngaben, Metatah dan Nyekah Massal VII Desa Adat Jimbaran



BADUNG, gianyardaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) Sawa Pranawa Madya, Metatah lan Nyekah Massal VII Desa Adat Jimbaran Tahun 2026.

Upacara keagamaan dan adat tersebut berlangsung di Wantilan Kuari Jimbaran, Selasa (1/9). Sejumlah pejabat dan undangan turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Sudira, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Wayan Disel Astawa, Camat Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, serta tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan Pitra Yadnya, Metatah lan Nyekah Massal VII menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan dan adat yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh krama Desa Adat Jimbaran.

Selain menjadi momentum bagi masyarakat dalam menjalankan kewajiban agama dan adat, pelaksanaan upacara secara massal tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah krama.

I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi semangat krama Desa Adat Jimbaran yang bergotong royong dalam melaksanakan seluruh rangkaian upacara.

“Pelaksanaan upacara secara massal ini mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang begitu kuat di tengah masyarakat. Nilai-nilai menyama braya seperti ini menjadi bagian penting dalam kehidupan adat dan budaya Bali,” ujarnya.

Menurut Anom Gumanti, keberlangsungan kegiatan adat dan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya Bali. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dan kebersamaan antarkrama.

Ia berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan khidmat. Pelaksanaan yadnya juga diharapkan membawa kerahayuan bagi keluarga yang melaksanakan serta memberikan kebaikan bagi seluruh krama Desa Adat Jimbaran.

“Kita berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan khidmat. Semoga pelaksanaan yadnya ini membawa kerahayuan bagi seluruh keluarga yang melaksanakan dan memberikan kebaikan bagi krama Desa Adat Jimbaran,” katanya.

Wednesday, September 2, 2026

Aksi Sosial TP Posyandu “Membina dan Berbagi” Sasar Kader di Dua Lokasi di Bangli

 


BANGLI,gianyardaily.com Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali menggelar aksi sosial bertajuk “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli, Selasa (2/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi dengan menyasar para kader Posyandu.

Kegiatan pertama berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut. Sebanyak 50 kader dari enam Posyandu menjadi sasaran aksi sosial tersebut.

Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Di lokasi kedua, aksi sosial diikuti 54 peserta yang berasal dari lima Posyandu.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kader menerima bantuan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Bantuan yang diberikan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, serta dua kotak susu.

Pemberian bantuan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para kader atas peran mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bantuan diharapkan turut menambah semangat kader dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster juga menjelaskan mengenai perluasan bidang tugas Posyandu yang kini mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Untuk memudahkan kader mengingat enam bidang tersebut, ia memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Ia mendorong para kader agar lebih peka terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat dan aktif melakukan koordinasi sesuai bidang permasalahan yang ditemukan.

“Misalnya ada warga yang kesulitan dalam melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ujar Putri Koster.

Untuk bidang pendidikan tinggi, ia turut menyampaikan adanya program Pemprov Bali berupa 1 Keluarga 1 Sarjana. Menurutnya, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat diarahkan untuk memanfaatkan program tersebut.

Selain persoalan pendidikan, kader juga dapat membantu mendata dan mengomunikasikan persoalan sosial lainnya yang terjadi di lingkungan, termasuk kasus pencurian, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi sosial tersebut di wilayah Bangli. Ia menyebut Kabupaten Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan Posyandu yang kini memiliki cakupan tugas lebih luas melalui enam SPM.

“Kami bersama jajaran siap mendukung penguatan Posyandu di Kabupaten Bangli,” ujarnya.

Sariasih juga menilai sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus dilakukan. Pasalnya, Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah memiliki cakupan pelayanan dasar yang lebih luas.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan pentingnya pemahaman para kader yang bertugas di tingkat banjar mengenai perubahan tersebut.

Menurutnya, tanpa pemahaman yang baik, perluasan tugas Posyandu menjadi enam SPM berpotensi dianggap rumit oleh para kader. Padahal, transformasi tersebut bertujuan mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu menjadi pelayanan dasar terpadu, responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Anom Agustina juga mengingatkan bahwa kader Posyandu bukan bertugas sebagai eksekutor. Peran utama kader adalah mencatat dan mendata berbagai persoalan masyarakat yang berkaitan dengan enam SPM.

Data dan permasalahan tersebut kemudian disampaikan kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel dan selanjutnya ke jenjang pemerintahan terkait.

Dengan penguatan pemahaman dan koordinasi tersebut, transformasi Posyandu diharapkan dapat semakin mendekatkan akses pelayanan dasar sekaligus memperkuat peran kader dalam membantu masyarakat di tingkat banjar.

Tuesday, September 1, 2026

Ketua DPRD Badung Hadiri Persembahyangan King Ho Ping di Vihara Dharmayana Kuta

 


BADUNG, gianyadaily.com Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri Persembahyangan Rebutan atau King Ho Ping yang digelar di Vihara Dharmayana Kuta (Leeng Gwan Bio), Kuta, Minggu (30/8).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Pertemuan Paguyuban Putaran IV Pertemuan Keempat serta Ju Hui TITD dan Vihara dengan pujaan utama Yang Mulia Kongco “Tan Hu Cin Jin” Tahun 2026.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan diikuti dengan suasana penuh keakraban. Kehadiran Anom Gumanti menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan, seni, dan budaya yang dilaksanakan Vihara Dharmayana Kuta bersama paguyuban TITD dan Vihara.

Anom Gumanti mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain menjadi bagian dari pelaksanaan keagamaan, juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan dan persaudaraan. Ini menunjukkan bahwa keberagaman di Badung dapat dirawat dengan semangat toleransi dan saling menghargai,” ujarnya.

Menurut Anom, keberagaman budaya dan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat merupakan kekayaan yang harus terus dijaga. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlangsung secara berkesinambungan dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Kita berharap kegiatan ini terus berjalan dan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kerukunan. Pemerintah tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang membawa semangat kebersamaan serta memperkuat persatuan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Kuta Made Agus Suantara, Sekretaris Camat Kuta Putu Dedik Adi Ardiana, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana, Lurah Kuta I Gusti Ayu Putu Erawati, Ketua LPM Kelurahan Kuta Putu Adnyana, serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan kebudayaan sekaligus memperkuat semangat toleransi di wilayah Kuta.

Selain persembahyangan dan ramah tamah, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai pagelaran seni budaya dan olahraga. Penampilan tersebut melibatkan perwakilan TITD dan Vihara dari Jawa Timur, Bali, serta Lombok.

Rangkaian kegiatan menjadi kesempatan bagi para anggota paguyuban TITD dan Vihara dari berbagai daerah untuk bertemu dan mempererat tali silaturahmi. Selain sebagai kegiatan keagamaan, acara tersebut juga menjadi ruang perjumpaan budaya yang memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

Komisi I DPRD Badung Tindaklanjuti Aduan Petani Munggu, Segera Cek Lokasi LP2B



BADUNG, gianyardaily.com Aduan petani, subak, dan pekaseh Desa Munggu terkait dugaan pembangunan tanpa kelengkapan izin di kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mendapat perhatian Komisi I DPRD Badung.

Persoalan tersebut dibahas dalam rapat kerja yang mempertemukan Komisi I DPRD Badung dengan petani, Pemerintah Desa Munggu, serta tokoh masyarakat setempat di Ruang Gosana II Gedung DPRD Badung, Senin (31/8).

Rapat digelar sebagai upaya mediasi sekaligus untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat mengenai aktivitas pembangunan yang diduga dilakukan tanpa kelengkapan perizinan di wilayah LP2B.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, didampingi Sekretaris Komisi I Made Rai Wirata dan Anggota Komisi I Wayan Puspa Negara, mengatakan pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat Desa Munggu.

“Hari ini kita melakukan mediasi dengan para tokoh di Desa Munggu terkait adanya laporan pembangunan liar atau pengembang yang tidak melengkapi izin dan membangun di wilayah LP2B,” ujar Lanang Umbara.

Ia menyebut proses mediasi berjalan dengan baik. Lanang berharap masyarakat, khususnya para tokoh dan pemangku kepentingan di Desa Munggu, dapat terus bersinergi dalam menjaga keberadaan lahan pertanian serta kelestarian wilayah desa.

“Astungkara, syukur semua sudah bisa berjalan dengan baik. Semoga tokoh-tokoh kita ini bisa semakin bersatu untuk menjaga, melindungi dan melestarikan Munggu, Desa Munggu itu sendiri,” katanya.

Tak berhenti pada mediasi, Komisi I DPRD Badung memastikan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi faktual di lapangan sekaligus menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan petani, pekaseh, maupun Perbekel Desa Munggu.

“Nanti kita pasti akan turun ke lapangan,” tegas Lanang.

Peninjauan lapangan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas terkait kondisi pembangunan yang dikeluhkan masyarakat serta menjadi dasar bagi DPRD Badung dalam menentukan langkah selanjutnya.

-->