Melawan Stigma Lewat Bisnis: Kisah Agung Krisna Bangun 'Offline Store' Game Pertama di Bali

Dunia game digital bagi sebagian anak muda tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan dan aktivitas usaha.

BKS-LPD Badung Genap 26 Tahun, Bupati Adi Arnawa: Bangun Ekosistem Ekonomi yang Kuat

Badan Kerjasama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Kabupaten Badung memperingati hari jadinya yang ke-26 dengan menggelar perayaan di Wantilan Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).

Ketua DPRD Badung Hadiri Simulasi Sispamkota, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Kesiapan menghadapi berbagai situasi kontingensi menjadi perhatian bersama di Kabupaten Badung.

Tujuh Tahun Tanpa Pekerjaan Tetap, Mangku Wijana Terbantu Aksi Sosial TP PKK Bali

Selama kurang lebih tujuh tahun, Jero Mangku Ketut Wijana menjalani kehidupan tanpa pekerjaan tetap.

TPA Suwung Kembali Terbakar, Cuaca Panas Diduga Picu Kobaran Api

Kebakaran kembali muncul di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali, Minggu (23/8/2026). Kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah berhasil ditangani dengan cepat setelah petugas langsung melakukan pemadaman.

Thursday, April 30, 2026

Wabup Badung Hadiri Perayaan HUT ke-54 STT Dharma Prawerti di Abiansemal

 


Badung,gianyardaily.com Wakil Bupati Badung, I Wayan Bagus Alit Sucipta, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Sekaa Teruna Teruni (STT) Dharma Prawerti yang digelar di Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kamis (30/4).

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini dan I Made Ponda Wirawan, Camat Abiansemal I.B. Putu Mas Arimbawa beserta jajaran, Angga Puri Lambing, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu mempererat kebersamaan antaranggota STT dan masyarakat. Ia menilai perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi wujud nyata kekompakan dan solidaritas generasi muda di tingkat banjar.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran sekaa teruna sebagai generasi penerus dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan. Generasi muda diharapkan mampu menjauhi perilaku negatif serta terus berkontribusi melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Menurutnya, kreativitas dan inovasi pemuda perlu terus didorong agar mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan kepemudaan sebagai bagian dari upaya pengembangan potensi generasi muda.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Wakil Bupati menyerahkan bantuan dana sebesar Rp20 juta. Bantuan juga diberikan oleh anggota DPRD Badung, yakni Putu Yunita Oktarini sebesar Rp20 juta serta I Made Ponda Wirawan sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa perayaan HUT ke-54 STT Dharma Prawerti mengangkat tema “Bersatu dalam Semangat, Berkarya untuk Masa Depan.” Tema tersebut mencerminkan tekad generasi muda untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan berkontribusi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain sebagai ajang mempererat hubungan antaranggota, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam proses regenerasi organisasi melalui pelantikan pengurus baru, sehingga keberlangsungan STT Dharma Prawerti dapat terus terjaga dan berkembang ke depan.

Tuesday, April 28, 2026

Perkuat Peran Kader, Ny. Putri Koster Tekankan Pemahaman Menyeluruh Posyandu

 


Upaya penguatan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat terus dimaksimalkan. Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi para kader dalam menjalankan fungsi pelayanan, pencatatan, hingga penyampaian aspirasi masyarakat.

Melalui kegiatan Bina Posyandu 2026, kader dibekali penguatan kapasitas berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta strategi implementasi di tingkat desa. Program ini diharapkan mampu menciptakan layanan yang lebih optimal, responsif, dan tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup bersama.

Sunday, April 12, 2026

Tinjau Sentra Kompos Penarungan, Wabup Tegaskan Kualitas Pengolahan Harus Terjaga

 


Badung, gianyardaily.com Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, turun langsung meninjau aktivitas pengolahan kompos di kawasan Taman Bung Karno, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Minggu (12/4). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons atas aspirasi masyarakat sekaligus memastikan pengelolaan limbah organik berjalan sesuai kaidah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Made Agus Aryawan, bersama jajaran terkait. Kehadiran Perbekel Desa Penarungan, Ni Wayan Kerni, serta Bendesa Adat Penarungan, I Made Widiada, turut memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Wabup meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) permanen, melainkan area yang difungsikan sementara sebagai pusat pengolahan kompos.

“Ini bukan TPST, tetapi hanya dimanfaatkan sementara untuk mendukung proses pengolahan kompos,” jelasnya di hadapan warga.

Ia juga memaparkan bahwa sistem yang diterapkan di lokasi tersebut menggunakan metode pengolahan tertutup. Sampah organik diolah dengan cara dimasukkan ke dalam tanah, kemudian ditutup kembali sehingga proses pembusukan berlangsung secara alami tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.

Menurutnya, pendekatan ini efektif dalam meminimalkan bau serta mencegah potensi pencemaran, sehingga tetap aman bagi masyarakat sekitar.

Selain fokus pada penanganan sampah, Pemerintah Kabupaten Badung juga merancang penataan kawasan Taman Bung Karno menjadi ruang publik yang representatif. Kawasan ini direncanakan berkembang sebagai taman kota yang terintegrasi dengan pembangunan akses jalan baru yang menghubungkan wilayah Munggu dengan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Penarungan.

Menutup kunjungannya, Wabup kembali menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mengatasi persoalan lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung upaya pemerintah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar penanganan sampah ini bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Wabup Bagus Alit Sucipta Dorong Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah Saat Tinjau TPST Mengwitani



Badung, gianyardaily.com Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani pada Minggu (12/4) guna melihat kondisi operasional serta tantangan pengelolaan sampah di lapangan. Dalam kunjungannya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi dari hulu hingga hilir, mengingat volume sampah yang masuk kini telah melampaui 120 ton setiap harinya.

Sebagai bentuk kepedulian, Wabup turut menyerahkan 1.000 paket makanan kepada para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Ia mengapresiasi peran mereka yang disebutnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Peran petugas di lapangan sangat vital dan patut diapresiasi. Namun, upaya mereka tidak akan maksimal jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Bagus Alit Sucipta saat berada di lokasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Badung tengah menyiapkan langkah percepatan untuk meningkatkan efektivitas penanganan sampah residu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kejelasan regulasi agar fasilitas seperti incinerator dapat segera difungsikan secara optimal.

Menurutnya, beban kerja TPST Mengwitani saat ini sudah cukup tinggi. Dengan kapasitas pemilahan maksimal sekitar 90 ton per hari, jumlah sampah yang masuk masih jauh melampaui kemampuan tersebut. Oleh karena itu, selain penguatan teknologi sebagai solusi jangka pendek, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Plt. Kepala DLHK Badung, Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa komposisi sampah harian terdiri dari 70–90 ton sampah campuran dan 50–70 ton sampah organik. Tingginya angka ini menyebabkan antrean penanganan yang tidak terhindarkan, meskipun telah diterapkan sistem hybrid yang menggabungkan tenaga manusia dan mesin.

“Kapasitas yang ada belum mampu sepenuhnya mengimbangi volume sampah yang terus meningkat, sehingga penumpukan masih terjadi,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pengolahan residu masih menghadapi kendala, terutama terkait regulasi operasional incinerator.

Menutup kunjungannya, Wabup kembali mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan perubahan. Ia mengajak seluruh warga untuk mulai membiasakan diri memilah sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi mewujudkan Badung yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Wednesday, April 8, 2026

Pegang Peran Penting, Ibu Putri Koster Harap Kader Posyandu Paham Program dan Bekerja dengan Baik



GIANYAR, gianyardaily.com Transformasi Posyandu sejalan dengan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 membawa pengaruh besar pada keberadaan lembaga ini. Dengan bidang tugas yang mencakup 6 Standar Layanan Minimal (SPM), 85 persen keberhasilan pembangunan di desa ditentukan kesuksesan pelaksanaan program Posyandu. 

Oleh karena itu, Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster minta kader Posyandu meningkatkan pemahaman tentang 6 SPM agar mampu bekerja dengan baik. Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster dalam kegiatan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali “Membina dan Berbagi” di Wantilan Pura Manik Corong Desa Sumita dan Wantilan Balai Kanginan Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Selasa (7/4/2026).

Lebih jauh ia menyampaikan, kesuksesan program Posyandu di tingkat Desa/Kelurahan akan menimbulkan efek domino positif dalam pembangunan. 

"Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh pada 85 persen suksesnya pembangunan di Desa/Kelurahan. Hal ini juga akan berdampak pada suksesnya pembangunan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi," katanya. 

Menurut dia, Posyandu memegang peran penting karena lembaga ini mengedepankan pola bottom-up, di mana para kader proaktif jemput bola, mencatat persoalan yang dihadapi warga lalu memfasilitasi untuk mendapatkan tindak lanjut dari aparat pemerintahan secara berjenjang. 

"Kader Posyandu adalah harapan kita, untuk itu harus terus belajar dan tingkatkan pemahaman sesuai dengan bidang tugas masing-masing," imbuhnya. 

Selain itu, salah satu program yang saat ini sedang digalakkan untuk segera tertangani, adalah pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut membutuhkan peran serta seluruh masyarakat sebagai salah satu penghasil sampah. 

"Sampah-sampai yang kita hasilkan, sebaiknya kita kelola dari sumbernya, baik itu memilah, memilih dan mengumpulkan sesuai jenisnya sebelum kita serahkan untuk di bawa dan diolah di TPS3R dan TPST. Dengan begitu, kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang kita hasilkan. Karena sampah jika tidak dipertanggung jawabkan keberadaannya akan menjadi sumber membahayakan bagi masa depan anak cucu kita nantinya".

Untuk menyemangati kadernya di Desa/Kelurahan, dalam Aksos "Membina dan Berbagi", Ibu Putri Koster membagikan bantuan berupa 3.780 beras, 7.560 butir telur dan 250 kotak susu. Bantuan tersebut diberikan kepada 126 kader Posyandu Desa Sumita dan Babakan.

Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” juga diisi paparan mengenai transformasi Posyandu oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata. Dalam paparannya, Kadis PMD Dukcapil menyampaikan bahwa lingkup tugas Posyandu tak hanya kesehatan saja, namun diperluas pada bidang pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat serta ketentreaman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. 

Posyandu yang dulu dikenal sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM), saat ini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Perubahan ini menitikberatkan pada pelayanan kesehatan terpadu sepanjang siklus hidup, dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa hingga lansia.

Sejalan dengan program di tingkat Provinsi Bali, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan bahwa ia tengah berupaya meningkatkan kapasitas kader dan menyempurnakan kelembagaan Posyandu di tingkat Desa/Kelurahan. Dia melaporkan, Gianyar memiliki 4.300 kader Posyandu dan seluruhnya sudah terdaftar. 

“Kami juga punya aplikasi sistem informasi Posyandu yang memungkinkan akses informasi terinregrasi hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya. Buatkan headline dan isi untuk berita di instgram 

Sunday, April 5, 2026

Ny. Putri Koster Pimpin Gerakan Kulkul di Sulangai, Warga Antusias Wujudkan Lingkungan Bersih Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber, Siapkan Lomba Telajakan Berhadiah

 



BADUNG , gianyardaily.com Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, memimpin langsung Gerakan “Kulkul PKK dan Posyandu” yang digelar di Banjar Batulantang, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Minggu (5/4).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui gerakan gotong royong masyarakat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan perangkat daerah Provinsi Bali.

Kedatangan Ny. Putri Koster disambut oleh jajaran pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Perbekel Desa Sulangai I Nyoman Sunarta serta unsur kelembagaan desa lainnya.

Gerakan diawali dengan pemukulan kulkul sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih lingkungan. Seluruh warga kemudian secara serentak membersihkan area rumah masing-masing, mulai dari dalam rumah, halaman, hingga telajakan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Melihat semangat tersebut, Ny. Putri Koster menggagas lomba penataan telajakan yang akan digelar pada Mei 2026 dengan total hadiah Rp10 juta untuk lima terbaik.

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah sejak dari sumber. Sampah organik diharapkan dapat dikelola secara mandiri di rumah, sementara sampah anorganik dipilah untuk selanjutnya diangkut.

“Sesibuk apa pun, kalau ada niat pasti kebersihan lingkungan bisa terwujud,” tegas Ny. Putri Koster.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan bersih lingkungan sebagai rutinitas, khususnya pada minggu pertama setiap bulan. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster turut terjun langsung bersama warga, memberikan contoh penataan telajakan dengan menanam berbagai jenis tanaman hias.

Sementara itu, Perbekel Desa Sulangai I Nyoman Sunarta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan desa berbasis kebersihan dan pariwisata.

Sebagai penutup, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan beras sebanyak 200 kilogram kepada masyarakat Desa Sulangai yang didistribusikan melalui pemerintah desa.

Progres Turyapada Tower Capai 45 Persen, Gubernur Koster Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu



BULELENG , gianyardaily.com Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau langsung progres pembangunan tahap kedua Turyapada Tower pada Minggu (5/4).

Dalam kunjungannya, Gubernur Koster meninjau sejumlah titik pekerjaan, mulai dari kawasan komunal, lintasan dan terminal gondola, hingga fasilitas pendukung seperti area glamping, ruang pameran, dan museum telekomunikasi.

Perhatian khusus juga diberikan pada penataan lanskap, termasuk akses menuju area parkir serta konektivitas antar fasilitas. Gubernur Koster menegaskan bahwa seluruh pembangunan harus menggunakan material berkualitas tinggi serta memanfaatkan tanaman lokal untuk memperkuat identitas kawasan.

“Harus konsisten dengan bahan berkualitas. Kita rancang dengan bagus, maka tower ini akan jauh lebih unggul dibandingkan yang lain di dunia,” tegas Gubernur Koster.

Saat ini, progres pembangunan tahap kedua telah mencapai 45 persen. Gubernur Koster menargetkan konstruksi rampung pada akhir November 2026, dilanjutkan tahap penyempurnaan hingga peresmian pada Desember mendatang.

Gubernur Koster juga menekankan bahwa proyek ini tidak boleh mengalami penurunan spesifikasi teknis. Menurutnya, Turyapada Tower merupakan ikon baru Bali yang harus dibangun dengan standar tinggi.

“Harus tepat waktu, tapi tidak boleh menurunkan mutu. Ini bukan bangunan biasa,” ujarnya.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, yang berharap keberadaan proyek ini mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Buleleng.

-->